<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329</id><updated>2011-08-02T22:09:15.673-07:00</updated><category term='ceritaku'/><category term='Sejarah'/><category term='puisi'/><category term='cerpen'/><category term='artikel'/><title type='text'>serpihan cerita yang terbuang dari bumi khatulistiwa</title><subtitle type='html'>coretan kata-kata terjelek
dari penulis terbodoh</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-1030263457702932473</id><published>2010-09-01T23:42:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T23:46:17.925-07:00</updated><title type='text'>Ceritaku di sungai Kapuas</title><content type='html'>Tujuan ku adalah desa sungai Enau, kec. Kuala mandor B, kab. Kubu raya. Tepatnya smpn 3. Sebelumnya aku sudah pernah surve, di  MTS Walisongo tempatku memantau ujian. Kamis kemaren. Di daerah kubu padi. Pa’ dody guru mts walisongo yang ku temui disana. Hanya memberikan alamat tempat sekolah mereka nginduk buat ujian. Ya alamat yang di berikannya  seperti apa yang kutulis di tujuan ku. &lt;br /&gt;Selain itu p’dody juga memberiku no hp kepsek mts walisongo pak faisal namanya. sebelum barangkat, aku sudah menghubungi beliau. Aku dirsuruh pergi sesuai alamat yang diberi pa’dody lalu cari rumah pak Ibrahim katanya. Karena anak-anak mts walisongo juga bakalan nginap disana termasuk beliau juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa jam aku di motor air, pukul 11.30 wib.&lt;br /&gt;Ku panggil salah satu awak motor air “sinar bulan”, ku beritahu tujuanku. Lalu ia pergi menuju orang yang mengendalikan setir motor air. Sepertinya ia member i tahukan tujuanku. Orang disampingnya bertanya padanya. Mereka ngobrol sambil menunjuk kearahku. Entah apa? tak kedengaran di telingaku. Pikiranku mulai negative. “sepertinya ada yang tak beres ni” bisikku dalam hati. &lt;br /&gt; Beberapa menit kemudian, abang yang tadi memanggil ku. Katanya sudah dekat. Aku disuruh menuju pintu depan motor air. Si bodoh yang tak tahu di mana alamat tujuannya ini pun mengikuti apa yang disuruh abang itu. “sudah sampai”. Katanya judes. Wah semakin tak enak perasaanku. Aku diberhentikan di seteher yang sepi seperti tanpa penghuni. Pikiranku semakin negative “jangan-jangan orang-orang ini mengerjaiku”. Aku tak mau langsung turun. Ku bertanya lagi, “benar ini tempatnya?” orang-orang berkulit hitam mungkin kawan-kawan abang itu keluar. semua mata tertuju padaku. Aku terdesak secara emosional. Habis aku ditanya-tanyai seperti penjahat. Kau mau kemana? Mau ngapain? Kerumah siapa? Semuanya ku jawab. Dan aku masih tak percaya bahwa seteher ini adalah tempat  tujuanku. Aku beritahu kamis kemaren aku sudah pergi surve, aku lihat ada smp di dekat sungai. Aku yakin itulah smpn 3. Mereka semakin mendesak ku. “ mana ada lagi smp negri disini, kecuali disini”. Dari dalam ada yang bicara lagi suaranya agak sedkit seram “kau masuk saja, nanti kau Tanya sama orang disana”. Si bodoh ini pun turunlah dari motor air. Ku bayar 15.000. begitu ku bayar tak lagi ada kata yang mereka keluarkan kecuali tatapan sinis dan langsung pergi meninggalkanku. &lt;br /&gt;Sekarang aku berada dalam situasi yang bagiku begitu menegangkan. Aku berdiri di sebuah seteher yang seram, sepi dan sunyi. Sesekali hanya kedengaran suara-suara yang asing ditelingku. Suara yang jarang kedengaran ditengah kota pontianak. Disamping seteher ada gudang, tak tahu gudang apa itu, lampunya hidup. Di depan seteher terbentang  sungai, di belakang hanya ada jalan dengan lebar setengah meter, jalanya lurus, diujung jalan kelihatan rumah beratap daun.  Jalannya gelap. Sisi kanan kiri hutan. Ku langkahkan kakiku menelusuri jalan itu. Baru sampai separuh jalan, kutarik lagi langkahku. Kembali di seteher itu. pikiranku semakin kacau, pasti mereka yang berada di motor air itu tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengerjaiku. Sumpah serapah yang tak pernah keluar dari mulutku, akhirnya keluar. Nama-nama binatang pun kukeluarkan. Seolah-olah aku seperti mengabsen satu persatu binatang itu. Aku bingung mau melakukkan apa. Aku tak tahu aku berada di daerah mana. Ku buka hpku, sinyal satu pun tak ada.&lt;br /&gt;Bertanya tak ada satu orang pun. Ku perhatikan papan nama desa yang dibuat mahasiswa untan yang pernah kkn disini. Papanya tertulis “RUMAH  +  400 m”, selain itu juga ada coretan kecil mengunakan pensil tertulis “smpn 3”. Ku yakinkan diriku lagi bahwa daerah ini benar  tujuanku. Ah…tapi…kok tempatnya seram.  Keragu-raguan mulai menguasai. Sekali lagi kuyakinkan diriku. Kumantabkan langkahku. Kutarik nafas dalam-dalam. Ku busungkan dadaku. Ya…langkahku jadi mantab. Dengan menyebut asma Allah ku melangkah “bismilahirrahmanirahim”.&lt;br /&gt;Beberapa langkah kedepan, bulu tengkukku merinding. Disis kiri jalan hutan yang lebat begitu banyak suara-suara aneh, disemak-semak sana bergerak-gerak. Pikiranku tak karuan. Nyaliku hampir ciut. Kalau aku mundur aku tak bisa ngapa-ngapain tapi kalau tetap maju pasti ada orang yang bisa kutanyai. Ku terus berjalan dalam ketakutanku. Kurang lebih 400 meter dari seteher rupanya ada perkampungan. Lumayan banyak rumah. Ada persimpangan ku belok sebelah kanan. Ada bapak yang mengunakan baju tentara. “permisi pak, smpn 3 disini dimana ya?”, Alhamdulillah bapak itu ramah, dia beritahu jalanya. Katanya ikut saja jalan setapak ini yang sebelah kiri nanti pasti ketemu smpn 3. &lt;br /&gt;Ku ikuti petunjuk bapak itu. aku mulai yakin daerah ini tempat tujuanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 12.05 wib&lt;br /&gt;Panas matahari semakin membuat kulit hitamku bertambah legam. Aku keluarkan buku hitamku, disitu ada no hp pak faisal. Sudah kurang lebih 200 m ku berjalan dari tempat bapak berbaju tentara itu tak kunjung kulihat papan nama sekolahan yang kucari. Keyakinanku mulai luntur. Ku telpon pak faisal, ku bertanya lagi alamat smpn 3. Alhamdulillah jawabannya sesuai dengan daerah ini. &lt;br /&gt;Sunyi kampung ini membuat aku agak sedikit takut, kembali ku keluarkan hpku. Ku telpon seorang gadis (tak perlu kusebutkan namanya) yang ku anggap dapat menemaniku dalam ketakutanku. Baru beberapa menit nelpon, beberapa meter di depanku berjalan seorang bapak menggunakan caping. Ia menyapaku, lalu ku bertanya. Dimana smpn 3 dan rumah pak Ibrahim. Alhamdulillah bapak yang kujumpai baik, namanya pak ino. Guru sd. Berasal dari suku dayak. Pak ino menunjukanku di mana smpn 3 dan mengantarku ke rumah pak Ibrahim. Akhirnya aku sampai dimana tempat tujuanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ais.&lt;br /&gt;31-3-2010&lt;br /&gt;Ukm center&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-1030263457702932473?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/1030263457702932473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=1030263457702932473&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/1030263457702932473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/1030263457702932473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2010/09/ceritaku-di-sungai-kapuas.html' title='Ceritaku di sungai Kapuas'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-2525332075187992216</id><published>2010-09-01T23:40:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T23:41:01.138-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ceritaku'/><title type='text'>Di tepi ayani, semuanya berakhir</title><content type='html'>Kawan, hari dimana telah lama terbayangkan olehklu pun terjadi. Dan itu karena ulahku sendiri yang tak menghargainya sebegai seorang gadis yang mencitaiku. Semua keadaan tercipta dalam situasi yang tak mengeanakan. Aku larut dalam segala hal yang kuanggap penting bagiku. Aku sibuk. Aku lupakan dirinya. Kini semuanya hanya tinggal kenangan. Ma’afkan aku!&lt;br /&gt;Diruang 10 dikampusku ini aku menggerakan jari jemariku, mengetik setiap huruf di leptop hingga terngkai dalam beberapa kalimat, kembali menginggat apa yang terjadi tadi malam di tepi jalan ayani ketika aku duduk berdua dengannya membicarakan masalah-masalah dalam hubungan kami. Kali ini ia lebih tanpa beban kulihat, namun masih tetap sama seperti sebelum-sebelumya yakni diamnya. Ku coba membuka pembicaran dengan canda-canda basi lalu kami diam dalam gemuruh kendaraan di jalan ayani. Bicara sesekali lalu diam lagi. Seperti takut-takut. Tapi kupikir masalah kami harus selesai secepatnya. Ku beranikan diri, menggerakan lidahku yang begitu kelu. “bang kira kita berdua sudah tau masalahnya gimana, jadi gak perlu kita bicarakan lagi”. Ia tersenyum menolehku, aku memandang matanya dan membalas senyumnya. Tanganku memainkan sesuatu. Mencoba melawan rasa takut. &lt;br /&gt;Setelah banyak yang kami bicarakan, kami diam lagi. Beberapa menit kemudian. “pasti tak maukan kita dalam keadaan seperti ini terus”.  Kataku menoleh kearahnya. “ya gaklah, Rien memang cuek dalam hal pribadi”. Sepontan kujawab ”cuek, itu aritnya hubungan kita tak ada artinya bagi Rien?”.  Lalu ia jawab “mungkin” sambil mengerakan kepalanya. Ku bertanya lagi padanya “kenapa gak dari dulu ngomong?”. “mang bang pernah punya waktu buat rien?” nadanya agak sedikit naik, seperti agak marah. Aku terdiam, memang salahku. Aku akui itu.&lt;br /&gt;Entah sudah berapa ratus kendaraan lewat didepan kami, kami tak peduli itu. kali ini harus benar-benar serius. “jadi yang terbaik buat kita?” tanyaku. “kita sudahan saja” jawabnya santai. Aku terperangah. Tak percaya ia begitu santainya mengeluarkan kata-kata itu. itu artinya hubungan kami berakhir. Tapi aku sadar ia begitu santai karena sudah tak lagi tahan dengan sikapku padanya.&lt;br /&gt;Ya..malam itu. hubungan kami berakhir. Kuberharap aku dan rien tetap berteman. &lt;br /&gt;Sebenarnya masih ada lagi yang mau kutulis, tapi aku…..&lt;br /&gt;Ah sudahlah, cukuplah aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14/3/2010&lt;br /&gt;Ais.oarang aneh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-2525332075187992216?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/2525332075187992216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=2525332075187992216&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/2525332075187992216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/2525332075187992216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2010/09/di-tepi-ayani-semuanya-berakhir.html' title='Di tepi ayani, semuanya berakhir'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-3308549326854747681</id><published>2010-09-01T23:37:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T23:38:55.456-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ceritaku'/><title type='text'>Di atas sungai Kapuas ku bercerita</title><content type='html'>Di atas sungai Kapuas  kubercerita&lt;br /&gt;Duduk di dalam motor air, menelusuri sungai Kapuas ke arah hulu. Sendiri pula, baru pertama kalinya aku pergi sendiri. Biasanya pasti sama teman-teman yang lain. Tapi tak apalah belajar hidup sendiri (sok mandiri pula’ tu).  Sungai kapuas sebenarnya begitu tampak eksotis dan menarik. Namun sayang kawan, itu hanya sebenarnya. kapuas yang hanya di kenal panjangnya ini, sejauh mataku memandang di atas air sungai  yang ada hanyalah  sampah , yang di buang tangan-tangan jahil manusia tak bertanggung jawab. Jika lagu “sungai Kapuas” dalam liriknya menyatakan “jika minum aeknya, susah nak negulapakkannye” aku berani katakan itu benar sekali “susah  nak ngelupakkanya karena habis minum airnya, mencret-mnceret sakit perut” &lt;br /&gt;Sudahlah kawan, kita tak perlu bersedih. Sungai Kapuas tetaplah sungai terpa……………………………………………………………..njang di Indonesia. Dan itu cukup membuat kal-bar selalu dibicarakkan diluar kota sana. Di tambah lagi kal-bar akan terkenal olehnya “Kapuas sungai terpanjang dan terkotor di Indonesia” kan dapat predikat baru.  Aku tak bakalan banyak bercerita tentang sungai Kapuas. Predikat itu sudah lama melekat dan hanya akan berubah menjadi peredikat baru “terpanjang dan terbersih” jika kesadaran kita sebagai masyarakat kal-bar  tumbuh untuk  menjaga keindahan sungai Kapuas. &lt;br /&gt;Hari ini, di atas sungai Kapuas aku ingin menceritakan sesuatu.  Tentang dirinya. Yang aku cintai. &lt;br /&gt;Kau tahu kawan, senyumnya telah begitu menyejarah dalam hidupku dan memberikan warna baru. Serasa tak mau melihat yang lain. Yang ada dalam benakku adalah senyumnya. Di balik jilbabnya itu aku melihat keindahan yang berbeda. Tak pernah aku melihat itu sebelumnya. Di tambah pula dengan akhlaknya yang solehah. Di atas sungai Kapuas ini aku menumbuhkan bibit cinta yang telah lama tertanam dalam hatiku. Dulu aku tak berani kawan! Aku tak yakin dengan perasaanku sendiri. Sekarang sungai Kapuas telah menjadi saksi atas tumbuhnya bibit itu. kalian boleh saja tertawa, membaca ceritaku ini, bahkan senyum menghina juga tak apa. Itu hak kalian. tapi kawan, yang perlu kau ingat bahwa cerita tentang cinta tak kan pernah habis untuk ditulis. Dari kisah cinta pertama manusia Adam dan Hawa, kisah cintanya sang ratu cantik dari mesir Cleopatra, laila dan majnun, hingga Remo dan Juliet. Dan sekarang cerita cintaku dengan gadis berjilbab itu tak kan pernah bisa habis untuk ditulis walaupun gadis itu belum tentu merasakan hal yang sama sepertiku.&lt;br /&gt;Aku tak perlu, menyebutkan namanya, menjelaskan siapa dirinya kepada kalian kawan. Tapi cukuplah kalian tahu bahwa ia adalah gadis berjilbab yang saat ini telah berada di hatiku.  jika ia yang membaca tulisan ini, biarkanlah dirinya yang merasakan, memahami dan mengartikan semuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ais.&lt;br /&gt;Di atas sungai Kapuas ku bercerita&lt;br /&gt;28/3/2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-3308549326854747681?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/3308549326854747681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=3308549326854747681&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/3308549326854747681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/3308549326854747681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2010/09/di-atas-sungai-kapuas-ku-bercerita.html' title='Di atas sungai Kapuas ku bercerita'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-3632477548729691780</id><published>2010-09-01T23:34:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T23:37:19.515-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>oplet dan pemandangan hari ini</title><content type='html'>Pagi-pagi jalan lancar saja, tiba-tiba agak sediki menuju siang macet jalan tercipta hingga suasana tak mengenakan terjadi. Jalan-jalan penuh dengan gemuruh protes dari berbagai golongan.  Ada buruh yang menuntut kenaikan gaji, tani menuntut  kesejahtraannya, para guru begitu juga, belum lagi para mahasiswa yang sibuk juga membantu membela rakyat dan membela haknya sendiri yang diatas namakan kesejahteraan  rakyat. Huff….tak heran kondisi seperti ini terus terjadi sepanjang tahun. Indonesia gitu loh…, kalau tak ramai bukan Indonesia namanya. &lt;br /&gt;Hebat tak tu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi kehebohan para dewa, eh salah. Para dewan maksudnya. Para wakil rakyat yang ribut. Berteriak dengan lantang “katakanlah yang salah itu salah dan benar itu benar” hatiku bergetar mendengarnya. Rasa takjub meledak-ledak dalam sanubariku. Hebat juga para dewan itu pikirku. Mereka berani mengambil resiko yang besar. Walaupun apa yang dikatakan hanyalah kepalsuan untuk kepentingan mereka pribadi dan fraksi mereka. Ha…ha… hebat sungguh hebat. Ya..kita tinggalkan dulu para dewan itu, kita kembali lagi kepada diriku yang terjebak di jalan yang macet ini. Sengaja hari ini aku naik oplet, agar bisa menikmati pemandangan yang begitu lazim di negeri ini semenjak pasca kemerdekaan.  Sungguh indah, aku begitu menikmati semuanya. Maksudnya menikmati disini bukan karena aku senang dengan konidisi Indonesia seperti itu, tapi aku ingin mengenal indonesiaku lebih jauh hingga timbul rasa cinta yang begitu dalam hingga aku tergugah agar turut menjadi bagian dari sejarah bangsa ini untuk merubahanya menjadi lebih baik lagi. Mungkin terlalu naïf memang, hanya dengan kemampuan dan pengetahuan yang minim kumiliki. Apakah mungkin?, dan bukan hanya aku tapi semoga kita semua sebagai genarasi penerus bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oplet yang begitu lama jalannya ini, membuatku dapat melihat semua yang terjadi sepanjang jalan. Kali ini mataku tertuju pada ibu separuh baya, pakainnya kumal, sambil menggendong anak  ia  masuk ke setiap toko, dan menadahkan tanganya. Mukanya memelas kasihan. Mulutnya bicara. Walaupun tak kedengaran di telingaku.  seolah-olah aku mengerti apa yang ia katakan “ sedekahnya pak,tambah-tambah untuk beli kulkas”. Jangan ada yang protes. Inikan pandai-pandainya aku saja mengartikan apa yang ibu itu katakana. Tapi kupikir kalian semua juga sudah pada tahu, apa yang di katakan ibu itu. karena ibu itu hanya satu contoh dari seribu satu korban  kemiskinan di negeri ini. Di sisi kanan jalan, wah..ada keributan apaan tu…?, ku tinggalkan ibu pengemis itu. kali ini terfokus dengan keributan di sisi kanan jalan. Segerombolan orang berlari sambil berteriak “maling….maling….”. ternyata ada maling. Siapa malingnya?. Ternyata hanya seorang anak kecil kawan, ya…anak kecil, aku melihatnya berlari beberapa meter dari orang-orang dibelakangnya. Anak kecil itu membawa sekantong plastic hitam. Entah apa yang dicurinya?. Aku penasaran.  Saying aku tak dapat turun dari oplet, karena tak boleh berhenti sepanjang jalan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ban oplet terus berputar, mataku liar. Melihat setiap sisi jalan dengan teliti. Aku tak mau ada yang terlewatkan hari ini. Oplet berhenti, karena lampu merah. Beberapa kendaraan motor  langsung menerobos, karena tak ada polisi yang jaga. Itulah kebiasaan masyarakat kita. Taat peraturan jika hanya ada yang men gawasi.  Sudah lampu hijau, pak sopir menginjak pedal gas opletnya. Sampah-sampah betebaran kesana kemari. Sungguh nakal samapah itu (sampah itu yang nakal atau tangan-tangan kita yang nakal membuangnya sembarangan). Setelah beberapa meter  berlalu,  sekitar 15 meter di depan . sisi kiri jalan. Ada pos penjagaan polisi, wah…sepertinya pak polis-polis itu lagi asik. Mereka tertawa. Entah apa yang mereka tertawakan. Salah satu dari mereka memegang gelas berisikan kopi. Ada juga yang sedang membaca Koran. Mereka tampak gagah dengan pakain seragamnya. Dan yang pastinya mereka begitu santainya dan menimati hari ini dan hari-hari sebelumnya, dan di belakang sana macet tak terbantahkan sebagai realita yang terabaikan. Mantap gak tu…..&lt;br /&gt;Ternyata oplet sudah mendekati tempat tujuanku, aku harus segera turun, mungkin sampai disi dulu kawan.  &lt;br /&gt;Sampai jumpe lagi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-3632477548729691780?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/profile.php?id=1845408745' title='oplet dan pemandangan hari ini'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/3632477548729691780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=3632477548729691780&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/3632477548729691780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/3632477548729691780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2010/09/oplet-dan-pemandangan-hari-ini.html' title='oplet dan pemandangan hari ini'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-6988262085030330841</id><published>2010-03-07T16:42:00.000-08:00</published><updated>2010-03-07T16:45:38.769-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>INISIAL NAMANYA “i.g”</title><content type='html'>(realita Yang kufiksikan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini tepat jam 3.30 aku duduk di esteler disamping ssa, duduk karena ada janji yang ku buat sendiri dengan seseorang. Perlu diketahui, pertama; janji ini ada sedikit unsur pemaksaan walaupun bunyi  sms yang kukirim pada orang itu “abg tunggu di esteler samping ssa, jam 3.30 terserah mau datang taw gak, yang pastinya bg tetap tunggu. Jgan dibalas sms ini y…!”. Kedua; janji ini ku buat pada malam sabtu hari jum’at sekitar jam 8 lewat (tak ingat aku lewatnya berapa) pokoknya segitu deh…, selama terkirimnya sms itu perasaan aku tak setenang hari sebelumnya, setiap sms yang masuk pasti aku tergopoh-gopoh untuk membukanya, ku pikir dari orang itu tapi aku akui ternyata orang itu (ah gak enak nyebutnya “orang itu” ku ganti saja ya…dengan “i.g” itu inisial namanya di facebook) ups..tadi sampai mana? Oya..sampai;… ternyata i.g menuruti permintaanku untuk tidak membalas smsku, tapi aku yang menjadi seperti linglung. Berdetik-detik, bermenit-menit, berjam-jam, bermalam aku gelisah tak ada lain yang kupikirkan selain i.g, setiap di ber-ber itu hanya ada satu pertanyaan yang selalu menyelinap dalam benakku “datang gak ya…i.g besok?”. Kemungkinan jawaban dari pertanyaan itu menurut feelingku yang sudah bertahun-tahun kenal i.g  “0,01 % untuk iya dan 99,99% untuk tidak” dan kalian jika berada diposisiku mungkin juga akan beri jawaban seperti itu. Ini hanya sebuah analisis menurut feelingku, mungkin untuk sebagian orang yang selalu berkutat dengan teori-teori ilmiah untuk membuat suatu analisis yang dapat dipertanggungjawabkan mereka pasti berteriak dengan lantang “ANALISIS YANG SALAH”. Tapi aku tetap dengan keyakinanku, tetap dengan analisisku yang tak dapat dipertanggung jawabkan. Kalau kalian berani taruhan, hayo kita taruhan. Oke. Deal!!.&lt;br /&gt;Setalah aku basa-basi sedikit, kenapa aku berada di esteler ini yang selalu ramai dengan anak-anak remaja Pontianak baik itu smp, sma dan anak-anak kulihan yang sering ngumpul bareng teman-teman mereka masing-masing karena tak mungkin mereka ngumpul sama teman-temanku. Kita Kembali lagi di esteler menemui aku yang sedang duduk sendiri di tengah keramaian disana, awalnya aku duduk lesehan diluar pagar lalu seseorang menghampiriku dan ia menawarkan berbagai macam jenis minuman dan makanan,  begitu banyak yang ia tawarkan, ketika aku mendengar “air kelapa ditambah susu” spontan aku bilang “yang itu aja”. Ya…yang itu aja air kelapa ditambah susu, sudah lama aku tak minum air kelapa, minuman favoritku waktu kecil. &lt;br /&gt;Jam 3.45 aku diserang matahari dengan panasnya ia mengusirku, akhirnya aku putuskan untuk pindah ke lesehan dalam pagar. sebenarnya tadi aku sudah dinasehati oleh togel (seorang pelayan di esteler, ku sebut ia togel karena ia memberi tahuku kode hotspot disini dengan kode “togel” dalam hati aku tertawa, ada-ada saja orang ini) tapi aku tak terlalu respeck dengan nasehatnya, aku terlalu terkonsentariskan akan harapan hadirnya i.g, mataku mengarah disetiap suara motor yang berhenti diparkiran, sesekali hpku juga membuatku gelisah, harap-harap cemas (cie..cie..harap-harap cemas H2c. macam ye..ye…).&lt;br /&gt;Aku  berusaha bersikap tenang, ku buat seolah-olah aku sedang tak menunggu, aku sibukan diriku dengan hotspot yang semenjak aku dari tadi duduk tak bisa browsing padahal sudah connect, ilmuku tak banyak untuk mengetahui penyebabnya apa. aku masih tetap pura-pura sibuk dan pura-pura mengotak-atik leptopku sok tahu. Beberapa menit kemudian, matahari tetap kembali mempermalukan aku, mengusirku tanpa pertimbangan. Ah ini kuasa Tuhan pikirku. Aku pindah lagi, akhirnya aku duduk di kursi yang dari awal memang aku hindari, tak tahu kenapa? hari ini sebenarnya tak ingin duduk dikursi, tapi apa boleh buat, semuanya sudah diatur. Jarum jam ditanganku sudah mengarah pada angka 4. Itu artinya sudah setengah jam aku disini, disini ditengah keramain aku sendiri, disini aku hanya ditemani leptop dan segelas air kelapa+susu. &lt;br /&gt;Ha…ha…aku tertawa dalam hatiku, apa aku bilang? Aku akan menang, analisisku semakin hampir mendekati kesempurnaan. Sekali lagi kubilang aku akan menang, kali ini aku mohon ma’af pada kalian yang para akademisi yang selalu berkutat dengan teori-teori untuk membuktikan analisis yang dapat dipertanggung jawabkan. Rasanya ingin berteriak dari tempatku duduk, kupikir tak ada yang ngelarang aku berteriak, kali ini aku akan berteriak sekuat-kuatnya, ku mohon untuk siapa saja yang membaca ini tak memberitahukan pada siapa-siapa apalagi kalau kalian kenal dengan i.g. kan malu!!. Ya…sebentar lagi aku akan berteriak siap-siap semuanya, aku akan berteriak dalam hatiku “AKU MENANG……”,  ku mohon jangan beritahu siapa-siapa. Nanti aku dibilang gila. Oke itu sudah jadi kesepakatan kita bersama. Palu sidang sudah aku ketuk. Tak ada yang boleh melanggar kesepakatan ini. Wah…kok jadi ngelantur gini, atau aku sudah benar-benar gila. Gila karena menunggu, kusarankan pada kalian jangan sering menunggu. Aku mendukung sekali apa yang dikatakan tokoh Cacing yang diperankan Tria changcuters dalam film the tarik jabrik 1 “WAITING IS BORITING”&lt;br /&gt; bosan…bosan…bosa…n………..bosaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan!!!cukup. &lt;br /&gt;Bosan mulai menghantuiku. Tapi aku harus tetap menunggu yang ku pikir sesuatu yang tak mungkin, walaupun dapat membuatku gila dalam tanda kutip. Tiba-tiba hp ku berdering. Aku kaget, tak lagi kuliat siapa yang menelpon. Langsung kuangkat saja.&lt;br /&gt;Yang tukang telpon : halo, ini aku!&lt;br /&gt;Aku : aku siape?&lt;br /&gt;Yang tukang telpon : …….ka (suaranya samar-samar)&lt;br /&gt;Aku : ka? (jatungku berdebar-debar, darah terasa ngalir cepat naik ke kepala (lebay dikit), dua huruf itu sama dengan dua huruf terakhir nama panggilan asli i.g)&lt;br /&gt;Yang tukang telpon : mita..mita….kok jadi ka?&lt;br /&gt;Aku : oooo mita, kirain? Ade ape Mit (memang sudah gila jauh banget ta…jadi ka…., sepontan darah yang naik dikepala suu…….ur turun lagi).&lt;br /&gt;Yang tukang telpon : kkl semester 5 bile?&lt;br /&gt;Aku : besok, senen.&lt;br /&gt;Yang tukang telpon : masih bise daftar kan?&lt;br /&gt;Aku : manelah aku tau Mit, kau ni ade-ade jak.&lt;br /&gt;Yang tukang telpon : jadi?&lt;br /&gt;Aku : jadi, cobe kau telpon staf prodi tu, kan mereke panitianye.&lt;br /&gt;Yang tukang telpon : gitu ke…? Iyelah kucobe telpon lok. Mak kaseh ye…!&lt;br /&gt;Aku : iye, same-same &lt;br /&gt;Mau marah rasanya, ada-ada saja Mita. Cobalah dari kemaren daftar. “Halo..jangan gitulah bos, tenang…tetap slow down” hati kecil ku mulai campur tangan . “mane bise tenang, kepalak pening ni, jangan macam-macam”(dalam hati jak berani ngomong gitu). Tapi sudahlah tak penting, mataku kembali liar. Memandang siapa saja yang masuk ke tempat ini. Semuanya asing bagiku. Tak ada yang kukenal. Kuputuskan untuk melupakan kalau aku sudah membuat janji dengan i.g disini. Aku keluarkan hetdset, aku buka lagu untuk menghilangkan kejenuhan yang sedari tadi menggergoti pikiranku. Sambil mendengar music, aku akan membuka memori-memori yang berkapuk dalam otakku, kembali mengingat apa yang pernah terjadi antara aku dan i.g. Dan ini sedikit saja yang akan aku ceritakan pada kalian semua. Untuk kali ini ku izinkan kalian memberitahu siapa saja, kalau perlu kalian kirim surat kepada pak SBY yang terhormat, kalian beritahu apa yang terjadi, biar dia tahu ada rakyat kecilnya yang memiliki romantisme cinta yang aneh. Asalkan kalian yang kenal dengan i.g, jangan sampai memberitahunya. Kalau ketahuan samaku, takkan pernah ku ma’afkan kalian 8 keturunan. &lt;br /&gt;Cerita ini agak sedikit aneh, melankolis, terlalu dideramatisir dan L-L. Tapi terserah kalian deh mau mengartikanya seperti apa.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Kami tak pernah sepakat dalam mengartikan cinta, ia tetap dengan prinsipnya dan aku tetap dalam pemaksaan terhadap keinginanku yang selalu kusebut atas nama cinta. Di setiap senja, di belakang rumahku seharusnya kami membuat kesepakatan untuk mengartikan cinta. Tapi ia masih tetap dengan prinsipnya.&lt;br /&gt;Aku sudah lama kenal i.g, tahun 2003 ia tamat SD dan memutuskan untuk tinggal di kampung halamanku. Untuk melanjutkan ke mts yang tepat berada didepan rumah moyangku (ibunya nenekku), ialah yang bakalan menemani moyangku yang beberapa bulan telah tinggal sendiri. Rumahku disisi kiri rumah moyangku. Kalian pasti bertanya kok bisa i.g tinggal di rumah moyangku? Sabar nanti akan kujelaskan. Aku lanjutkan sedikit, saat itu aku, i.g dan bahkan teman-teman yang seumuran denganku saat itu belum tahu apa-apa tentang perasaan terkecuali mereka yang sudah terkena virus yang kusebut “sindrom anak mude zaman sekarang” pengaruh dari pola kehidupan orang-orang barat yang sering disebut pacaran. Pacaran, perasaan, cinta, hubungan, dan segala tetek bengek yang bersangkut paut dengan hal itu, aku tak tahu itu jenis makanan seperti apa. Dan saat itu juga aku tak mau tahu. &lt;br /&gt;Satu tahun aku kenal i.g, hanya kenal nama, ya…hanya nama tak lebih dari itu. Tak pernah aku ngombrol berdua. Aku terlalu sombong. Aku tak terlalu peduli, padahal mataku selalu mencuri setiap kesempatan agar bisa melihat i.g. Aku pikir saat itu aku terlalu masih dikatagorikan anak-anak yang belum cukup umur untuk mengenal segala hal yang kusebutkan tadi. Oya…hampir lupa, tadi aku janji buat cerita kanapa i.g bisa tinggal di rumah moyangku. Ma’af ya…! Senyum dunk! Duh…anak manis, duduk yang manis ya…! Jangan marah lagi. Oke!. i.g adalah anak kakak dari istri adiknya ibunya mamaku. Bingung!!! Artikan saja sendiri, hubungan keluarga seperti apa yang ada antara aku dan i.g terserah kalian menyebutnya apa. Yang pasti seperti itulah hubungan keluarga kami.&lt;br /&gt;Pertengahan 2004 aku ke Pontianak ngelanjutin smaku disana, tahun pertama aku sekolah i.g semakin lenyap dari keramaian baru dalam hidupku. Aku disibukkan untuk beradaptasi di ibu kota khatulistiwa itu. Aku masuk dalam suasana baru yang tak pernah kudapatkan sebelumnya dikampung halaman kutercinta. Masuk tahun kedua aku mulai terjangkit virus “sindrom anak gaul”. Aku mulai belajar mengenal segala hal yang berhubungan dengan perasaan. Ini factor pergaulan, aku tak menyalahkan teman-temanku mungkin aku harus berterima kasih pada mereka. karena itulah kenyataanya. Mereka pelan-pelan mengenalkanku akan kesadaran terhadap cinta. Aku mulai paham setiap orang pasti butuh dengan cinta. satiap apa yang ada pasti butuh cinta. sungai Kapuas airnya mengalir karena cinta hingga sungai ini melahirkan suatu peradaban di bumi khatulistiwa seperti sama halnya sungai nil yang telah melahirkan peradaban tertinggi di Mesir dan itu sama karena airnya yang mengalir ata nama cinta, angin behembus karena cinta, darah yang mengalir dalam setiap makhluk hidup karena cinta. setiap jantung yang berdetak, berdetak karena cinta. Bahkan keteraturan nafas kita, itu karena cinta. Mungkin aku mulai bisa dikatagorikan anak-anak yang mulai cukup umur, aku tak bilang bahwa aku sudah dewasa. &lt;br /&gt;Aku masih ingat hari itu. soreh yang sunyi. Aku duduk diteras rumah kontarakanku. Pamanku belum  pulang kerja. Sedangkan si Amad masih disekolahanya. Biasanya motor halu-lalang semahu hati lewat didepan rumah tak ada putus-putusnya. Dan juga tumben kak ida pemilik tokoh disamping rumah juga tutup. Hari itu. sore itu. Sunyi. Sunyi sekali. Senja-senja merah menerbangkanku dalam fatamorgana, lalu sidrom anak gaul itu mengambil kesempatan untuk memaksaku menjelajah disetiap kenangan yang tertukir di dinding-dinding otakku. Memaksaku untuk mencari satu nama. Memaksaku untuk mencintai nama itu. Memaksaku. Terus memaksaku. Aku mulai berontak, namun virus itu telah menyebar disetiap saraf-sarafku. ia telah masuk disetiap pembulu darahku, mematikan kekuatanku, ekspansinya telah berhasil, ia klonialisme yang handal, semua daerah yang penting dalam tubuhku sudah dikuasainya, aku tak berdaya. &lt;br /&gt;Aku terbang kesana kemari dalam pikiranku, aku sampai dalam memori beberapa tahun silam. Disana ku lihat ada anak gadis kecil, menggunakan jaket lepis dan rambut panjang yang di kepang dua. Di jembatan kecil yang menghubungkan rumahku dan moyangku. Disana ia berjalan dengan langkahnya yang kecil. . aku ingat sekali Ia pernah tersenyum melihatku ketika memperhatikannya dari teras rumahku saat itu. Aku berusaha mengingat namanya. Siapa dia? Pikirku. Aku tinggalkan ia, aku terbang lagi ke memori tahun berikutnya setelah itu. dari kejahuan aku melihat 5 anak gadis mangayuh sepeda, sambil tertawa dan bercanda. Mataku langsung terfokus dengan gadis yang berjilbab biru. Wajahnya hampir sama dengan gadis kecil yang rambut panjangnya dikepang dua tadi. “iya…itu dia!” teriakku dihati. Gadis itu sudah berjilbab. &lt;br /&gt;Kali ini aku melanjutkan penjelajahanku dalam memori kenanganku. Gadis berjilbab itulah yang selalu hadir disetiap lembar-lembar kenangan yang kubuka. Kemudian salah seorang temannya memanggil namanya keras. Aku langsung terperangah, jantungku berdetak tak karuan. Nama itu masih jelas terngiang di telingaku. Seolah-olah terus bergema tiada berhenti. Tiba-tiba ia menoleh kearahku. Ia tersenyum. senyuman yang begitu menyejarah. Senyum yang begitu manis. Senyum yang pernah kulihat diatas jembatan kecil disamping rumahku dari seorang anak gadis kecil, mengunakan jaket lepis dan rambut panjang yang di kepang dua. Apakah Itu i.g?   ya…itu i.g yang telah tumbuh sebagai anak gadis yang hampir cukup umur pikirku. &lt;br /&gt;Ku bertanya-tanya dalam hati, apakah i.g orangnya? iya. Dialah orang yang pernah aku cintai jauh sebelum aku mengenal cinta dan orang yang harus aku cintai setelah aku mengenal cinta karena terinfeksi oleh virus itu. &lt;br /&gt;Akhirnya kuputuskan untuk mengutarakan perasaanku pada i.g. ig terkejut dengan apa yang terjadi. Mungkin tak pernah terbayangkan olehnya. Saat itu ia sibuk buat persiapan uan. Aku tak pernah peduli akan hal itu. yang penting aku sudah mengungkapkan apa yang kurasakan terhadap dirinya. Jelas ia tidak mau langsung memberikan jawaban. “1bulan” katanya. Aku sanggupin untuk menunggu. Tapi apa, ternyata sudah 2 bulan berlalu, aku masih sabar untuk tetap menunggu. Hingga beberapa hari kemudian aku bertemu dengan dirinya dirumah nenekku. Aku masih ingat sekali. Ia duduk diatas kursi dapur disamping jendela dan aku berdiri didepan pintu. disana Aku menagih janji. Ia hanya diam dan tersipu malu. Ia tak berkata-kata. Aku masih menunggu. Menunggu ia mengatakan sesuatu. Menunggu yang keluar dari mulutnya hanya satu kata “iya”. Tapi ia tetap diam, hingga ia pergi keruang tamu. Disitu ada kakeku, neneku mamaku, bibiku, pamanku, adik-adikku, semua keluargaku sedang berkumpul disitu. aku tak bisa berkata-berkata. Diam seribu bahasa. Aku takut ketahuan. Akhirnya aku tak mendapat jawaban yang pasti. &lt;br /&gt;Aku tak pernah menyerah, berulang kali aku mengutarakan perasaanku. Setiap ketemu. Setiap waktu yang memberikan aku kesempatan. Tapi hasilnya tetap sama. Semuanya samar-samar. Hingga ia bosan lalu marah, pernah suatu harai aku mendatangi ke kelasnya. Ia lagi belajar, berdua dengan teman. Hanya berdua. Aku datang seolah-oleh seperti pengacau. Beberapa pertanyaan aku ajukan tak satupun dijawab, ia hanya berkata “kenapa sih, setiap orang harus ngungkapin perasaanya. Coba bang pendam saja dihati mungkin itu lebih baik. Seperti ….. (ups aku tak mau nyebutin namanya ntar ia marah, yg ku maksud i.g) ada juga suka, tapi i.g pendam dihati”. &lt;br /&gt;Pernah juga, aku bertemu dengan i.g di kantin sekolahnya. Menagih jawaban. Tetap saja ia dengan prinsipnya (tak taulah prinsipnye ape), tak memberi jawaban ia atau tidak, ia mengatakan “di Pontianak sana, banyak cewek yang lebih baik lagi dari i.g” . aku jawab “kalo’ i.g pergi ke tokoh boneka lalu ada satu bonekaa yang langsung menarik perhatian i.g dan i.g hanya suka dengan boneka itu. tak ada yang lain. Sedangkan teman i.g menyuruh membeli boneka yang lain. Mau milih yang mana?”  (ngasal-ngasal jak tu…). Tapi aku minta ma’af pada para wanita bukan maksud menganalogikan wanita terhadap boneka yang bisa diperjualbelikan. Mohon ma’af!. Maksud ku disitu, bisa kah dipaksa kalau kita suka dengan seseorang tapi disuruh suka dengan yang lain walaupun orang lain itu jauh lebih baik dari orang yang kita sukai. Gitu loh! Jangan marah dulu.he…sekali lagi ma’af ya…!&lt;br /&gt;i.g selesai dari mts, lalu ia sekolah sma di Pontianak. Tak di sangka. Tak diduga. i.g satu sekolahan samaku. Begitu mengejutkan. Padahal aku mulai ingin mengubur semuanya. Akhirnya semakin tumbuh subur dan sangat besar sekali rasa yang dulu. aku memutar otak untuk mencari cara untuk mendekatinya lagi. Dari mendekati abang sepupunya yang satu angkatan samaku. Terus pura-pura nongkrong di halte biar bisa ngantarnya pulang. Hingga kirim-kiriman surat lewat buku dengan perantara bang sepupunya tadi. Aku masih ingat sekali. Buku itu bewarna hijau dan terakhir tulisannya dalam buku itu i.g menggambar sesosk gadis berjilbab dibalik tulisanya. Tapi tetap saja ia dengan prinsipnya (tak taulah ye…).&lt;br /&gt;Eits….bosan ya..dengar ceritaku. Kalau mau diceritain semua kupikir ntar kepanjangan padahal tadiku bilang mau ceritainya dikit. Itulah kalau sudah bicara tentang i.g aku pandai lupa waktu. Tak ada habis-habisnya kalau mau menceritakan semuanya, mungkin imajinasi aku tak kan pernah habis untuk menulisnya. Sekarang sudah jam berapa ya? Ada yang tahu….? Bentar. Aku lihat jam ku dulu. ooo jam 4.20. “APA…. 4.20?” (biase jak kaleeee). Sudah hampir satu jam. Tapi tak apalah. Tanggung ni, aku singkat-singkat saja ya…&lt;br /&gt;Aku tak pernah lelah. Hanya saja terkadang aku kasian melihat i.g. aku selalu saja menganggunya. Hingga akhirnya kuputuskan untuk tak lagi menganggunya. Aku berjanji. sebelum itu, saat itu pula Pontianak tertutup oleh kabut yang tebal. Yang kata orang bisa menganggu kesehatan. Nah moment itu ku manfaatkan. Sebelum aku berjanji pada I.g untuk tak lagi menganggunya aku memberinya seleyer warna putih. Kenangan terakhirku selain hal-hal yang membuatnya terasa terganggu. Satu pertanyaan aku buat kalian “masih adakah seleyer tersebut sekarang?”. (entahlah ye…penting gak seeee, ya penting dunk bagi aku.) kalau ada yang tahu cepat sms di no hp ku 085252491918 (sekalian promosi no hp). Akan ku beri hadiah yang sepesial nanti.&lt;br /&gt;Semenjak itu, aku tak lagi mengganggunyu dengan keinginanku yang kusebut atas namanya cinta. Semua tentangnya yang tertulis rapi disetiap lembar catat harianku dan di dalam buku yang warna hijau, seharunya semua itu menjadi sejarah. Semunya ku bakar. Bermaksud tak ada lagi i.g dalam setiap lini kehidupanku.&lt;br /&gt;He…he..tertawalah! aku pun terkadang tertawa sendiri kalu ingat dengan apa yang terjadi anatara aku dan i.g. terlalu berlebihan. Terlalu berlebihan bagiku yang saat itu masih berseragam putih abu-abu. Tapi itulah yang tak terlupakan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Kita kembali lagi dengan orang gila yang sedang duduk diestelaer sana. Sudah jam 4.30. benar-benar gila. &lt;br /&gt;“bang…!”. Ada yang memanggil dari belakang.&lt;br /&gt;Orang gila ini pun noleh lah kebelangkang. Ya ampun…ternyata orang gila juga (ma’af…ma’af….). ternyata itu i.g. ia melontarkan senyumnya yang begitu menyejarah. &lt;br /&gt;Senang. Pasti dunk. Baru kali ini, aku duduk berdua denganya di tengah rimba Pontianak. &lt;br /&gt;Banyak yang kami diskusikan, walaupun terkadang aku mulai melihat kebosanan di wajah manisnya itu. aku duduk tak lagi dengan perasan yang dulu hadir untuknya (tak mau ah aku bilang rasa seperti apa yang ada saat ini. Bisa saja tak ada rasa apa-apa dan bisa saja rasa itu semakin dalam). Setalah banyak nogobral dengan i.g, heeh salah, ngobrol maksudnya. Lalu ku ajak i.g pergi ke alun-alun Kapuas. Sebenarnya ku tak berani ngajaknya. Takut di tolak. Ah…tapi ku beranikan diri sajalah. Ternyata ia mau. &lt;br /&gt;Kami pun langsung menuju alun-alun Kapuas, semakin banyak kami bertukar cerita. Rasanya tak mau pulang. Tapi Aku juga harus ingat waktu. Adzan magrib berkumandang. Kami pulang. Katanya ia mau kerumah temanya lagi dan aku kekampus. Di sepanjang jalan tanjung pura aku mengikutinya dari belakang, dikiranya aku belok disimpang pasar sudirman. Sampai di simpang lampu merah, di belakang mobil mataku tetap melihatnya. Ia tak tahu aku aku ada di belakangnya. Ku liat ia mangeluarkan hpnya. Mungkin ia mau sms temanya. Lampu hijau nyala. i.g bujur kearah jalan imam bonjol dan aku belok ke araha jalan veteran. Tiba-tiba hp ku begetar. “tak singgah ke masjid dulu. sholat magrib” ternyata dari i.g, mungkin tadi….., betapa senangnya aku (lebay). Aku balas (ntar aja deh, sholat dikampus). &lt;br /&gt;Hari ini senang sekali rasanya, tapi sayang di ujung malam hari ini berending tak bagus. Dari tadi aku sms i.g tapi tak dibalas-balasnya. Ku telpon malah di reject. Aku hanya khawatir. Aku hanya ingin tahu sudah sampai di rumah belum. Tega. Benar-benar tega. Ah…itukan haknya kupikir. Tapi apalah susahnya tinggal balas smsnya “iya abang sayang, i.g dah sampai dirumah” (ngarep pake’ sayang).&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Setelah banyak berbagi kisah dengan i,g hari ini. Dan sebelum hari ini juga. Sering berbagi cerita, berbagi pendapat via sms, dan di facebook aku hanya ingin mengatakan sekali lagi apa yang kutulis di pertengahan cerita ngawur ini; Kami tak pernah sepakat dalam mengartikan cinta, ia tetap dengan prinsipnya dan aku tetap dalam pemaksaan terhadap keinginanku yang selalu kusebut atas nama cinta. Di setiap senja, di belakang rumahku seharusnya kami membuat kesepakatan untuk mengartikan cinta. Tapi ia masih tetap dengan prinsipnya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Oya…aku mengaku kalah kepada para akademisi. Aku mohon ma’af dengan analisisku dan aku juga minta ma’af telah berani mengajak kalian taruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Serpihan cerita yang terbuang dari bumi khatulistiwa”&lt;br /&gt;Coretan kata-kata terjelek dari penulis terbodoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selesai kutulis di pelosok kobar. Dirumah baruku&lt;br /&gt; 3 maret 2010, pukul 00.00 wib&lt;br /&gt; Ais. Orang aneh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-6988262085030330841?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/6988262085030330841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=6988262085030330841&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/6988262085030330841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/6988262085030330841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2010/03/inisial-namanya-ig.html' title='INISIAL NAMANYA “i.g”'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-6630222214444029837</id><published>2009-11-17T01:43:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T01:58:03.176-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>kado sederhana untuk pehlawan dan pemuda</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cerita masa lalu mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita-cerita masa lalu mu,&lt;br /&gt;Takkan pernah hilang ditelan zaman,&lt;br /&gt;Karena ia telah abadi terukir &lt;br /&gt;di dinding-dinding sejarah kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau telah jadi pelaku sejarah,&lt;br /&gt;ajarkanlah kami untuk melangkah lebih baik dari mu,&lt;br /&gt;agar apa yang telah kau perjuangkan mati-matian tak sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sadar akan hari ini,&lt;br /&gt;Tentang mu yang hanya jadi senandung biasa.&lt;br /&gt;Tapi jangan lagi kau bersedih,&lt;br /&gt;Dan berhentilah menangis melihat tingkah laku kami yang membuatmu kecawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami atas nama pemuda berjanji&lt;br /&gt;Akan melanjutkan perjuanganmu mulai hari ini&lt;br /&gt;Walaupun kami takkan mampu menjadi &lt;br /&gt;Pahlawan seperti mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Ai5(4/11/09) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ceritamu, buatku iri!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam telah larut dalam kesunyian,&lt;br /&gt;Semua kembali dalam perpaduan&lt;br /&gt; untuk kembali pada satu titik&lt;br /&gt;Untuk menghilangkan rasa lelah hari ini.&lt;br /&gt;Tapi tidak bagimu, engkau tak mengenal kata lelah&lt;br /&gt;Hingga malam yang telah larut itu tak penting bagi mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari engkau selalu bercerita,&lt;br /&gt;Betapa gagahnya dirimu dan teman-temanmu.&lt;br /&gt;Sungguh, pasti bukan hanya aku yang iri dengan cerita-ceritamu &lt;br /&gt;Semua yang mengaku pemuda hari ini pun pasti iri,&lt;br /&gt;Karena tak satu langkah saat ini yang kami langkahkan &lt;br /&gt;Dengan gagah untuk Ibu Pertiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                        &lt;br /&gt;                                            Ai5(4/11/09)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masihkah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Masih adakah pahlawan hari ini?&lt;br /&gt;Atau…….&lt;br /&gt;Masih perlukah kita pahlawan hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membawa bunga dan &lt;br /&gt;Membacakan sajak-sajak keberanian,&lt;br /&gt;Agar bumi nusantara kembali harum&lt;br /&gt;Dan merah putih kembali berkibar di atasnya&lt;br /&gt;Dengan gagah bukan terpaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ai5(4/11/09) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Katanya Satu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya satu Tanah Air,&lt;br /&gt;Katanya satu Bangsa,&lt;br /&gt;Katanya satu Bahasa,&lt;br /&gt;Tapi tak ada kesatuan&lt;br /&gt;Yang ada hanya kepentingan.&lt;br /&gt;Teruslah engkau menangis Ibu Pertiwi&lt;br /&gt;Karena kesatuan hanya simbol belaka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                      Ai5(27/10/09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sajak Untukmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak ini kutulis&lt;br /&gt;Sengaja untuk menghinamu,&lt;br /&gt;Wahai pemuda……&lt;br /&gt;Sajak ini kutulis&lt;br /&gt;Sengaja untuk melukaimu ,&lt;br /&gt;Biar kau sadar&lt;br /&gt;Ibumu telah menangis, &lt;br /&gt;Wahai pemuda….&lt;br /&gt;Sajak ini kutulis&lt;br /&gt;Karena kau tak lagi bersatu&lt;br /&gt;Untuk satu tujuan,&lt;br /&gt;Wahai pemuda….&lt;br /&gt;Kau telah lotari&lt;br /&gt;Bumi nusantara dengan tahi busukmu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Ai5(28/10/09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ingatlah Pemuda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iIngatlah wahai pemuda……..&lt;br /&gt; Hari ini memang tak sama dengan dulu&lt;br /&gt; Ibu pertiwi telah kehabisan air mata &lt;br /&gt; Melihat tingkah lakumu&lt;br /&gt; Yang mulai tak bermoral&lt;br /&gt; Kau telah kotori &lt;br /&gt; Tanah Ibumu,&lt;br /&gt;Ingatlah wahai pemuda…….&lt;br /&gt;Hari ini memang tak sama dengan dulu&lt;br /&gt;Ibu Pertiwi pernah bangga pada pemuda sebelummu&lt;br /&gt;Melihat semangatnya bela Ibu Pertiwi&lt;br /&gt;Yang tak getar untuk berjuang&lt;br /&gt;Ia telah harumi&lt;br /&gt;Tanah Ibumu,&lt;br /&gt;Ingatlah wahai pemuda……..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ai5(28/10/09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kalian Itu Sama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hari ini ribuan bebatuan &lt;br /&gt; Kau lotari temanmu&lt;br /&gt; Bom Molotov kau ledaki.&lt;br /&gt; Kau tertawa melihat darah temanmu menetes,&lt;br /&gt; Kau berbangga hati ketika &lt;br /&gt; Menang di atas tangisan temanmu.&lt;br /&gt;Kalian berdua sebenarnya sama&lt;br /&gt;Sama-sama mulai tak bermoral,&lt;br /&gt;Persatuan yang dulu dijadikan sumpah&lt;br /&gt;Sekarang hanya menjadi symbol tak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       Ai5(28/10/09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa yang kau ingat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah kau akan sumpah itu?&lt;br /&gt;Sumpahku, sumpahmu, sumpah kita.&lt;br /&gt;TIDAK?&lt;br /&gt;Begitu mudah kau jawab tidak,&lt;br /&gt;Jadi apa yang kau ingat?&lt;br /&gt;Jadi yang kau ingat hanya senang-senang,&lt;br /&gt;Jadi yang kau ingat hanya mabuk-mabukan,&lt;br /&gt;Jadi yang kau ingat hanya wanita-wanitamu,&lt;br /&gt;  Lebih baik sekarang kau pulang!&lt;br /&gt;  Lalu bunuhlah ibu pertiwi mu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ai5(30/10/09)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-6630222214444029837?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/6630222214444029837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=6630222214444029837&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/6630222214444029837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/6630222214444029837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2009/11/kado-sederhana-untuk-pehlawan-dan.html' title='kado sederhana untuk pehlawan dan pemuda'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-6109194996149517941</id><published>2009-07-10T05:26:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T05:27:02.786-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>HSTORIA VITAE MAGISTRA</title><content type='html'>Oleh : Haris Firmansyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Sering kali diabaikan dan bahkan dianggap sepele oleh sebagian masyarakat kita, ini merupakan fenomena yang sangat berbahaya bagi bangsa tercinta ini, memang kelihatannya sederhana sekali. Namun,  ketika sejarah tidak lagi di pandang atau diabaikan kelak bangsa ini akan kehilangan jati diri bangsanya.&lt;br /&gt;Pada dasarnya sejarah memiliki sisi yang sangat esensial dalam kehidupan manusia baik secara personal maupun kelompok, karena sejarah memiliki pengaruh dalam tiga dimensi waktu kehidupan manusia (masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang).&lt;br /&gt;”Historia Vitae Magistra” itulah kata seorang filsuf Yunani, sejarah adalah guru kehidupan. Memang benar apa yang dikatakannya, tanpa kita sadari bahwa tanpa sejarah kita tidak akan ada dan dengan adanya masa lalulah kita bisa selalu belajar agar bagaimana kehidupan kita saat ini dan yang akan datang jauh lebih baik lagi.&lt;br /&gt;Sejarah tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tapi sejarah memiliki peranan penting yang dapat membentuk kepribadian seseorang yang biasa menjadi luar biasa. Selain itu, Haris Zaky Mubarak dalam artikelnya yang berjudul ”Pengembangan Muatan Lokal Dalam Pembelajaran Sejarah” menyatakan ”pentingnya pemahaman pengertian sejarah untuk kehidupan sehari-hari menjadikan siswa (seseorang) mempunyai kemampuan untuk berinteraksi di masyarakat. Sejarah dapat diibaratkan pendidik, karena dapat mendidik jiwa manusia lewat hasil yang dicapainya (Trevelyan 1957 : 228).&lt;br /&gt;Pembelajaran sejarah bukan hanya menanamkan pemahaman masa lampau hingga masa kini, tapi juga menumbuh kembangkan rasa kebanggaan dan citra tanah air. Bangga sebagai Bangsa Indonesia merupakan pengalaman berarti untuk menumbuh kembangkan rasa kebanggaan dan kecintaan pada manusia secara universal”.&lt;br /&gt;Sejarah juga dapat dijadikan pondasi untuk berpikir bijak untuk menjalani kehidupan ini yang penuh dengan pilihan. &lt;br /&gt;”JAS MERAH ; ( Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”. (Tajuk pidato Ir. Soekarno).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ketua Umum HIMAS &lt;br /&gt;STKIP-PGRI Pontianak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-6109194996149517941?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/6109194996149517941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=6109194996149517941&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/6109194996149517941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/6109194996149517941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2009/07/hstoria-vitae-magistra.html' title='HSTORIA VITAE MAGISTRA'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-819500952612740863</id><published>2009-07-10T05:24:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T05:26:00.944-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Mandor, Sejarah Yang Terabaikan</title><content type='html'>BANGSA ini penuh dengan sejarah yang kelam, namun sarat akan makna dan ilmu. Sayang sekali jikalau sejarah yang ada di bangsa tercinta ini diabaikan begitu saja, tapi itulah kenyataannya sejarah selalu diremahkan, hanya dengan alasan ”yang sudah terjadi, sudahlah lupakan saja”. Sebenarnya yang sudah terjadi itu dapat dijadikan pelajaran untuk memperbaiki masa depan bangsa ini. &lt;br /&gt;Salah satu sejarah yang sangat dramatis adalah Pristiwa Mandor, mungkin tidak banyak yang tahu tentang sejarah ini (Ma’af!  ”tidak tahu atau tidak mau tahu”). Peristiwa yang terjadi sekitar tahun 1942-1945 ini telah memakan korban yang tidak sedikit. Namun, suara kesengsaraan rakyat yang menjerit keras seakan tertutupi oleh awan tebal yang sangat pekat. Kita selalu dipaksakan untuk meresapi kesengsaraan rakyat tanah jawa yang pada dasarnya sama susahnya dengan kesengsaraan yang terjadi di Kalimantan Barat sehingga kita melupakan sejarah daerah kita sendiri. Padahal, pada zaman pendudukan Jepang adalah merupakan suatu masa yang diselimuti oleh kelaparan, derita, kemiskinanan, ketakutan, air mata, dan darah. Masa suram semacam itu tidak hanya terjadi di pulau Jawa atau Sumatra, tetapi malanda semua penjuru tanah air termasuk Kalimantan Barat. Satu generasi terbaik kalimantan barat telah habis dibantai. Rekayasa atau tidak, yang pastinya lebih dari 1.000 nyawa terlanjur lenyap. Mereka tewas di ujung samurai dan bedil senjata balantara Jepang. Dapat kita bayangkan, jika generasi terbaik itu tidak dibantai, mungkin Kal-Bar akan tidak terperuk seperti saat ini. &lt;br /&gt;Mungkin bisa dikatakan bahwa sejarah ini tidak dilupakan hanya saja diabaikan. Pemerintah contohnya, mereka sudah mulai tampak memperhatikan hal ini, untuk mengenang para pejuang yang menjadi korban keganasan tentara Jepang di Kal-Bar, maka pemerintah Daerah Tingkat I Kal-Bar mendirikan  monumen di Mandor sebagai simbol adanya perjuangan  dan perlawanan terhadap Jepang di Kal-Bar pada tahun 1976/1977. kompleks monumen dilengkapi dengan plaza yang luas, di kiri - kanan monumen dibuat dinding beton, masing-masing berukuran 15x2,5 m berhiaskan relief. Monumen ini diarsiteki ir.M.Said Djafar, desain relief oleh seniman lukis Kal-Bar Syekh Abdul Aziz Yusnian dan pembuatan relief oleh Hermani Cs. Monumen itu diberi nama ”Monumen Makam Juang Mandor”. Selain itu pemerintah dengan bertujuan untuk menumbuhkan rasa saling menghargai dan menanamkan rasa cinta pada bangsa dan negara, disamping juga  untuk mengenang peristiwa Mandor, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Peraturan Daerah NO.5 Tahun 2007 menetapkan tanggal 28 Juni sebagai Hari Berkabung daerah (HBD) Kalimantan Barat. Tanggal ini diambil karena bertepatan dibangunnya Monumen yang diresmikan bersamaan dengan ziarah massal 28 juni 1977. sejak peraturan itu ditetapkan maka mulai tahun 2007 setiap tanggal 28 Juni dilakukan pengibaran setengah tiang di kantor-kantor instansi pemerintah dan masyarakat. &lt;br /&gt;Sungguh sangat luar biasa perhatian pemerintah, namun kita sudah ketahui bersama, bagaimana keadaan hari-hari bersejarah lainnya di bangsa indonesia, sejarah akan selalu menjadi romantisme masa lalu yang hanya menjadi kenangan bukan sebagai History as past actuality, sejarah sebagai peristiwa yang patut dipelajari tidak hanya dikenang sehingga generasi masa depan bangsa ini akan selalu tumbuh dengan sifat dan rasa nasionalisme yang tinggi tanpa menghilangkan jati diri bangsanya. &lt;br /&gt;Kita sebagai masyarakat juga harus peduli untuk memperhatikan masalah ini, kita harus memulai dari diri kita sendiri untuk terus memperhatikan sejarah Lokal dan bukan hanya peristiwa mandor saja, agar sejarah Kal-Bar mulai terangkat kepermukaan dan bisa menjadi sejarah yang berskala nasional, jika kita tidak ingin sejarah Kal-Bar hanya sekedar menjadi cerita rakyat yang semakin dilupakan dari generasi-kegenerasi. Harapan kita semua  agar sejarah lokal  dapat dimasukan di kurikulum  dalam mata pelajaran sekolah  Muatan Lokal agar generasi muda Kal-Bar mengetahui sejarah daerahnya sendiri,  jadi sejarah nantinya bukan hanya menjadi ritulyang dilakukan setahun sekali, tapi dapat menjadi media pembelaaran secara terus menerus dan pembentukan nilai-nilai luhur dalam memahami sejarah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-819500952612740863?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/819500952612740863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=819500952612740863&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/819500952612740863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/819500952612740863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2009/07/mandor-sejarah-yang-terabaikan.html' title='Mandor, Sejarah Yang Terabaikan'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-8864832652856150175</id><published>2009-06-20T05:53:00.000-07:00</published><updated>2009-06-20T05:56:23.172-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>akankah perubahan datang &lt;br /&gt;dengan sendirinya&lt;br /&gt;tanpa kita jemput&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh, kemalasan sudah &lt;br /&gt;memenjarai diriku&lt;br /&gt;aku malas menjemputnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-8864832652856150175?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/8864832652856150175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=8864832652856150175&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/8864832652856150175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/8864832652856150175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2009/06/akankah-perubahan-datang-dengan.html' title=''/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-8643927815112279626</id><published>2009-05-18T19:08:00.000-07:00</published><updated>2009-05-18T19:40:04.987-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/ShIX3K5HxMI/AAAAAAAAAEc/1tB7qkMVc84/s1600-h/DSC02448.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/ShIX3K5HxMI/AAAAAAAAAEc/1tB7qkMVc84/s400/DSC02448.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337354744971642050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/ShIX2nBOdrI/AAAAAAAAAEU/YcGeB3TMuqg/s1600-h/DSC02366.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/ShIX2nBOdrI/AAAAAAAAAEU/YcGeB3TMuqg/s400/DSC02366.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337354735341958834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;inginku ceritakan sebuah &lt;br /&gt;perjalanan yang merupakan catatan sejarah anak-anak sejarah diBumi Tadulako,Palu, Sulawesi Tengah. Tapi.....cerita itu belum kutulis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-8643927815112279626?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/8643927815112279626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=8643927815112279626&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/8643927815112279626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/8643927815112279626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2009/05/inginku-ceritakan-sebuah-perjalanan.html' title=''/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/ShIX3K5HxMI/AAAAAAAAAEc/1tB7qkMVc84/s72-c/DSC02448.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-5465369016010339585</id><published>2009-04-22T20:41:00.000-07:00</published><updated>2009-04-22T20:42:40.724-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Siswa Mulai Tidak Peduli Sejarah Bangsa</title><content type='html'>"Pontianak post"&lt;br /&gt;Selasa, 10 Maret 2009 , 08:00:00&lt;br /&gt;Siswa Mulai Tidak Peduli Sejarah Bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUNGKIN sejarah dianggap suatu hal yang sangat membosankan. Bahkan tidak menarik bagi sebagian siswa. Sehingga meraka tidak terlalu peduli dengan hal-hal yang berbau sejarah. Ketidakpedulian ini jika kita amati merupakan salah satu penyebab hancurnya moral generasi muda bangsa kita yang tercinta ini. Dan ini akan menimbulkan efek yang sangat berbahaya yakni “Indonesia akan kehilangan jati diri bangsanya” karena generasi mudanya tidak peduli akan masa lalu bangsanya sendiri. Sudah dapat kita bayangkan bagaimana keadaan Indonesia kedepannya jika fenomena ini masih dianggap sepele dan diremehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, sejarah bukan hanya berbicara tentang masa lalu. Tapi sejarah memiliki peranan penting yang dapat membentuk kepribadian siswa yang biasa menjadi luar biasa. Selain itu, Haris Zaky Mubarak dalam artikelnya yang berjudul “Pengembangan Muatan Lokal dalam  Pembelajaran Sejarah” menyatakan “pentingnya pemahaman pengertian sejarah untuk kehidupan sehari-hari menjadikan siswa mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dimasyarakat. Sejarah dapat diibaratkan pendidik, karena dapat mendidik jiwa manusia lewat hasil yang dicapainya (Trevelyan, 1957:228). Pembelajaran sejarah bukan hanya untuk menanamkan pemahaman masa lampau hingga masa kini, tapi juga untuk menumbuh kembangkan rasa kebanggaan dan citra tanah air. Bangga sebagai bangsa Indonesia merupakan pengalaman berarti untuk  menumbuh kembangkan rasa kebanggaan dan kecintaan pada manusia secara universal”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah juga dapat dijadikan pondasi untuk berpikir bijak. Sehingga siswa sebagai generasi penerus bangsa dimana ditangannyalah kelak akan berada kelangsungan hidup bangsa tercinta ini, dapat dan bisa berpikir bijaksana dan menjadikan sejarah sebagai cerminan masa lalu untuk membawa kehidupan bangsa Indonesia dimasa depan, baik dari aspek sosial, budaya, politik, agama maupun ekonomi kearah yang jauh lebih baik lagi. Sekarang bukan saatnya untuk menimbulkan pertanyaan “siapa yang salah?” karena ini merupakan kebiasaan yang jelek dari bangsa tercinta ini yang mengaku dirinya bangsa yang bemartaban tinggi. Tapi, mari kita mencari solusi bersama dalam mengatasi fenomena ini. Yang pastinya ini merupakan tantangan kita bersama untuk memajukan Indonesia dan agar Indonesia tidak kehilangan jati diri bangsanya. Apalagi guru dan calon pendidik akan jauh lebih mendapatan tantangan yang besar untuk mengkemas pembelajaran sejarah agar menarik dan tidak membosankan agar nilai-nilai bangsa dapat tertanam dalam diri setiap individu siswa.&lt;br /&gt;“JAS MERAH ; Jangan sekali-kali melupakan sejarah”. (tajuk pidato Ir. Soekarno)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;* Penulis Haris Firmansyah&lt;br /&gt;Mahasiswa Prodi Sejarah STKIP-PGRI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-5465369016010339585?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/5465369016010339585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=5465369016010339585&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/5465369016010339585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/5465369016010339585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2009/04/siswa-mulai-tidak-peduli-sejarah-bangsa.html' title='Siswa Mulai Tidak Peduli Sejarah Bangsa'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-4689144385362114830</id><published>2009-04-22T20:39:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T19:34:16.878-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Melalui Pendidikan, Kita Bangun SDM Indonesia</title><content type='html'>KEMAJUAN suatu negara terletak pada kualitas manusia didalamnya, apabila SDMnya jelek? Maka negara tersebut akan sulit berkembang bahkan akan selalu ditindas oleh negara asing. Dari dulu dan sampai sekarang selalu timbul suatu pertanyaan sederhana yang mungkin menarik untuk dibahas, yakni “ Mengapa Indonesia tidak maju-maju?”. Sekarang sudah jelas jawabannya “SDM Indonesia amatlah jelek”. Sudah berbagai cara dilalui pemerintah untuk memperbaikai SDM dari kesehatan, ekonomi, budaya, sampai hal yang sangat vital yang dapat membentuk pola dasar karakter dan pemikiran masyarakat yakni Pendidikan. Anehnya usaha pemerintah itu menimbulkan tanggapan yang jelek di mata masyarakat karena terkesan hanya menghambur-hamburkan kas negara dan bukti nyata dari usaha pemerintah tersebut masih sangat kusam dan tidak jelas, semua itu dikarenakan ketidakseriusan pemerintah dalam menenganinya. Pemerintah sangat hebat dalam menyusun suatu program untuk memperbaiki SDM tapi dibalik itu semua  sebagian dari mereka hanya mencari keuntungan pribadi dalam menjalankan programnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita tidak bisa terus-terusan menyalahkan pemerintah, suatu program untuk memperbaiki SDM walaupun sudah dirancang sedemikian bagusnya dan bahkan dijamin akan bisa sukses besar, jika kita sebagai masyarakat yang menjadi objek dari program itu tidak memberikan respon yang baik maka semuanya akan sia-sia. Kinilah saatnya pemerintah dan masyrakat bekerjasama dalam membentuk SDM Indonesia yang bagus untuk mencapai Indonesia suskses dan maju !. Sudah berabad-abad Negara ini terjajah oleh bangsa asing, apakah sekarang kita masih mau dijajah lagi dengan kebodohan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah bodohnya kita jika tidak belajar dari sejarah, karena bangsa ini terbentuk melalui sejarah. Presiden pertama kita Bung Karno pernah berpidato dengan judul “Jasmerah” (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah). Sekarang saatnya kita harus melihat dan mempelajarinya demi kemajuan bersama, tidak dapat dipungkiri lagi Indonesia bisa memperoleh kemerdekaan karena pendidikan. Misalnya terbentuknya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang menandai pergeseran pola gerakan anti klonialisme dari gerakan bersenjata menuju perjuangan melalui organisasi, Soempah Pemoeda tanggal 28 Oktober 1928, itu merupakan tonggak sejarah yang menandai kesadaran untuk bersatu dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Di dalam buku 100 tokoh yang mengubah Indonesia diabad 20, disusun oleh Floriberta Aning S memuat tokoh-tokoh yang semasa hidupnya tidak terlepas dari pendidikan. Misalnya Soekarno (mantan Presiden pertama RI), KI Hadjar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional), H.O.S Tjokroaminoto (tokoh Pergerakan Nasional) dan masih banyak lagi yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sejarah pernah menggambarkan bahwa betapa pentingnya pendidikan. Lihat saja Jepang yang pada perang dunia kedua tahun 1945 adalah negara yang paling hancur akibat bom atom di Hirosima (6/8/1945) dan Nagasaki (9/8/1945). Semuanya hancur tiada bersisa.  Tapi pada saat itu begitu bijaksananya Kaisar Jepang, pertanyaan pertama yang muncul dari pimpinan tertinggi tersebut  “masih berapa jumlah guru yang tersisa di negeri ini?”. Kemudian beliau menerangkan alasannya mengapa bertanya seperti itu “jika negeri ini masih ada guru, kita akan segera bangkit dari kekalahan. Dari gurulah akan lahir seorang Insiyur, dokter dan tenaga terampil lainnya guna membangun negeri ini” . betapa berharganya nilai guru dan pendidikan di mata Kaisar Jepang. Ternyata ucapan Kaisar Jepang memang sungguh luar biasa, Jepang yang dulu menangis sekarang tersenyum lebar menjadi negara terkuat dalam teknologi dan merupakan negara raksasa yang menguasai perdagangan dunia, bagaimana dengan negara kita? rasanya terbalik 360 derajat, kita belum mampu tersenyum lebar melihat nasib pendidikan dan perkembangan bangsa saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah merupakan pelajaran berharga sekaligus cambuk bagi kita untuk tidak terlalu pulas tertidur dan bermalas-malasan kita tertinggal karena bangsa kita adalah pemalas dan tidak disiplin. Kini saatnya bangkit menyongsong kemajuan bangsa lewat pendidikan, karena sesungguhnya pendidikan merupakan pondasi awal dalam membangun SDM demi menciptakan bangsa yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Haris firmansyah, Kabid Infokom Primakapon &amp; Mahasiswa prodi sejarah STKIP-PGRI PTK&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-4689144385362114830?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/4689144385362114830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=4689144385362114830&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/4689144385362114830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/4689144385362114830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2009/04/melalui-pendidikan-kita-bangun-sdm.html' title='Melalui Pendidikan, Kita Bangun SDM Indonesia'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-2355020660849727939</id><published>2009-04-22T20:27:00.000-07:00</published><updated>2009-04-22T20:32:17.562-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>BIOGRAFI MOHAMMAD HATTA “Proklamator dan Wapres RI Pertama”</title><content type='html'>1.Pendahuluan&lt;br /&gt;Sejarah merupakan cerminan masa kini dan masa yang akan datang, ia mengajarkan pada kita untuk selalu berpikir bijak dalam menghadapi kehidupan ini. Jadi,  apa pun yang terjadi pada masa lalu di bangsa kita ia adalah serpihan dari puing-puing sejarah, yang memiliki pangaruh besar terhadap masa kini dan masa yang akan dating pada negri Indonesia yang tercinta ini.&lt;br /&gt;Dan serpihan sejarah tersebut merupakan ukiran-ukiran tangan dari pemimpin-pemimpin negri ini dan para pejuang masa lalu. Dan dalam pengantar di buku “100 Tokoh yang Mengubah Indonesia” yang disusun oleh Floribeta Aning S.mengatakan :&lt;br /&gt;“ada yang mengatakan bahwa sejarah merupakan riwayat hidup orang-orang besar. Tidak selalu demikian, memang, akan tetapi sulit diingkari bahwa riwayat orang-orang besar itu sendiri merupakan sebagian (mungkin terbesar) dari gran narrative sejarah”.&lt;br /&gt;Maka dari pada itu seharusnyalah kita tetap mengenang dan mempelajari tentang kehidupan pribadi para pengukir sejarah  Indonesia. Salah satu dari sekian banyak tokoh adalah  “Mohammad Hatta”, beliau adalah sosok proklamator dan wakil presiden pertama RI yang bertolak belakang dengan Soekarnoyang lebih ekspresif dan meledak-ledak. Mohammad Hatta berpenampilan kalem, tenang dan bijak. menurut Deliar Noer : “Hatta adalah seorang pemimpin yang langka, yang senantiasa memperlihatkan moral tinggi dalam bergerak. Ia dikenal sebagai pemimpin yang bersih dan tak pernah berupaya memperkaya diri dan keluarga. Ia juga bersih dalam menilai kekuasaan yang sebenarnya dapat ia permainkan. Daslam hubungannya dengan perumpuan ia selalu menghargai mereka sembari tetap menjaga jarak berdasarkan akhlak yang dituntut dari seorang muslim yang saleh. Akibatnya ia kerap dianggap kaku dalam berhubungan. Duli dan kini, ia adalah suri teladan”.&lt;br /&gt;Beliau memiliki segudang prestasi yang patut kita banggakan. Di RI beliau memiliki peranan penting, prestasi dan jabatan beliau di negeri ini, antara lain: &lt;br /&gt;a.  Wakil Presiden Indonesia ke-1, Masa jabatan 1945 – 1956 &lt;br /&gt;b.  Perdana Menteri Indonesia ke-3, Masa jabatan 29 Januari 1948 – 16 Januari 1950 &lt;br /&gt;c.  Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Masa jabatan 1949 – 1950 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Biografi singkat Mohammad Hatta&lt;br /&gt;Lahir   :12 Agustus 1902, Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia &lt;br /&gt;Meninggal  :14 Maret 1980 (umur 77), Jakarta, Indonesia &lt;br /&gt;Partai politik  : Non Partai &lt;br /&gt;Istri   : Rahmi Rachim &lt;br /&gt;Anak   : Meutia Hatta, Gemala Hatta, Halida Hatta &lt;br /&gt;Agama   : Islam &lt;br /&gt;Dr.(H.C.) Drs. H. Mohammad Hatta (populer sebagai Bung Hatta, lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 12 Agustus 1902 – wafat di Jakarta, 14 Maret 1980 pada umur 77 tahun) adalah pejuang, negarawan, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, karena berselisih dengan Presiden Soekarno. Hatta dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Bandar udara internasional Jakarta menggunakan namanya sebagai penghormatan terhadap jasanya sebagai salah seorang proklamator kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;Nama yang diberikan oleh orang tuanya ketika dilahirkan adalah Muhammad Athar. Anak perempuannya bernama Meutia Hatta menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dalam Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta.&lt;br /&gt;a.Latar belakang dan pendidikan&lt;br /&gt;Hatta lahir dari keluarga ulama Minangkabau, Sumatera Barat. Ia menempuh pendidikan dasar di Sekolah Melayu, Bukit tinggi, dan pada tahun 1913-1916 melanjutkan studinya ke Europeesche Lagere School (ELS) di Padang. Saat usia 13 tahun, sebenarnya ia telah lulus ujian masuk ke HBS (setingkat SMA) di Batavia (kini Jakarta), namun ibunya menginginkan Hatta agar tetap di Padang dahulu, mengingat usianya yang masih muda. Akhirnya Bung Hatta melanjutkan studi ke MULO di Padang. Baru pada tahun 1919 ia pergi ke Batavia untuk studi di Sekolah Tinggi Dagang "Prins Hendrik School". Ia menyelesaikan studinya dengan hasil sangat baik, dan pada tahun 1921, Bung Hatta pergi ke Rotterdam, Belanda untuk belajar ilmu perdagangan/bisnis di Nederland Handelshogeschool (bahasa inggris: Rotterdam School of Commerce, kini menjadi Universitas Erasmus). Di Belanda, ia kemudian tinggal selama 11 tahun.&lt;br /&gt;Pada tangal 27 November 1956, Bung Hatta memperoleh gelar kehormatan akademis yaitu Doctor Honoris Causa dalam Ilmu Hukum dari Universitas Gadjah Mada di Yoyakarta. Pidato pengukuhannya berjudul "Lampau dan Datang".&lt;br /&gt;Di Batavia, ia juga aktif di Jong Sumatranen Bond Pusat sebagai Bendahara. Ketika di Belanda ia bergabung dalam Perhimpunan Hindia (Indische Vereeniging). Saat itu, telah berkembang iklim pergerakan di Indische Vereeniging. Sebelumnya, Indische Vereeniging yang berdiri pada 1908 tak lebih dari ajang pertemuan pelajar asal tanah air. Atmosfer pergerakan mulai mewarnai Indische Vereeniging semenjak tibanya tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Ernest Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumo) di Belanda pada 1913 sebagai orang buangan akibat tulisan-tulisan tajam anti-pemerintah mereka di media massa.&lt;br /&gt;b.Perjuangan&lt;br /&gt;Saat berusia 15 tahun, Hatta merintis karir sebagai aktivis organisasi, sebagai bendahara Jong Sumatranen Bond (JSB) Cabang Padang. Di kota ini Hatta mulai menimbun pengetahuan perihal perkembangan masyarakat dan politik, salah satunya lewat membaca berbagai koran, bukan saja koran terbitan Padang tetapi juga Batavia. Lewat itulah Hatta mengenal pemikiran Tjokroaminoto dalam surat kabar Utusan Hindia, dan Agus Salim dalam Neratja.&lt;br /&gt;Kesadaran politik Hatta makin berkembang karena kebiasaannya menghadiri ceramah-ceramah atau pertemuan-pertemuan politik. Salah seorang tokoh politik yang menjadi idola Hatta ketika itu ialah Abdul Moeis. “Aku kagum melihat cara Abdul Moeis berpidato, aku asyik mendengarkan suaranya yang merdu setengah parau, terpesona oleh ayun katanya. Sampai saat itu aku belum pernah mendengarkan pidato yang begitu hebat menarik perhatian dan membakar semangat,” aku Hatta dalam Memoir-nya. Itulah Abdul Moeis: pengarang roman Salah Asuhan; aktivis partai Sarekat Islam; anggota Volksraad; dan pegiat dalam majalah Hindia Sarekat, koran Kaoem Moeda, Neratja, Hindia Baroe, serta Utusan Melayu dan Peroebahan.&lt;br /&gt;Pada usia 17 tahun, Hatta lulus dari sekolah tingkat menengah (MULO). Lantas ia bertolak ke Batavia untuk melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School. Di sini, Hatta mulai aktif menulis. Karangannya dimuat dalam majalah Jong Sumatera, “Namaku Hindania!” begitulah judulnya. Berkisah perihal janda cantik dan kaya yang terbujuk kawin lagi. Setelah ditinggal mati suaminya, Brahmana dari Hindustan, datanglah musafir dari Barat bernama Wolandia, yang kemudian meminangnya. “Tapi Wolandia terlalu miskin sehingga lebih mencintai hartaku daripada diriku dan menyia-nyiakan anak-anakku,” rutuk Hatta lewat Hindania.&lt;br /&gt;Pemuda Hatta makin tajam pemikirannya karena diasah dengan beragam bacaan, pengalaman sebagai Bendahara JSB Pusat, perbincangan dengan tokoh-tokoh pergerakan asal Minangkabau yang mukim di Batavia, serta diskusi dengan temannya sesama anggota JSB: Bahder Djohan. Saban Sabtu, ia dan Bahder Djohan punya kebiasaan keliling kota. Selama berkeliling kota, mereka bertukar pikiran tentang berbagai hal mengenai tanah air. Pokok soal yang kerap pula mereka perbincangkan ialah perihal memajukan bahasa Melayu. Untuk itu, menurut Bahder Djohan perlu diadakan suatu majalah. Majalah dalam rencana Bahder Djohan itupun sudah ia beri nama Malaya. Antara mereka berdua sempat ada pembagian pekerjaan. Bahder Djohan akan mengutamakan perhatiannya pada persiapan redaksi majalah, sedangkan Hatta pada soal organisasi dan pembiayaan penerbitan. Namun, “Karena berbagai hal cita-cita kami itu tak dapat diteruskan,” kenang Hatta lagi dalam Memoir-nya.&lt;br /&gt;Selama menjabat Bendahara JSB Pusat, Hatta menjalin kerjasama dengan percetakan surat kabar Neratja. Hubungan itu terus berlanjut meski Hatta berada di Rotterdam, ia dipercaya sebagai koresponden. Suatu ketika pada medio tahun 1922, terjadi peristiwa yang mengemparkan Eropa, Turki yang dipandang sebagai kerajaan yang sedang runtuh (the sick man of Europe) memukul mundur tentara Yunani yang dijagokan oleh Inggris. Rentetan peristiwa itu Hatta pantau lalu ia tulis menjadi serial tulisan untuk Neratja di Batavia. Serial tulisan Hatta itu menyedot perhatian khalayak pembaca, bahkan banyak surat kabar di tanah air yang mengutip tulisan-tulisan Hatta.&lt;br /&gt;Perangko Satu Abad Bung Hatta diterbitkan oleh PT Pos Indonesia tahun 2002Hatta mulai menetap di Belanda semenjak September 1921. Ia segera bergabung dalam Perhimpunan Hindia (Indische Vereeniging). Saat itu, telah tersedia iklim pergerakan di Indische Vereeniging. Sebelumnya, Indische Vereeniging yang berdiri pada 1908 tak lebih dari ajang pertemuan pelajar asal tanah air. Atmosfer pergerakan mulai mewarnai Indische Vereeniging semenjak tibanya tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumo) di Belanda pada 1913 sebagai eksterniran akibat kritik mereka lewat tulisan di koran De Expres. Kondisi itu tercipta, tak lepas karena Suwardi Suryaningrat (Ki Hadjar Dewantara) menginisiasi penerbitan majalah Hindia Poetra oleh Indische Vereeniging mulai 1916. Hindia Poetra bersemboyan “Ma’moerlah Tanah Hindia! Kekallah Anak-Rakjatnya!” berisi informasi bagi para pelajar asal tanah air perihal kondisi di Nusantara, tak ketinggalan pula tersisip kritik terhadap sikap kolonial Belanda.&lt;br /&gt;Di Indische Vereeniging, pergerakan putra Minangkabau ini tak lagi tersekat oleh ikatan kedaerahan. Sebab Indische Vereeniging berisi aktivis dari beragam latar belakang asal daerah. Lagipula, nama Indische –meski masih bermasalah– sudah mencerminkan kesatuan wilayah, yakni gugusan kepulauan di Nusantara yang secara politis diikat oleh sistem kolonialisme belanda. Dari sanalah mereka semua berasal.&lt;br /&gt;Hatta mengawali karir pergerakannya di Indische Vereeniging pada 1922, lagi-lagi, sebagai Bendahara. Penunjukkan itu berlangsung pada 19 Februari 1922, ketika terjadi pergantian pengurus Indische Vereeniging. Ketua lama dr. Soetomo diganti oleh Hermen Kartawisastra. Momentum suksesi kala itu punya arti penting bagi mereka di masa mendatang, sebab ketika itulah mereka memutuskan untuk mengganti nama Indische Vereeniging menjadi Indonesische Vereeniging dan kelanjutannya mengganti nama Nederland Indie menjadi Indonesia. Sebuah pilihan nama bangsa yang sarat bermuatan politik. Dalam forum itu pula, salah seorang anggota Indonesische Vereeniging mengatakan bahwa dari sekarang kita mulai membangun Indonesia dan meniadakan Hindia atau Nederland Indie.&lt;br /&gt;Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda, dan di sinilah ia bersahabat dengan nasionalis India, Jawaharlal Nehru. Aktivitasnya dalam organisasi ini menyebabkan Hatta ditangkap pemerintah Belanda. Hatta akhirnya dibebaskan, setelah melakukan pidato pembelaannya yang terkenal: Indonesia Free.&lt;br /&gt;Pada tahun 1932 Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia melalui proses pelatihan-pelatihan. Belanda kembali menangkap Hatta, bersama Soetan Sjahrir, ketua Club Pendidikan Nasional Indonesia pada bulan Februari 1934. Hatta diasingkan ke Digul dan kemudian ke Banda selama 6 tahun.&lt;br /&gt;Pada tahun 1945, Hatta secara aklamasi diangkat sebagai wakil presiden pertama RI, bersama Bung Karno yang menjadi presiden RI sehari setelah ia dan bung karno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Oleh karena peran tersebut maka keduanya disebut Bapak Proklamator Indonesia.&lt;br /&gt;c.Kehidupan pribadi&lt;br /&gt;Hatta menikah dengan Rahmi Rachim pada tanggal 18 Nopember 1945 di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Mereka mempunyai tiga orang putri, yaitu Meutia Farida, Gemala Rabi'ah, dan Halida Nuriah. Dua orang putrinya yang tertua telah menikah. Yang pertama dengan Dr. Sri-Edi Swasono dan yang kedua dengan Drs. Mohammad Chalil Baridjambek. Hatta sempat menyaksikan kelahiran dua cucunya, yaitu Sri Juwita Hanum Swasono dan Mohamad Athar Baridjambek.&lt;br /&gt;d.Perpustakaan&lt;br /&gt;Perpustakaan Bung Hatta memiliki lebih dari 8.000 buku, terdiri dari Sejarah, Budaya, Politik, Bahasa dan lain-lain. Hal inilah yang turut menyumbang kemampuan Beliau dalam berdiplomasi utnuk memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-2355020660849727939?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/2355020660849727939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=2355020660849727939&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/2355020660849727939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/2355020660849727939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2009/04/biografi-mohammad-hatta-proklamator-dan.html' title='BIOGRAFI MOHAMMAD HATTA “Proklamator dan Wapres RI Pertama”'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-7784701910246411760</id><published>2009-04-15T08:29:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T22:19:58.531-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Cinta…Pergilah</title><content type='html'>Kau katakan cinta padaku&lt;br /&gt;Saat aku tak mengetahuinya&lt;br /&gt;Kau ajari aku bercinta&lt;br /&gt;Saat aku amat bodoh &lt;br /&gt;Kau bikin aku jatuh cinta&lt;br /&gt;Saat aku tidak menginginkannya&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Saat aku mengerti semuanya&lt;br /&gt;Saat aku tahu bercinta&lt;br /&gt;Saat aku mencintaimu&lt;br /&gt;Kau khianati cintaku&lt;br /&gt;Kau tinggalkan aku&lt;br /&gt;Kau tak perdulikan aku lagi&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Cinta…sekarang&lt;br /&gt;   Mendengar suaramu pun aku tak sanggup&lt;br /&gt;Apa lagi melihatmu&lt;br /&gt;Hati ini terasa tersayat habis&lt;br /&gt;Oleh  pisau yang paling tajam&lt;br /&gt;Yang kau lakukan kepadaku&lt;br /&gt;Anehnya hati ini tetap mencintaimu&lt;br /&gt;Makinku coba melupakan dan membencimu&lt;br /&gt;Makin sebesar itu pula cinta ini bersemayam dalam hatiku&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Cinta…. pergilah dari hatiku&lt;br /&gt;Jangan kau bikin&lt;br /&gt;Aku seperti burung yang mencoba terbang&lt;br /&gt;Dengan satu sayap &lt;br /&gt;Yang tidak akan pernah  bisa dia lakukan&lt;br /&gt;Yang hanya bikin dia merasa sedih &lt;br /&gt;Karena tidak akan merasakan indahnya angkasa&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Cinta….pergilah dan pergilah&lt;br /&gt;Kau dariku sejuah mungkin&lt;br /&gt;yang dapat kau lakukan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-7784701910246411760?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/7784701910246411760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=7784701910246411760&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/7784701910246411760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/7784701910246411760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2009/04/cintapergilah.html' title='Cinta…Pergilah'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-3619702217894687469</id><published>2009-04-14T04:54:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T22:20:26.869-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Tentang Sebuah Rasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/SeR53T9qV0I/AAAAAAAAADc/yr05KnjiNak/s1600-h/ai5.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/SeR53T9qV0I/AAAAAAAAADc/yr05KnjiNak/s400/ai5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324514650617435970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam telah larut dalam kesunyian dan kegelapan, tapi rasa yang kurasakan tetap berada jauh didalam lubuk hatiku, ia telah tertanam dan tumbuh subur dalam jiwaku. Andaikan rasa ini tidak pernah datang, mungkin aku…… mungkin aku  akan tetap berada dalam sebuah penantian yang indah, karena menanti rasa yang mengukir tentang cinta untuk menghiasi hatiku, cinta yang bak sinar senja yang memancarkan cahaya keindahan dalam fatamorgana keagungan Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Rasa yang telah lama kurindukan akhirnya telah datang, rasa itu membawa kabar tentang cinta. Tapi, kawan! Entahlah, aku bingung memikirkan tentang rasa ini, rasa ini telah mendatangkan dua rasa yang berbeda tapi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya aku tak bahagia ketika rasa ini datang, tapi rasa ini mengharuskanku untuk memilih, Aku tak mau melanggar prinsipku dalam memaknai cinta, bagiku cinta adalah SATU, satu tentang rasa kesetiaan, satu tentang rasa kepercayaan dan satu bukanlah dua, dua yang bisa menghancurkan satu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-3619702217894687469?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/3619702217894687469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=3619702217894687469&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/3619702217894687469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/3619702217894687469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2009/04/tentang-sebuah-rasa.html' title='Tentang Sebuah Rasa'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/SeR53T9qV0I/AAAAAAAAADc/yr05KnjiNak/s72-c/ai5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-1608162253929685819</id><published>2009-03-24T01:24:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T22:21:43.321-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>THE POWER OF cinta</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FARID pemuda yang cerdas, baik dan tampan. Ia merupakan sesosok pria yang mungkin dambaan para wanita, yang membuat setiap gadis yang melihat dan mengenalnya akan jatuh cinta padanya. Begitu jugalah yang terjadi terhadap seorang gadis yang tergolong sederhana di tempat Farid tinggal, seorang gadis yang memiliki aura yang berbeda dari setiap gadis yang ada ditempatnya itu, bahkan dapat dikatakan gadis ini merupakan bidadari yang tersembunyi dalam kesederhanaan yang indah, ia tidak begitu cantik tapi wajahnya manis dan tidak membuat seorangpun bosan memandangnya, di balik jilbab yang dipakainya menunjukan kecantikan yang dimilikinya tidak cuma berasal dari paras dan bentuk tubuhnya tapi hatinya jauh lebih cantik. &lt;br /&gt;Ia adalah Astrid, nama lengkapnya Astrid Kumala Sari. Astrid  inilah yang yang telah mencuri hati Farid. &lt;br /&gt;Mereka berdua saling mencintai tapi tidak seorang pun yang tahu termasuk diri mereka sendiri. Kenapa bisa begitu? Karena antara mereka berdua tidak ada yang berani untuk mengungkapkan perasaannya hinggga membuat cinta yang suci tersembunyi dibalik tirai kemaluan dan ketakutan dihati mereka. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Angin malam ini meniupkan ketenangan dalam perputaran waktu, yang tidak akan pernah lelah untuk berputar yang dapat masuk kerelung kalbu, mendamaikan suasana hati setiap insan yang merasakan hembusannya. Membuat Farid dan Harfi rela mengahabiskan waktunya duduk di teras rumah Farid yang berhadapan dengan rumah Astrid sambil saling bercengakrama. Saat asik ngobrol tiba-tiba dari kejahuan tampak seorang gadis menggunakan jilbab biru yang membuatnya tampak anggun berjalan menuju arah mereka, ternyata itu Astrid yang baru pulang dari kuliah karena ada jam kuliah malam hari kamis ini. Suasana menjadi lebih sunyi, kedua mata pria ini terpana melihat kecantikan Astrid yang membungkam mulut mereka, hingga canda dan tawa yang ada menjadi seperti hamparan padang pasir yang ada hanya hembusan angin, yang membuat mereka terbius dengan keindahan ciptaan Tuhan paling sempurna dalam fatamorgana cinta yang tinggi.&lt;br /&gt;“Assalamualaikum...........!!.” sapa astrid yang membelah kesunyian.&lt;br /&gt;Tidak ada yang menjawab salamnya, mungkin Farid dan Harfi telah terbang jauh dalam khyalan tingkat tinggi menyaksikan keindahan cinta.&lt;br /&gt;“Assalamulaikum............!!”Astrid meningkatkan volume suaranya,  Farid kaget tapi Harfi masih berada dalam khyalanya itu.&lt;br /&gt;Sambil tebata-bata Farid menjawab salam Astrid ”wa..wa..alaikum sa...salam.”  mungkin Farid malu dengan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;“baru pulang kuliah AS??.” tanya Farid menghilangkan malu, sedangkan Harfi masih tetap seperti itu.&lt;br /&gt;“iya ni Farid, soalnya tiap hari kamis ada jam kuliah malam.” Jawab Astrid sambil memegang tas kuliahnya. &lt;br /&gt;“Udah dulu ya...Far, aku capek mau istirahat dan besok mesti kuliah lagi.” Sambung Astrid yang menunjukkan wajah yang lelah seperti habis berjalan melintasi samudra.&lt;br /&gt;“assalamuilaikum...!!.”&lt;br /&gt;“waalaikumsalam...!!.”&lt;br /&gt;Astrid pulang menuju rumahnya tapi Harfi belum juga sadar dari khyalannya, Harfi memiliki cinta yang besar yang kadang tidak dapat dikontrolnya itulah yang membuatnya seperti ini dan itu juga yang membuat Farid tetap menjaga perasaannya karena Farid tahu benar sifat temannya itu. Dan Harfi banyak menujukan perubahan yang baik semenjak kenal sama Astrid dua tahun yang lalu, cinta Harfi pada Astrid telah menunjukan bahwa The Power Of Love itu benar-benar  ada dan kekuatan yang dimilikinya jauh melebihi apapun kecuali Allah, karena Dialah yang menciptakan dan memberikan kekuatan cinta itu kepada setiap hambanya, yang mampu merubah setipa insan yang merasakan kekuatannya. Dulunya Harfi merupakan sesosok manusia yang tidak mempunyai tujuan hidup seolah semuanya menjadi gelap dalam pandangan batinnya, yang membuatnya menjadi manusia yang paling pesimis, bahkan dulu ia pernah mencoba bunuh diri syukurnya Farid dapat menyelamatkannya. Kepesimisannya dalam kehidupan itu berawal dari kematian seluruh anggota keluarganya dalam kecelakaan pesawat terbang. Pristiwa itu terjadi pada saat seluruh anggota keluarganya. bapak, ibu dan adik-adiknya mau pergi berlibuaran ke jakarta, saat itu Harfi tidak bisa ikut karena harus mengurus pendaftaran kuliahnya bersama Farid. Pesawat yang terbang dari bandara Supadio Pontianak itu mengalami kenaasanya pada saat lepas landas yang tiba-tiba meledak tidak diketahui penyebabnya apa, sampai saat ini masih dalam penyelidikan polisi. Oleh karena itu jugalah Farid tidak mau membuat temannya kembali dalam lingkaran kepesimisan, dia akan mencoba merelakan cintanya demi kebahagiaan sahabatnya, baginya sahabat itu jauh lebih berharga dari pada wanita manapun kecuali ibunya biarpun wanita itu yang ia cintai dan yang di harapkannya menjadi kekasih hati untuk mendampingi dirinya dalam mengarung kehidupan ini. &lt;br /&gt;Farid tersenyum melihat sikap Harfi yang berlebihan seperti itu.&lt;br /&gt;“kamu kenapa Har?.”tanya Farid &lt;br /&gt;“woy.........Har kamu kenapa sih?.” Tanya farid sekali lagi dengan kesal, harfi kaget lalu sadar.&lt;br /&gt;“i..i..iya Far ada apa?.”kata Harfi sambil terbata-bata&lt;br /&gt;“ni orang ditanya eh malah balik tanya, kamu tu kayak orang bodoh tadi” &lt;br /&gt;“ga’ ada apa-apa kok.”&lt;br /&gt;“yang bener....?jangan bohong!.”&lt;br /&gt;“aku cinta sama Astrid.”kata Harfi pelan &lt;br /&gt;Farid tediam mendengar kata-kata yang keluar dari mulut temannya itu, nafasnya sesak, hatinya pilu dan perih. Tapi dia harus tetap tegar demi seorang sahabat yang amat ia sayangi.&lt;br /&gt;“Sabar Farid, menyemprunakan cinta itu harus butuh pegorbanan biarpun orang yang kita cintai tidak dapat kita miliki dan kebahagian akan lebih terasa jika melihat orang yang dekat kita bahagia dengan cintanya, walaupun kebahagiaan itu amat sangat sulit untuk didapatkan.” Gumam Farid dalam hatinya. &lt;br /&gt;“Far kok kamu yang malah bengong?aku mau pulang dulu ni, udah malam.” Kata Harfi sambil melihat jam tangannya yang baru dibelinya tadi siang. Keduanya pun berdiri dari tempat duduknya.&lt;br /&gt;“iya Har, hati-hati pulang jalan kerumah kamu tu sepi banget.” &lt;br /&gt;“ah...kamu Far nakut-nakutkan aku aja,Assalamualaikum...Far!!.”&lt;br /&gt;“Waalaikumsalam...........!!.”&lt;br /&gt;Setelah Harfi jauh meninggalkan rumahnya Farid kembali duduk dikursi rotan buatan ayahnya, Farid masih kepikiran dengan kata-kata yang dikeluarkan Harfi. Tiba-tiba hpnya yang ada di atas meja berbunyi, ada sms yang masuk ternyata dari Astrid. Kesedihannya seketika sirna ditelan kebahagiaan karena menerima sms dari pujaan hati. &lt;br /&gt;“Ass Farid!!ko’ bengong?mikrn apaan?dah mlm tu...,tidur sana.kan besok u ad kuliahkan??.”&lt;br /&gt;Awalnya ia tidak percaya dengan hal itu, bahkan sampai tiga kali membaca sms itu pun Farid masih belum percaya jika yang mengirim sms itu adalah Astird. Tapi ketika ia melihat jendela kamar Astrid, sepintas seperti ada seorang gadis yang mengintip malu dibalik tirai jendela biru itu, Farid tidak sadar ternyata dari tadi Astrid memperhatikannya dari balik jendela kamar Astrid yang berada tepat didepan kamarnya dan dibalik jendela yang tertutupi tirai biru yang indah itu Astrid dapat melihat dengan leluasa rumahnya termasuk juga teras tempat Farid duduk bersama Harfi tadi. Walaupun Astrid dari tadi memperhatikannya tapi dia tidak dapat mendengar apa yang Farid dan Harfi bicarakan karena jendela kamarnya tertutup rapat oleh kaca yang meredam suara luar yang membuat pembicaraan  mereka tidak dapat didengar oleh Astrid. Sekarang ia yakin jika sms itu dari Astrid. Farid senang bukan main seolah bunga bertumbuhan dihatinya yang menciptakan taman bunga yang indah hingga siapa pun yang berada disitu, dijamin tidak akan pernah mau meninggalkannya karena dia merasa mendapatkan perhatian dari pujaan hati yang membangun singgasana cinta yang megah di dalam taman bunga yang indah itu. Kebahagiaan Farid itu bercampur dengan kebingungan yang mendalam, bagaimana caranya membalas sms itu?. Beberapa menit kemudian ia memutuskan untuk tidak membalas sms Astrid bukan sengaja tidak mau membalas tapi pulsa yang ada dia kartu hpnya itu hanya ada Rp.1 maklum bulan tua.. Bagaimana mau ngisi pulsa?, kemaren aja mau ngisi bensin motor,  Farid tidak ada uang terpaksa ia pergi kekampus jalan kaki mungkin besok juga seperti itu, jarak antara kampus dari rumahnya itu lumayan jauh kira-kira 2 km. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Keesokan harinya, sepulang Farid dari kuliah tiba-tiba ia dikejutkan dengan keramaian yang ada dirumahnya. Saat Farid masuk ke rumahnya, semuanya sepontan tiba-tiba diam sambil menundukan kepala. Farid bingung dengan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;“kok semuanya diam?ada apa Yah?.” tanya farid yang kebingungan dan khawatir mungkin keluarganya terkena musibah, tapi ayahnya tidak menjawab pertanyaanya itu, Farid makin khawatir. &lt;br /&gt;Lalu ia mendekati Harfi yang duduk di samping ayahnya  dan bertanya. &lt;br /&gt;“ada apa sebenarnya Har?jawab aku, jika kamu masih menganggap aku sebagai sahabat dan saudaramu?.”&lt;br /&gt;“A...a..aku mau melamar Astrid menjadi istriku.”jawab Harfi pelan dan sambil tersenyum.&lt;br /&gt;Kemudian seisi rumah tertawa melihat sikap Farid tadi. Di dalam rumah itu ada Ayah, ibu, kakak dan adiknya ,disitu juga ada paman dan bibinya Harfi. Ternyata mereka semua diam karena permintaan Harfi yang ingin membuat kujutan untuk Farid, Harfi meminta tolong sama Ayah Farid untuk melamar Astrid, karena Harfi sudah menganggap keluarga Farid juga merupakan kelurganya sendiri begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;Seketika seluruh tubuh Farid gemetar, jantungnya berhenti berdetak sesaat. Seolah singgasana cinta yang diberikan oleh pujaan hatinya tadi malam, diterjang derasnya gelombang yang menghancurkan singgasana cintanya itu dan seluruh taman bunga yang indah hancur dalam hitungan detik. Mimik mukanya menggambarkan seseorang yang kehilangan benda yang paling berharga dalam hidupnya. Semuanya terdiam melihat Farid seperti itu, tidak ada yang berani bicara semua mulut terkunci rapat dan semua mata tertuju kepada Farid. Sesaat suasana yang tadinya penuh dengan tawa melihat sikap Farid yang kebingungan tiba-tiba sunyi dan sepi. Akhirnya ayah Farid memberanikan diri angkat bicara.&lt;br /&gt;“kamu kenapa nak?kok kayaknya ga’ senang melihat Harfi ingin melamar Astrid?.”tanya ayahnya. &lt;br /&gt;Farid diam tidak menjawab, entah apa yang ada dalam pikirannya tidak seorang pun yang tahu. &lt;br /&gt;“kamu tidak setuju Far jika aku melamarAstrid? atau kamu juga cinta ma Astrid?.”tanya Harfi bingung.&lt;br /&gt;“ngapain aku ga’ setuju?tapi apa nggak terlalu cepat?.” Jawab Farid dengan memaksakan wajahnya untuk tersenyum.&lt;br /&gt;“ya nggaklah Far, tadi ayah sudah bicara sama orangtuanya Astrid dan mereka setuju malam ini kita pergi melamar anaknya.” Jawab ayahnya.&lt;br /&gt;“lagi pula Harfi sudah memiliki pekerjaan yang bagus toh...?, sebagai salah satu karyawan Bank Kal-Bar.” Sambung paman Harfi.&lt;br /&gt;“bagus deh kalo’ gitu, jadi sahabatku ini ada yang ngurusnya, tapi apa Astrid sudah tahu tentang hal ini?.” Farid mencoba menipu dirinya sendiri dan semua keluarganya dengan mengaku bahwa iya setuju dengan rencana lamaran itu. &lt;br /&gt;“belum, ayahnya yang melarang untuk tidak memberi tahu Astrid katanya biar menjadi kejutan buat Astrid.” Jawab ayahnya, karena ayahnyalah yang berbicara tadi siang dengan orangtua Astrid.&lt;br /&gt;Suasana rumah kembali penuh dengan kebahagiaan tetapi tidak dengan suasana hati Farid yang terluka. Farid harus tetap tegar demi kebahagian Harfi dan keluarganya.&lt;br /&gt;Semua sibuk mempersiapkan untuk acara nanti malam termasuk juga Farid, ayah Farid ditunjuk untuk menjadi juru bicara. Dan Farid sendiri diminta oleh Harfi untuk membuka acara tersebut. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Waktu terus berputar, detik berganti menjadi menit yang berkumpul menjadi putaran jam. Setiap perputaran waktu itu mengandung kebahagian yang tampak dari wajah Harfi yang tidak sabar mananti agar jam menunjukan pada pukul 8 malam, tapi lain halnya bagi Farid putaran waktu itu merupakan malaikat pencabut nyawa yang siap menghentikan hembusan nafas cintanya perlahan tapi pasti.&lt;br /&gt;Pukul 19.30 wib&lt;br /&gt; Semuanya sudah siap mau berangkat ke rumah Astrid apa lagi Harfi yang malam ini tampak tampan sekali dengan pakaian yang digunakannya. Sebenarnya Farid tidak mau ikut dalam acara ini karena kepalanya sakit sekali memikirkan perasaannya, tapi mau tidak mau dia harus pergi dan harus siap membuka acara tersebut sebagaimana yang dipinta oleh Harfi dari pada ia dicurigai tidak setuju dengan lamaran ini.&lt;br /&gt;Pukul 20.00 wib&lt;br /&gt; Acara sudah mau dimulai tapi Astrid tidak tampak diantara keluarganya yang hadir.&lt;br /&gt;“ma’af pak Yusuf kok Astrid nggak kelihatan ya..?.” tanya pak Burhan, ayahnya Farid.  &lt;br /&gt;“tadi saya sengaja menyuruh dia membeli makanan, agar nanti waktu ia masuk ia kaget disini sudah  ramai.” jawab Pak yusuf. &lt;br /&gt;Pak Yusuf sengaja memberikan kejuatan kepada anaknya, dia mengira anaknya setuju dengan lamaran ini karena selama ini beliau melihat kedekatan antara Astrid dan Harfi itu adalah karena saling suka.&lt;br /&gt; Acara pun dimulai sambil menunggu kedatangan Astrid. Farid berdiri membuka acara ini.&lt;br /&gt;“Assalamualaikum wr.wb................ !!!!!!.”&lt;br /&gt;“waalaikum..........” &lt;br /&gt;Belum selesai seluruh yang hadir disitu menjawab salam Farid tiba-tiba Astrid masuk dan Astrid kaget, dalam hatinya bertanya-tanya “kok di rumah ramai orang?trus ngapain Farid dan keluarganya ada disini?.”&lt;br /&gt;“waalaikumsalam wr.wb.......!!!!.”semuanya meneruskan.&lt;br /&gt;Astrid masih berdiri didepan pintu rumahnya, dia bingung.&lt;br /&gt;“ayo Astrid masuk sini!!.” suruh Pak Yusuf, ayahnya.&lt;br /&gt;Astrid pun masuk, kemudian duduk di tengah antara ayah dan ibunya. Farid pun melanjutkan acara.&lt;br /&gt;“untuk acara pertama, saya persilahkan pihak pria untuk mngutarakan kedatangannya kemari, yakni kepada Pak Burhan saya persilahkan.”&lt;br /&gt;“baiklah saya tidak akan berpanjang lebar lagi karena semuanya sudah mengetahui jika kedatangan kami kesini bermaksud meminang anak Bapak untuk menjadi menantu kami dan menjadi istri anak kami yakni yang bernama Harfi bin Syarif, kami berharap pinangan kami ini di terima dengan senang oleh bapak dan keluarga.”&lt;br /&gt;Astrid tersentak kaget tapi dia mencoba diam karena dia tidak mau memalukan keluarganya, mata Astrid  memandang wajah Farid yang duduk di depannya begitu juga dengan Farid. Mereka saling memandang, kemudian gelombang getaran cinta masuk dari mata  kerelung hati kedua insan yang terluka ini dan saling berbicara, seketika keduanya meneteskan air mata. Akhirnya mereka berdua mengetahui bahwa diantara mereka sebenarnya tersembunyi cinta yang suci. Tapi kejadian ini berlangsung cepat hingga tidak ada yang mengetahuinya kecuali mereka berdua. Begitulah cinta, kekuatannya besar hingga yang dapat meresakannya  hanya kedua insan yang saling mencintai itu.&lt;br /&gt;“sebelumnya saya mau mengucapkan terimakaish atas kehadiran Bapak berserta keluarga, baiklah masalah diterima tidaknya saya serahkan kepada anak saya karena dia yang menjalakan pernikahan nanti. Bagaimana anakku?.”&lt;br /&gt;Astrid terdiam, kemudian ayahnya bertanya lagi “bagaimana anakku, engkau menerima atau tidak?.”&lt;br /&gt;“saya minta waktu sampai besok untuk saya berfikir karena saya tida boleh salah dalam mengambil keputusan.” Astrid menundukan kepalanya karena matanya merah menahan tangisan hatinya.&lt;br /&gt;“baiklah besok kami sekeluarga akan datang lagi kerumah bapak, mungkin sudah malam jadi kami permisi dulu ya pak Yusuf.” Kata ayah Farid.&lt;br /&gt; Akhirnya Farid dan sekeluarga termasuk juga Harfi pulang. Harfi kecewa dengan keputusan Astrid untuk menjawab lamarannya besok malam, tetapi ia akan sabar menunggu hari esok. Sedangkan Farid tidak peduli dengan semuanya itu yang ia pikirkan adalah Astrid.&lt;br /&gt;“aku yakin sekarang jika Astrid juga mencintai aku, tetesan air mata dan gerakan mulutnya itulah yang membuat aku yakin. Tapi apa yang harus aku lakukan?.” Katanya dalam hati.   &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sesampainya dirumah, Farid langsung meminjam hp adiknya karena hpnya belum ia isi pulsanya. Sambil mengenggam hp adiknya itu ia memandang kamar Astrid dari kamarnya, ia juga melihat Astrid yang sedang mengarahkan pandangannya kearah kamarnya. Akhirnya ia memutuskan untuk mengirim sms.&lt;br /&gt;“ass. Astrid aq ykin skrng ap yg kt rskan sama.aq mncntaimu dn sbliknya tp cnt shbtku sngt pentng bgku aq tdk mau mlhtnya sdih.aq mohn jk km bnr-bnr mncntaiku trmlah Harfi sbgi suamimu dn cblh trima dia stulus cntmu pdku dn lpknlh  aq.”&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian setelah sms terkirim, hp Farid berbunyi.&lt;br /&gt;“baiklah jk itu yg km mau, kelak jng prnh mnyalhkan drmu, diriku dn cnt kita.”&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Seperti hari sebelumnya, pukul 19.30 wib semuanya sudah siap berangkat. Pukul 20.00 wib semuanya sudah berkumpul diruang tamu rumah Pak Yusuf. Acara tidak lagi seperti kemaren ada yang membuka acara tapi kali ini semuanya langsung menunggu jawaban Astrid.&lt;br /&gt;“Baiklah, saya akan menerima Harfi menjadi suami saya, tapi dengan satu syarat.” kata Astrid dengan tegas tanpa keraguan walaupun itu bertentangan hati dan cintanya.&lt;br /&gt;“apa itu As, saya siap memenuhi semua yang kamu pinta.” Harfi menjawab lantang  dan bahagia.&lt;br /&gt;“akad nikah harus malam ini juga.” &lt;br /&gt;Suasana menjadi riuh, semua terkejut dengan syarat yang diberikan oleh Astrid.&lt;br /&gt;“malam ini nak, apa ga’terlalu mendadak?.”ayah Astrid bertanya kepadanya.&lt;br /&gt;“malam ini atau tidak sama sekali.” Astrid sambil memandang Farid  dan menetesakan air mata.&lt;br /&gt;“baiklah, saya akan cari penghulunya malam ini juga. Saya minta disini semuanya siapkan tempat akad nikahnya.” kata Farid.&lt;br /&gt;Akhirnya dengan hati yang ikhlas ia mencarikan penghulu untuk pernikahan wanita yang ia cintai, tapi pernikahan itu bukan untuknya melainkan pernikahan wanita yang ia cintai dengan orang lain yakni sahabatnya sendiri.&lt;br /&gt;Setelah kira-kira setangah jam ia kembali dengan seseorang yang menggunakan peci mungkin yang dibawanya itu adalah penghulu yang dicarikannya. Kemudian akad nikah pun berlangsung dengan lancar, matanya tidak berhenti meneteskan air mata, tetapi kekuatan cinta membuatnya tegar karena ia tahu kalau Astrid melakukan ini semua karena Astrid ingin membuktikan besar cintanya kepada dirinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta kekuatan terbesar yang ada disetiap makhluk ciptaan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selesai&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-1608162253929685819?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/1608162253929685819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=1608162253929685819&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/1608162253929685819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/1608162253929685819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2009/03/power-of-cinta.html' title='THE POWER OF cinta'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-521974674997569587</id><published>2009-03-24T01:22:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T22:22:08.783-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>MANA KUNCINYA?</title><content type='html'>Oleh : a’is &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai Dan...!!kau ikut seminar juga ya...??”. tanya Harfi &lt;br /&gt; “iya Har, kau ikut juga kan”. Jawab Hamdan sambil memegang tasnya yang penuh dengan buku.&lt;br /&gt; “katanya seminar dicencel jam 8 malam nanti diPCC”.&lt;br /&gt; “yang benar Har?waduh gimana ni?mana rumahku jauh lagi di kakap”.kata Hamdan menunjukan wajah kecewa karena seminar ditunda sampai jam 8 malam.&lt;br /&gt; “iya, temanku ada yang jadi panitia tadi memberi tahuku. Tunggu aja sebentar lagi pasti ada pengumuman dari panitia”. Jawab Harfi tenang padahal ia kecewa sekali dengan kinerja panitia yang tidak konsisten dengan waktu. &lt;br /&gt;Pagi itu seharusnya seminar sudah dimulai sejak jam 8 pagi dikampus, tapi kerena panitia mendapatkan informasi dari pemateri yang akan menyampaikan materinya diseminar itu juga ada undangan memberikan seminar yang temanya sama yakni “membangun jiwa muslim sejati di era globalisasi” di PCC jam 8 malam, agar panitia tidak repot mengurus seminar itu di kampus akhirnya panitia menyamakan jadwal  di PCC.&lt;br /&gt;Ketika seluruh peserta bingung, kenapa seminar belum juga dimulai? sedangkan sudah satu jam mereka menuggu. Tiba-tiba ada suara yang keluar dari sound sistem yang membuat para peserta diam mendengarkan.&lt;br /&gt; “Perhatian kepada seluruh peserta seminar, kami atas nama panitia meminta maáf karena seminar yang seharusnya sudah dimulai dari tadi akan di pindahkan di PCC jam 8 malam, bagi peserta yang ingin mendaftar untuk seminar di PCC harap menghubungi panitia, pendaftaran terbatas”. &lt;br /&gt;Suasana menjadi gaduh, peserta banyak yang kecewa. Seminar “membangun jiwa musilm sejati di era globalisasi” sudah ditunggu banyak mahasisiwa sejak pengumuman akan diadakannya seminar itu , sebulan yang lalu. Karena pemateri didatangkan dari Jakarta dan merupakan salah satu guru besar dari Universitas ternama di jakarta.&lt;br /&gt; “yok Dan daftar!!peserta dibatas oleh panitia hanya 10 mahasisiwa”. Harfi mengajak Hamdan yang dari tadi masih menunjukan wajah kesalnya.&lt;br /&gt; “aku jadi malas mau ikut, rumahku jauh, mana malam lagi acaranya”.&lt;br /&gt; “ah...kau Dan baru gini aja, kalo mau nuntut ilmu jangan pernah nyerah Dan”. Harfi coba membujuk Hamdan.&lt;br /&gt; “iya deh, yok kita daftar”.&lt;br /&gt;Akhirnya mereka berdua pergi mendatangi panitia untuk mendaftarkan diri dengan segera, tapi sayang pendaftaran sudah ditutup karena sudah 10 mahasisiwa yang mendaftar.&lt;br /&gt; “gimana ni Har??”. tanya Hamdan &lt;br /&gt; “tenang aja kau, aku coba minta tolong dengan temanku yang menjadi panitia”.&lt;br /&gt;Harfi mendatangi temanya itu,  Alhamdulillah temannya bisa membantu mereka. Peserta ditambah 2 mahasiswa lagi. Semuanya diwajibkan datang  dan harus menggunakan almamater kampus.  &lt;br /&gt; “Dan ntar malam kau jemput aku ya...!!, motorku lagi dibengkel”. Seru Harfi &lt;br /&gt; “Ökey bos, aku jemput jam 7.30”&lt;br /&gt; “kalo’gitu aku pulang dulu, Dan”.&lt;br /&gt; “aku juga mau pulang nih, mau istirahat dulu”.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Malam ini tidak begitu bersahabat dengan mereka, langit yang biasanya indah dengan taburan tarian bintang, dihiasi cahaya rembulan yang membuat bumi tersenyum gembira, yang seolah-olah bintang, bulan dan bumi bersenda gurau dalam pangkuan langit sambil bertasbih memuji keindahan Ilahi tidak tampak malam ini.Langit meneteskan air mata. Tidak tahu kenapa?. &lt;br /&gt;Bumi basah tersiram hujan walaupun hanya gerimis tapi membuat hati kedua insan yang haus dengan ilmu itu menjadi gelisah, bertanya-tanya dalam hati apakah hujan akan reda? Jam sudah menunjukan pukul 7.30 malam tapi Hamdan tidak tampak batang hidungnya. Harfi yang dari tadi sudah siap, duduk di teras rumahnya dengan menggunakan almamater tampak begitu cemas kalau ia tidak pergi maka ia akan merasa rugi sekali karena seminar ini begitu banyak ilmu yang akan dapat diambil di dalamnya.&lt;br /&gt; Ia coba menghubungi Hamdan tapi hpnya tidak aktif. Hatinya semakin gelisah. 30 menit berlalu tapi Hamdan belum juga kelihatan. Ia lihat ujung gang rumahnya tiba-tiba dari kejauhan tampak lampu motor yang menuju kearahnya. &lt;br /&gt;”alhamdulillah, akhirnya datang juga”.bisiknya dalam hati ternyata memang benar itu Hamdan.&lt;br /&gt; “lama kali kau Dan??”.tanya Harfi&lt;br /&gt; “sory, tadi motorku di pakai ayah”. Jawab Hamdan tenang.&lt;br /&gt; “hp kau napa tidak aktif??”.Harfi masih penasaran&lt;br /&gt; “ooo..hpku batrainya habis lupa dicas”.&lt;br /&gt; “ya udahlah, yok berangkat dah telat ni!!”. &lt;br /&gt; “aku numpang buang air kecil and besar dululah, udah kebelet ni”.kata Hamdan melihatkan wajah yang memang munujukan sudah tidak tahan lagi sambil mengambil kunci mtornya  dan terus menggulung celana jeansnya sampai kelutut.&lt;br /&gt;Mereaka lalu masuk kerumah, Harfi duduk dikursi teras menuggu Hamdan. Hamdan masuk kerumah dan melepaskan jaketnya lalu menuju WC. Beberapa menit kemudian Hamdan sudah selesai dari menabung emas-emasnya di bank yang tidak mungkin dirampok.&lt;br /&gt; “udah Dan??,yok berangkat. Dah jam 8.20 ni”. Seru Harfi yang sudah tidak sabar mau pergi.&lt;br /&gt; “yap...sekarang kita bisa berangkat dengan tenang, tapi kunci motorku mana ya..???”. tanya Hamdan yang sambil meraba-raba pakaian yang dipakainya.&lt;br /&gt; “tadi kau letakan dimana??ada-ada aja kau ni”.tanya Harfi kesal &lt;br /&gt; “kalo’ aku tahu, aku ngga’ tanya lagi, udah kita cari dulu”. Jawab Hamdan &lt;br /&gt;Di bawah hujan gerimis itu. Harfi sibuk memeriksa jaket Hamdan mungkin kunci ada disitu tapi ia tidak menemukannya, sedangkan Hamdan mencari di halaman rumah tapi tidak juga ditemukan kuncinya. Orang-orang yang ada dirumah heran melihat mereka kemudian bertanya ada apa, Harfi menjelaskan semuanya. Semua yang ada dirumah kasihan melihat mereka dan membantu mencari kunci motor Hamdan. Jumlah yang mencari sekarang menjadi tujuh orang karena yang ada dirumah cuma lima orang. &lt;br /&gt;Semua sibuk mencari tapi tidak juga dapat. Satu jam berlalu, akhirnya mereka semua menyerah dan naik keteras rumah. &lt;br /&gt; “coba kau periksa lagi, pakaianmu itu Dan mungkin ada”.kata harfi&lt;br /&gt; “udah dari tadi aku periksa, tinggal bugil aja belom”.jawab hamdan yang kesal , semuanya tertawa mendengar kata-kata hamdan.&lt;br /&gt; “pasti letak kuncinya, tempatnya bagus banget ni Dan”.timpal Harfi yang juga kesal.&lt;br /&gt; “itu pasti”.&lt;br /&gt; “ya udah, coba buka kepala motornya hidupakan pake ’kabel dalamnya aja”. Suruh kakek Harfi.&lt;br /&gt; Harfi masuk kerumah mengambil perlatan motor. Tidak lama kemudian Hamdan mencoba melaksanakan nasehat kakek dan hasilnya motor bisa dihidupkan tanpa kunci.&lt;br /&gt; Mereka pun masih nekat pergi ke seminar itu walaupun dalam keadaan basah dan terlambat, menerjang angin dan hujan demi sebuah ilmu yang begitu mahal dan berharga.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Tidak jauh keluar dari gang, Hamdan merasa kedingiginan.&lt;br /&gt; “kok dingin ya.. Har???”. Tanya Hamdan.&lt;br /&gt; “nggak juga tu..., tu celanamu belum diturunkan kali”.&lt;br /&gt; “oya...., pantasan aja dingin”.&lt;br /&gt;Hamdan yang membawa motor sambil menundukan kepalanya dan menurunkan celananya, tiba-tiba ada yang jatuh.&lt;br /&gt; “Apa tu Dan ??”.&lt;br /&gt;Hamdan berhenti, melihat apa yang jatuh.&lt;br /&gt; “ya..Allah, ni kunci motornya Har”. kata Hamdan yang kaget ternyata kunci motornya ada digulungan celananya.&lt;br /&gt; “ha...ha...,bodoh kali kita Dan”. Harfi tertawa &lt;br /&gt; “ya...udahlah, takdir. Yok naik motor ntar acarnya keburu selesai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mereka pun terus menuju PCC, dalam perjalanan tidak henti-hentinya mereka tertawa memikirkan kebodohan mereka sendiri mencari kunci motor yang ternyata ada dalam gulungan celana jensnya Hamdan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sesampainya di PCC mereka heran melihat motor banyak yang keluar dari gedung yang megah nan indah itu.&lt;br /&gt; “kok pada keluar dari PCC ya.. Dan???”. tanya Harfi yang penasaran.&lt;br /&gt; “manaku tahu”.&lt;br /&gt; “coba kau lihat jam, jam berapa sekarang??”. Perintah Harfi&lt;br /&gt; “jam 10.15, ya...ampun Har acaranya sudah selesai” &lt;br /&gt; “HA....ha....ha....”. Harfi tertawa lagi, Hamdan juga ikut tertawa.&lt;br /&gt;Untuk kedua kalinya mereka menertawai kebodohan yang mereka lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selesai&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-521974674997569587?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/521974674997569587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=521974674997569587&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/521974674997569587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/521974674997569587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2009/03/mana-kuncinya.html' title='MANA KUNCINYA?'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-5066087995646193145</id><published>2009-03-24T00:53:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T22:23:02.063-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>MIMPI YANG HEBAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/SciSX8psO-I/AAAAAAAAAB0/lvH0Mopgc1M/s1600-h/Foto000.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/SciSX8psO-I/AAAAAAAAAB0/lvH0Mopgc1M/s400/Foto000.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316660300226509794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kau, kawan?. &lt;br /&gt;Bahwa aku laki-laki tanpa mimpi, aku selalu tak menyadari bahwa aku hidup dalam tiga dimensi. Aku meremehkan mimpi, mimpi masa lalu, mimpi hari ini, dan mimpi masa depan nanti. Saat aku menyadari sangat berharganya mimpi, betapa aku ingin bermimpi setinggi langit. Tapi ku tak berani, kawan. Aku tak siap terhempas dari ketinggian itu. Betapa sakitnya kubayangkan!!!. Hancur berkeping-keping. Tulangku akan remuk bahkan mungkin aku tak akan menemukan bagian-bagian tubuhku yang berpatahan dan kemudian hilang entah kemana. &lt;br /&gt;Saat ini hanya harapan yang membesarkan hatiku untuk memiliki mimpi. Sungguh sangat aneh kawan!, aku tak berani bermimpi, tapi aku berharap aku memiliki mimpi. Mimpi yang membuatku untuk berani bermimpi. &lt;br /&gt;Dulu bagiku mimpi hanyalah angan-angan tanpa harapan. Hingga suatu saat, ada yang melihatkan padaku bahwa betapa pentingnya bermimpi dalam hidup ini karena mimpi itulah yang akan menarik kita dalam kehidupan riil, sehingga kita dapat merasakan buah dari mimpi itu, buah yang sangat lezat dari pohan mimpi yang indah bak sinar senja yang memancarkan pesona keindahan tersendiri dalam keagungan Tuhan.&lt;br /&gt; Aku punya teman, kawan!  &lt;br /&gt;Temanku inilah, kawan. yang telah menyadarkanku. aku lihat ia memiliki mimpi. Mimpinya itu tak alang kepalang, sungguh sangat hebat. Tak seorang pun yang bisa menghentikannya untuk bermimpi. Baginya mimpi itu tak sekedar duduk, terus berkhayal dari pagi sampai malam, terus pagi lagi, malam lagi dan seterusnya setiap hari seperti itu. &lt;br /&gt;Apa mimpinya, kawan?. Kalau kawan tahu, mimpinya itu, beeeh....!!, pasti kawan akan terkagum-kagum melihat temanku ini, dan mungkin pasti timbul dalam benak kawan “kok beraninya bermimpi seperti itu?”. Itulah temanku, kawan!! Sungguh manusia yang aneh dengan mimpi yang aneh pula. Mimpinya ini sudah lama ia miliki, ya..kira-kira dari kami masih duduk kelas 5 SD kalo’ tidak salah sih....!!  Itu artinya benar kawan “dari kelas lima SD”. Mimpinya itu sudah ada dari kelas lima SD dan sekarang kami sudah sampai di bangku kuliah. Mimpinya itu tak sekali pudar. Sungguh orang yang hebat dengan mimpi yang hebat pula. Saat kelas lima sd itulah ia menceritakan mimpinya padaku. Ia menceritakan mimpinya dengan penuh keyakinan. Aku tatap matanya. Sungguh!! Ada bara semangat yang besar. Ada keyakinan yang berkobar dan berkata “mimpiku ini lah sobat, yang akan membawaku dalam kesuksesan sejati”. Semangatnya itu tertular padaku, aku semakin semangat mendengar cerita tentang mimipinya itu. Aku semakin serius mendengarkannya. Dalam hatiku, aku berteriak bangga pada temanku ini “MIMPI YANG HEBAT TEMAN!!!”. &lt;br /&gt;Ingin rasanya menceritakan pada dunia tentang mimpinya yang hebat itu. Aku yakin dengan kau, kawan. kau juga pasti ingin tahukan tentang mimpinya itu?!. Sungguh aku sangat ingin menceritakannya. Tapi akhir dari ceritanya itu, kawan. ia bekata “sobat tolong kau jangan ceritakan ini pada siapa pun!!. Jadi Ma’afkan,  aku kawan!! aku tak ingin menghianati temanku ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERMIMPILAH, KAWAN!!&lt;br /&gt;  KARENA TUHAN AKAN MEMELUK MIMPI-MIMPI KITA&lt;br /&gt;   DAN MENGABULKANYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah mimpi akan mengantarkan kita pada kesuksesan sejati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-5066087995646193145?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/5066087995646193145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=5066087995646193145&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/5066087995646193145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/5066087995646193145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2009/03/mimpi-yang-hebat.html' title='MIMPI YANG HEBAT'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/SciSX8psO-I/AAAAAAAAAB0/lvH0Mopgc1M/s72-c/Foto000.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-8738966522796811454</id><published>2009-03-15T22:22:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T22:27:41.041-07:00</updated><title type='text'>sungai kapus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sb3i-QFZaEI/AAAAAAAAABU/Sy6KYWd_FG0/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sb3i-QFZaEI/AAAAAAAAABU/Sy6KYWd_FG0/s400/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313652694464424002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-8738966522796811454?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/8738966522796811454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=8738966522796811454&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/8738966522796811454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/8738966522796811454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2009/03/sungai-kapus.html' title='sungai kapus'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sb3i-QFZaEI/AAAAAAAAABU/Sy6KYWd_FG0/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-4344470644856156360</id><published>2009-03-14T20:30:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T22:23:24.155-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>aku bangga jadi guru</title><content type='html'>&lt;div id="yiv165117843"&gt;&lt;style type="text/css"&gt;&lt;!--#yiv683623536 #yiv165117843 DIV {margin:0px;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;div style="font-family: times new roman,new york,times,serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;div&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;KEPALAKU pusing, entah apa yang kupikiran?, tapi yangku tahu aku bingung dengan hidup ini, aku bingung dengan negeri ini. Tiba-tiba bayangan wajah anakku muncul, wajahnya yang mirip sekali dengan ibunya yang sudah lama pergi dan tak akan pernah kembali membuat rinduku membuncah didalam sanubariku yang paling dalam.“Oh anakku kapan kau pulang? ayah rindu padamu”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Waktu terus berputar, tetap saja mataku tidak mau tertutup, aku sangat lelah hari ini. Umurku yang telah berkepala 5 membuat tulang-tulangku sudah tidak sanggup lagi untuk kerja keras, entah bagaimana aku membiayai anakku lagi untuk kuliah, semua harta bendaku sudah habisku jual dan gajiku sebagai guru tidak akan cukup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sudah jam 4 subuh rupanya, perlahan kepalaku mulai baikkan tapi rasa ngantuk tetap higgap di mataku mungkin karena semalaman penuh aku tidak dapat tidur, ingin rasanya 5 menit saja untuk memejamkan mata ini tapi tetap saja tidak bisa. Dari gubuk sederhana yang dulu penuh cinta dan kebahagian, tapi sayang sekali semua itu sekarang sudah jadi kenangan belaka, istriku sudah meninggal dan anakku pergi menuntut ilmu yang kelak dialah menggantikanku mengajar disini karena itulah cita-citanya, dia ingin menjadi Omar Bakri sejati katanya. Dari gubuk itu aku mendengar Asma Allah menggema di subuh hari, sahut menyahut dari satu masjid ke masjid yang lain.Membangunkan setiap insan yang beriman dari kenikmatan tidur yang malam ini tidak aku dapatkan. Kulaksanakan panggilannya. Kusujud dengan penuh kekhusyukan. Setelah sholat subuh, aku lihat sang surya mengintip malu dari ufuk timur yang mulai menampakkan dirinya yang kemudian menghiasi warna langit, membuat hati setiap insan yang beriman tiada berhenti bertasbih memuji Rabb semesta alam yang telah menciptakan moment yang terindah di subuh hari. Embun pagi juga ikut menghiasi bumi tercinta, menyejukan qolbu insan-insan yang bertasbih memuji Allah yang menambah keimanan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sekarang kepalaku sudah sembuh, lelahku, ngantukku, juga tidak ada lagi. Sekarang yang ada hanya rasa bahagia, entah kenapa?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sejak 30 tahun yang lalu, sejak aku mulai menjadi guru. Setiap mau pergi mengajar pasti yangku rasakan hanya kebahagian dan penuh semangat mungkin itu yang membuat sakit kepalaku, lelahku dan ngantuku seketika hilang. Setelah siap untuk pergi mengajar aku ambil sepeda butut kesayanganku yang selama ini telah setia menemaniku dan merelakankan punggungnya untukku naiki. Aku kayuh sepedaku dengan kaki rentaku ini, kulihat semua masyarakat disini juga mulai sibuk dengan kerjaan mereka. Setiapku berpapasan dengan masyarakat aku selalu menerima senyuman yang tulus dari hati mereka, inilah salah satu alasanku tetap bertahan didaerah pedalaman ini. Aku cinta dengan desa ini, aku cinta dengan keramahan masyarakat disini yang mungkin tidak akan kudapatkan dikota. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saat aku sampai di pintu gerbang sekolah, aku juga disambut dengan senyuman oleh calon-calon penerus bangsa yang lagi asik bermain. Aku parkirkan sepedaku diparkiran,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tak lama setelah aku masuk ke ruangan kantor yang ada hanya Pak &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1237087530_3"&gt;Sulaiman&lt;/span&gt; dan Ibu Nurain, memang hanya mereka yang ada dikantor sekolah reot ini karena guru yang ada hanya kami bertiga, mereka berdua tersenyum melihatku, tiba-tiba lonceng berbunyi yang bertanda jam pelajaran sudah mulai. Dengan rasa bahagia dan ikhlas kulangkahkan kakiku menuju kelas yang penuh anak-anak yang haus dengan ilmu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Assalamualaikum...........!!”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“waalaikumsalam...Pak!!.”jawab anak-anak muridku dengan suara yang nyaring&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1237087530_4"&gt;selamat pagi&lt;/span&gt; anak-anak!!!”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“pagi pak”.anak-anak itu menjawab kempok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan suara yang lebih nyaring lagi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Melihat antusias anak-anak itu semangatku terus bertambah untuk mengajar. Hari ini jadwal aku mengajar pelajaran &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1237087530_5"&gt;agama Islam&lt;/span&gt;. Dan hari ini aku menyampaikan tentang Nabi Muhammad Saw dan yang inginku sampaikan tentang kepemimpinan Beliau karena aku ingin kelak anak-anak calon penerus bangsa yang ada didepanku ini dapan menjadikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nabi Muhammad sebagai suritauladan mereka dalam memimpin baik memimpin diri sendiri maupun memimpin negeri tercinta ini. Karena setiap manusia adalah pemimpin dan pemimpin harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saat aku menjelaskan tentang kepemimpinan Rasulullah, tiba-tiba ada anak yang berteriak mengangkat tangannya. Anak ini bernama Harfi, ia memang juara umum disekolahan ini dan aku kagum kekritisannya dalam berfikir dibandingkan teman-temannya yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“ma’af Pak, boleh saya bertanya?”.kata Harfi &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“iya Harfi”.jawabku &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“begini Pak, kalau Nabi Muhammad bener pemimpin yang baik dan beliau adalah Nabi kita sebagai umat muslim, sebagai contah kita dalam bertindak, mengapa banyak orang-orang pintar yang beragama islam yang menjadi pemimpin kita banyak yang korupsi dan menipu rakyat Pak????”. Tanyanya dengan muka yang serius&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Aku tersentak kaget mendengar pertannyaan anak kecil ini, diam-diam bibirku mengucapakan kalimat “Subhanallah” aku benar-benar kagum dengan anak yang berkulit hitam ini, mungkin anak sekecil dia juga sudah mulai bosan dengan tingkah laku pemimpin zaman sekarang yang notabennya islam tapi sering menipu rakyat. Mungkin inilah juga yang membuatku tadi malam bingung tentang negeri ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Nabi Muhammad adalah sesok pemimpin yang sempurna, kita harus menjadikannya panutan kita dalam bertindak, pemimpin kita bukannya tidak tahu tentang hal ini tapi mereka tidak mau tahu karena mereka lebih mementingkan kehidupan dunia sehingga rela melakukan apa aja demi kekayaan padahal harta tidak dibawa mati”.jawabku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Aku berharap mereka belum puas dengan jawabanku agar mereka belajar untuk berfikir tentang kepemimpinan karena mereka-mereka inilah yang kelak akan menjadi calon pemimpin di negeri tercinta ini. Dan ternyata mereka benar-benar belum puas dengan jawabanku, Harfi menanya kembali dan anak-anak yang lain juga terus mengajukan pertanyaan. Aku bersyukur bisa menjadi guru, karena kelak calon-calon insyur, ilmuan, bahkan Presiden akan mencul dari tanganku dan dari tangan berjuta guru di Indonesia yang nasibnya tidak terlalu dipedulikan oleh pemerintah.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tidak terasa sudah dua jam berlalu, jam mengajar sudah selesai kemudian aku pamitan kepada anak-anak. Aku harus pulang cepat hari ini untuk mengambil gajiku di kota karena kalau kesiangan aku tidak bisa pergi ke kota hari ini. Dari kelas aku langsung menuju ke kantor untuk mengambil tasku, di kantor hanya ada Pak Sulaiman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Pak Sulaiman, saya pulang dulu ya, harus mengambil gaji hari ini. Bapak kapan ngambil gajinya?”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“iya Pak Zai, mungkin besok”.jawabnya, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pak Sulaiman memanggilku Zai karena namaku Zaidadi. Dari sekolahan aku langsung pulang kerumah kemudian langsung pergi ke kota, karena jarak dari desa ke kota terlalu jauh aku tidak naik sepeda aku harus naik ojek. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                &lt;/span&gt;****&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Warna langit mulai memerah, sang surya berada diujung barat bumi. Aku baru sampai dari kota, lelah mulai menguasai tubuh tuaku ini. Aku istirahatkan tubuhku di kursi yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada di teras rumahku. Aku letakan gajiku di meja, yang kulihat hanya ada uang sebesar Rp.500.000, hanya tinggal segitulah gajiku sekarang. Aku pun teringat dengan surat Risa anakku yang minta dikirimkan uang RP.1.000.000 untuk daftar ulang kuliahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tidak ada yang dapat dijual lagi, dengan tubuh tuaku aku harus benar-benar banting tulang lagi untuk membiayai kuliah Risa dan hidupku sehari-hari. Kerja apapun akan aku lakukan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1237087530_6"&gt;yang penting&lt;/span&gt; halal karena bagiku lebih baik mati kelaparan dari pada makan uang haram itulah perinsipku dan aku harus mencontohkan kepada murid-muridku bahwa hidup itu harus berusaha dan berusahanya tidak boleh melanggar ajaran-ajaran sang Ilahi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tiba-tiba terbisit dalam hatiku “mengapa gaji guru kecil??padahal insyur, anggota-anggota dewan bahkan presiden sekalian bisa baca tulis dan menjadi pintar itu karena guru”. Aku langsung istirgfar, entah kenapa pikiran itu muncul dalam benakku. Aku langsung membuang pikiran itu jauh-jauh karena aku takut keikhlasanku selama ini mendidik,mengajar dan sebagai guru hilang sia-sia. Walaupun begitu aku tetap bangga jadi guru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;selesai&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-4344470644856156360?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/4344470644856156360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=4344470644856156360&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/4344470644856156360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/4344470644856156360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2009/03/aku-bangga-jadi-guru.html' title='aku bangga jadi guru'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8535218210479294329.post-6317096713148051123</id><published>2009-03-11T03:22:00.000-07:00</published><updated>2009-03-11T03:31:13.360-07:00</updated><title type='text'>mari berbagi!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;mari!&lt;br /&gt;berbagi sejarah&lt;br /&gt;berbagi cerita&lt;br /&gt;berbagi pengalaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;untuk kemajuan bersama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8535218210479294329-6317096713148051123?l=harisfirmansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/feeds/6317096713148051123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8535218210479294329&amp;postID=6317096713148051123&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/6317096713148051123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8535218210479294329/posts/default/6317096713148051123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harisfirmansyah.blogspot.com/2009/03/mari-berbagi.html' title='mari berbagi!!'/><author><name>Haris Firmansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01533873153826465843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9nXRqNyyZBE/Sbx5v_T60MI/AAAAAAAAAAg/1ux2G06jc_U/S220/Foto024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
