Cerita masa lalu mu

Cerita-cerita masa lalu mu,
Takkan pernah hilang ditelan zaman,
Karena ia telah abadi terukir
di dinding-dinding sejarah kehidupan.

kau telah jadi pelaku sejarah,
ajarkanlah kami untuk melangkah lebih baik dari mu,
agar apa yang telah kau perjuangkan mati-matian tak sia-sia.

Kami sadar akan hari ini,
Tentang mu yang hanya jadi senandung biasa.
Tapi jangan lagi kau bersedih,
Dan berhentilah menangis melihat tingkah laku kami yang membuatmu kecawa.

Kami atas nama pemuda berjanji
Akan melanjutkan perjuanganmu mulai hari ini
Walaupun kami takkan mampu menjadi
Pahlawan seperti mu.


Ai5(4/11/09)


Ceritamu, buatku iri!

Malam telah larut dalam kesunyian,
Semua kembali dalam perpaduan
untuk kembali pada satu titik
Untuk menghilangkan rasa lelah hari ini.
Tapi tidak bagimu, engkau tak mengenal kata lelah
Hingga malam yang telah larut itu tak penting bagi mu.

Setiap hari engkau selalu bercerita,
Betapa gagahnya dirimu dan teman-temanmu.
Sungguh, pasti bukan hanya aku yang iri dengan cerita-ceritamu
Semua yang mengaku pemuda hari ini pun pasti iri,
Karena tak satu langkah saat ini yang kami langkahkan
Dengan gagah untuk Ibu Pertiwi.


Ai5(4/11/09)







Masihkah?

Masih adakah pahlawan hari ini?
Atau…….
Masih perlukah kita pahlawan hari ini?

Untuk membawa bunga dan
Membacakan sajak-sajak keberanian,
Agar bumi nusantara kembali harum
Dan merah putih kembali berkibar di atasnya
Dengan gagah bukan terpaksa.

Ai5(4/11/09)



Katanya Satu

Katanya satu Tanah Air,
Katanya satu Bangsa,
Katanya satu Bahasa,
Tapi tak ada kesatuan
Yang ada hanya kepentingan.
Teruslah engkau menangis Ibu Pertiwi
Karena kesatuan hanya simbol belaka.


Ai5(27/10/09)



Sajak Untukmu

Sajak ini kutulis
Sengaja untuk menghinamu,
Wahai pemuda……
Sajak ini kutulis
Sengaja untuk melukaimu ,
Biar kau sadar
Ibumu telah menangis,
Wahai pemuda….
Sajak ini kutulis
Karena kau tak lagi bersatu
Untuk satu tujuan,
Wahai pemuda….
Kau telah lotari
Bumi nusantara dengan tahi busukmu.


Ai5(28/10/09)





Ingatlah Pemuda


iIngatlah wahai pemuda……..
Hari ini memang tak sama dengan dulu
Ibu pertiwi telah kehabisan air mata
Melihat tingkah lakumu
Yang mulai tak bermoral
Kau telah kotori
Tanah Ibumu,
Ingatlah wahai pemuda…….
Hari ini memang tak sama dengan dulu
Ibu Pertiwi pernah bangga pada pemuda sebelummu
Melihat semangatnya bela Ibu Pertiwi
Yang tak getar untuk berjuang
Ia telah harumi
Tanah Ibumu,
Ingatlah wahai pemuda……..

Ai5(28/10/09)



Kalian Itu Sama

Hari ini ribuan bebatuan
Kau lotari temanmu
Bom Molotov kau ledaki.
Kau tertawa melihat darah temanmu menetes,
Kau berbangga hati ketika
Menang di atas tangisan temanmu.
Kalian berdua sebenarnya sama
Sama-sama mulai tak bermoral,
Persatuan yang dulu dijadikan sumpah
Sekarang hanya menjadi symbol tak berguna.

Ai5(28/10/09)



Apa yang kau ingat?

Ingatkah kau akan sumpah itu?
Sumpahku, sumpahmu, sumpah kita.
TIDAK?
Begitu mudah kau jawab tidak,
Jadi apa yang kau ingat?
Jadi yang kau ingat hanya senang-senang,
Jadi yang kau ingat hanya mabuk-mabukan,
Jadi yang kau ingat hanya wanita-wanitamu,
Lebih baik sekarang kau pulang!
Lalu bunuhlah ibu pertiwi mu!

Ai5(30/10/09)