skip to main |
skip to sidebar
RSS Feeds
coretan kata-kata terjelek dari penulis terbodoh
coretan kata-kata terjelek dari penulis terbodoh
05.26
Diposting oleh Haris Firmansyah
Oleh : Haris Firmansyah
Sejarah Sering kali diabaikan dan bahkan dianggap sepele oleh sebagian masyarakat kita, ini merupakan fenomena yang sangat berbahaya bagi bangsa tercinta ini, memang kelihatannya sederhana sekali. Namun, ketika sejarah tidak lagi di pandang atau diabaikan kelak bangsa ini akan kehilangan jati diri bangsanya.
Pada dasarnya sejarah memiliki sisi yang sangat esensial dalam kehidupan manusia baik secara personal maupun kelompok, karena sejarah memiliki pengaruh dalam tiga dimensi waktu kehidupan manusia (masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang).
”Historia Vitae Magistra” itulah kata seorang filsuf Yunani, sejarah adalah guru kehidupan. Memang benar apa yang dikatakannya, tanpa kita sadari bahwa tanpa sejarah kita tidak akan ada dan dengan adanya masa lalulah kita bisa selalu belajar agar bagaimana kehidupan kita saat ini dan yang akan datang jauh lebih baik lagi.
Sejarah tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tapi sejarah memiliki peranan penting yang dapat membentuk kepribadian seseorang yang biasa menjadi luar biasa. Selain itu, Haris Zaky Mubarak dalam artikelnya yang berjudul ”Pengembangan Muatan Lokal Dalam Pembelajaran Sejarah” menyatakan ”pentingnya pemahaman pengertian sejarah untuk kehidupan sehari-hari menjadikan siswa (seseorang) mempunyai kemampuan untuk berinteraksi di masyarakat. Sejarah dapat diibaratkan pendidik, karena dapat mendidik jiwa manusia lewat hasil yang dicapainya (Trevelyan 1957 : 228).
Pembelajaran sejarah bukan hanya menanamkan pemahaman masa lampau hingga masa kini, tapi juga menumbuh kembangkan rasa kebanggaan dan citra tanah air. Bangga sebagai Bangsa Indonesia merupakan pengalaman berarti untuk menumbuh kembangkan rasa kebanggaan dan kecintaan pada manusia secara universal”.
Sejarah juga dapat dijadikan pondasi untuk berpikir bijak untuk menjalani kehidupan ini yang penuh dengan pilihan.
”JAS MERAH ; ( Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”. (Tajuk pidato Ir. Soekarno).
*Ketua Umum HIMAS
STKIP-PGRI Pontianak