kado sederhana untuk pehlawan dan pemuda

Cerita masa lalu mu

Cerita-cerita masa lalu mu,
Takkan pernah hilang ditelan zaman,
Karena ia telah abadi terukir
di dinding-dinding sejarah kehidupan.

kau telah jadi pelaku sejarah,
ajarkanlah kami untuk melangkah lebih baik dari mu,
agar apa yang telah kau perjuangkan mati-matian tak sia-sia.

Kami sadar akan hari ini,
Tentang mu yang hanya jadi senandung biasa.
Tapi jangan lagi kau bersedih,
Dan berhentilah menangis melihat tingkah laku kami yang membuatmu kecawa.

Kami atas nama pemuda berjanji
Akan melanjutkan perjuanganmu mulai hari ini
Walaupun kami takkan mampu menjadi
Pahlawan seperti mu.


Ai5(4/11/09)


Ceritamu, buatku iri!

Malam telah larut dalam kesunyian,
Semua kembali dalam perpaduan
untuk kembali pada satu titik
Untuk menghilangkan rasa lelah hari ini.
Tapi tidak bagimu, engkau tak mengenal kata lelah
Hingga malam yang telah larut itu tak penting bagi mu.

Setiap hari engkau selalu bercerita,
Betapa gagahnya dirimu dan teman-temanmu.
Sungguh, pasti bukan hanya aku yang iri dengan cerita-ceritamu
Semua yang mengaku pemuda hari ini pun pasti iri,
Karena tak satu langkah saat ini yang kami langkahkan
Dengan gagah untuk Ibu Pertiwi.


Ai5(4/11/09)







Masihkah?

Masih adakah pahlawan hari ini?
Atau…….
Masih perlukah kita pahlawan hari ini?

Untuk membawa bunga dan
Membacakan sajak-sajak keberanian,
Agar bumi nusantara kembali harum
Dan merah putih kembali berkibar di atasnya
Dengan gagah bukan terpaksa.

Ai5(4/11/09)



Katanya Satu

Katanya satu Tanah Air,
Katanya satu Bangsa,
Katanya satu Bahasa,
Tapi tak ada kesatuan
Yang ada hanya kepentingan.
Teruslah engkau menangis Ibu Pertiwi
Karena kesatuan hanya simbol belaka.


Ai5(27/10/09)



Sajak Untukmu

Sajak ini kutulis
Sengaja untuk menghinamu,
Wahai pemuda……
Sajak ini kutulis
Sengaja untuk melukaimu ,
Biar kau sadar
Ibumu telah menangis,
Wahai pemuda….
Sajak ini kutulis
Karena kau tak lagi bersatu
Untuk satu tujuan,
Wahai pemuda….
Kau telah lotari
Bumi nusantara dengan tahi busukmu.


Ai5(28/10/09)





Ingatlah Pemuda


iIngatlah wahai pemuda……..
Hari ini memang tak sama dengan dulu
Ibu pertiwi telah kehabisan air mata
Melihat tingkah lakumu
Yang mulai tak bermoral
Kau telah kotori
Tanah Ibumu,
Ingatlah wahai pemuda…….
Hari ini memang tak sama dengan dulu
Ibu Pertiwi pernah bangga pada pemuda sebelummu
Melihat semangatnya bela Ibu Pertiwi
Yang tak getar untuk berjuang
Ia telah harumi
Tanah Ibumu,
Ingatlah wahai pemuda……..

Ai5(28/10/09)



Kalian Itu Sama

Hari ini ribuan bebatuan
Kau lotari temanmu
Bom Molotov kau ledaki.
Kau tertawa melihat darah temanmu menetes,
Kau berbangga hati ketika
Menang di atas tangisan temanmu.
Kalian berdua sebenarnya sama
Sama-sama mulai tak bermoral,
Persatuan yang dulu dijadikan sumpah
Sekarang hanya menjadi symbol tak berguna.

Ai5(28/10/09)



Apa yang kau ingat?

Ingatkah kau akan sumpah itu?
Sumpahku, sumpahmu, sumpah kita.
TIDAK?
Begitu mudah kau jawab tidak,
Jadi apa yang kau ingat?
Jadi yang kau ingat hanya senang-senang,
Jadi yang kau ingat hanya mabuk-mabukan,
Jadi yang kau ingat hanya wanita-wanitamu,
Lebih baik sekarang kau pulang!
Lalu bunuhlah ibu pertiwi mu!

Ai5(30/10/09)

HSTORIA VITAE MAGISTRA

Oleh : Haris Firmansyah

Sejarah Sering kali diabaikan dan bahkan dianggap sepele oleh sebagian masyarakat kita, ini merupakan fenomena yang sangat berbahaya bagi bangsa tercinta ini, memang kelihatannya sederhana sekali. Namun, ketika sejarah tidak lagi di pandang atau diabaikan kelak bangsa ini akan kehilangan jati diri bangsanya.
Pada dasarnya sejarah memiliki sisi yang sangat esensial dalam kehidupan manusia baik secara personal maupun kelompok, karena sejarah memiliki pengaruh dalam tiga dimensi waktu kehidupan manusia (masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang).
”Historia Vitae Magistra” itulah kata seorang filsuf Yunani, sejarah adalah guru kehidupan. Memang benar apa yang dikatakannya, tanpa kita sadari bahwa tanpa sejarah kita tidak akan ada dan dengan adanya masa lalulah kita bisa selalu belajar agar bagaimana kehidupan kita saat ini dan yang akan datang jauh lebih baik lagi.
Sejarah tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tapi sejarah memiliki peranan penting yang dapat membentuk kepribadian seseorang yang biasa menjadi luar biasa. Selain itu, Haris Zaky Mubarak dalam artikelnya yang berjudul ”Pengembangan Muatan Lokal Dalam Pembelajaran Sejarah” menyatakan ”pentingnya pemahaman pengertian sejarah untuk kehidupan sehari-hari menjadikan siswa (seseorang) mempunyai kemampuan untuk berinteraksi di masyarakat. Sejarah dapat diibaratkan pendidik, karena dapat mendidik jiwa manusia lewat hasil yang dicapainya (Trevelyan 1957 : 228).
Pembelajaran sejarah bukan hanya menanamkan pemahaman masa lampau hingga masa kini, tapi juga menumbuh kembangkan rasa kebanggaan dan citra tanah air. Bangga sebagai Bangsa Indonesia merupakan pengalaman berarti untuk menumbuh kembangkan rasa kebanggaan dan kecintaan pada manusia secara universal”.
Sejarah juga dapat dijadikan pondasi untuk berpikir bijak untuk menjalani kehidupan ini yang penuh dengan pilihan.
”JAS MERAH ; ( Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”. (Tajuk pidato Ir. Soekarno).

*Ketua Umum HIMAS
STKIP-PGRI Pontianak

Mandor, Sejarah Yang Terabaikan

BANGSA ini penuh dengan sejarah yang kelam, namun sarat akan makna dan ilmu. Sayang sekali jikalau sejarah yang ada di bangsa tercinta ini diabaikan begitu saja, tapi itulah kenyataannya sejarah selalu diremahkan, hanya dengan alasan ”yang sudah terjadi, sudahlah lupakan saja”. Sebenarnya yang sudah terjadi itu dapat dijadikan pelajaran untuk memperbaiki masa depan bangsa ini.
Salah satu sejarah yang sangat dramatis adalah Pristiwa Mandor, mungkin tidak banyak yang tahu tentang sejarah ini (Ma’af! ”tidak tahu atau tidak mau tahu”). Peristiwa yang terjadi sekitar tahun 1942-1945 ini telah memakan korban yang tidak sedikit. Namun, suara kesengsaraan rakyat yang menjerit keras seakan tertutupi oleh awan tebal yang sangat pekat. Kita selalu dipaksakan untuk meresapi kesengsaraan rakyat tanah jawa yang pada dasarnya sama susahnya dengan kesengsaraan yang terjadi di Kalimantan Barat sehingga kita melupakan sejarah daerah kita sendiri. Padahal, pada zaman pendudukan Jepang adalah merupakan suatu masa yang diselimuti oleh kelaparan, derita, kemiskinanan, ketakutan, air mata, dan darah. Masa suram semacam itu tidak hanya terjadi di pulau Jawa atau Sumatra, tetapi malanda semua penjuru tanah air termasuk Kalimantan Barat. Satu generasi terbaik kalimantan barat telah habis dibantai. Rekayasa atau tidak, yang pastinya lebih dari 1.000 nyawa terlanjur lenyap. Mereka tewas di ujung samurai dan bedil senjata balantara Jepang. Dapat kita bayangkan, jika generasi terbaik itu tidak dibantai, mungkin Kal-Bar akan tidak terperuk seperti saat ini.
Mungkin bisa dikatakan bahwa sejarah ini tidak dilupakan hanya saja diabaikan. Pemerintah contohnya, mereka sudah mulai tampak memperhatikan hal ini, untuk mengenang para pejuang yang menjadi korban keganasan tentara Jepang di Kal-Bar, maka pemerintah Daerah Tingkat I Kal-Bar mendirikan monumen di Mandor sebagai simbol adanya perjuangan dan perlawanan terhadap Jepang di Kal-Bar pada tahun 1976/1977. kompleks monumen dilengkapi dengan plaza yang luas, di kiri - kanan monumen dibuat dinding beton, masing-masing berukuran 15x2,5 m berhiaskan relief. Monumen ini diarsiteki ir.M.Said Djafar, desain relief oleh seniman lukis Kal-Bar Syekh Abdul Aziz Yusnian dan pembuatan relief oleh Hermani Cs. Monumen itu diberi nama ”Monumen Makam Juang Mandor”. Selain itu pemerintah dengan bertujuan untuk menumbuhkan rasa saling menghargai dan menanamkan rasa cinta pada bangsa dan negara, disamping juga untuk mengenang peristiwa Mandor, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Peraturan Daerah NO.5 Tahun 2007 menetapkan tanggal 28 Juni sebagai Hari Berkabung daerah (HBD) Kalimantan Barat. Tanggal ini diambil karena bertepatan dibangunnya Monumen yang diresmikan bersamaan dengan ziarah massal 28 juni 1977. sejak peraturan itu ditetapkan maka mulai tahun 2007 setiap tanggal 28 Juni dilakukan pengibaran setengah tiang di kantor-kantor instansi pemerintah dan masyarakat.
Sungguh sangat luar biasa perhatian pemerintah, namun kita sudah ketahui bersama, bagaimana keadaan hari-hari bersejarah lainnya di bangsa indonesia, sejarah akan selalu menjadi romantisme masa lalu yang hanya menjadi kenangan bukan sebagai History as past actuality, sejarah sebagai peristiwa yang patut dipelajari tidak hanya dikenang sehingga generasi masa depan bangsa ini akan selalu tumbuh dengan sifat dan rasa nasionalisme yang tinggi tanpa menghilangkan jati diri bangsanya.
Kita sebagai masyarakat juga harus peduli untuk memperhatikan masalah ini, kita harus memulai dari diri kita sendiri untuk terus memperhatikan sejarah Lokal dan bukan hanya peristiwa mandor saja, agar sejarah Kal-Bar mulai terangkat kepermukaan dan bisa menjadi sejarah yang berskala nasional, jika kita tidak ingin sejarah Kal-Bar hanya sekedar menjadi cerita rakyat yang semakin dilupakan dari generasi-kegenerasi. Harapan kita semua agar sejarah lokal dapat dimasukan di kurikulum dalam mata pelajaran sekolah Muatan Lokal agar generasi muda Kal-Bar mengetahui sejarah daerahnya sendiri, jadi sejarah nantinya bukan hanya menjadi ritulyang dilakukan setahun sekali, tapi dapat menjadi media pembelaaran secara terus menerus dan pembentukan nilai-nilai luhur dalam memahami sejarah.

akankah perubahan datang
dengan sendirinya
tanpa kita jemput

sungguh, kemalasan sudah
memenjarai diriku
aku malas menjemputnya



inginku ceritakan sebuah
perjalanan yang merupakan catatan sejarah anak-anak sejarah diBumi Tadulako,Palu, Sulawesi Tengah. Tapi.....cerita itu belum kutulis

Siswa Mulai Tidak Peduli Sejarah Bangsa

"Pontianak post"
Selasa, 10 Maret 2009 , 08:00:00
Siswa Mulai Tidak Peduli Sejarah Bangsa

MUNGKIN sejarah dianggap suatu hal yang sangat membosankan. Bahkan tidak menarik bagi sebagian siswa. Sehingga meraka tidak terlalu peduli dengan hal-hal yang berbau sejarah. Ketidakpedulian ini jika kita amati merupakan salah satu penyebab hancurnya moral generasi muda bangsa kita yang tercinta ini. Dan ini akan menimbulkan efek yang sangat berbahaya yakni “Indonesia akan kehilangan jati diri bangsanya” karena generasi mudanya tidak peduli akan masa lalu bangsanya sendiri. Sudah dapat kita bayangkan bagaimana keadaan Indonesia kedepannya jika fenomena ini masih dianggap sepele dan diremehkan.

Pada dasarnya, sejarah bukan hanya berbicara tentang masa lalu. Tapi sejarah memiliki peranan penting yang dapat membentuk kepribadian siswa yang biasa menjadi luar biasa. Selain itu, Haris Zaky Mubarak dalam artikelnya yang berjudul “Pengembangan Muatan Lokal dalam Pembelajaran Sejarah” menyatakan “pentingnya pemahaman pengertian sejarah untuk kehidupan sehari-hari menjadikan siswa mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dimasyarakat. Sejarah dapat diibaratkan pendidik, karena dapat mendidik jiwa manusia lewat hasil yang dicapainya (Trevelyan, 1957:228). Pembelajaran sejarah bukan hanya untuk menanamkan pemahaman masa lampau hingga masa kini, tapi juga untuk menumbuh kembangkan rasa kebanggaan dan citra tanah air. Bangga sebagai bangsa Indonesia merupakan pengalaman berarti untuk menumbuh kembangkan rasa kebanggaan dan kecintaan pada manusia secara universal”.

Sejarah juga dapat dijadikan pondasi untuk berpikir bijak. Sehingga siswa sebagai generasi penerus bangsa dimana ditangannyalah kelak akan berada kelangsungan hidup bangsa tercinta ini, dapat dan bisa berpikir bijaksana dan menjadikan sejarah sebagai cerminan masa lalu untuk membawa kehidupan bangsa Indonesia dimasa depan, baik dari aspek sosial, budaya, politik, agama maupun ekonomi kearah yang jauh lebih baik lagi. Sekarang bukan saatnya untuk menimbulkan pertanyaan “siapa yang salah?” karena ini merupakan kebiasaan yang jelek dari bangsa tercinta ini yang mengaku dirinya bangsa yang bemartaban tinggi. Tapi, mari kita mencari solusi bersama dalam mengatasi fenomena ini. Yang pastinya ini merupakan tantangan kita bersama untuk memajukan Indonesia dan agar Indonesia tidak kehilangan jati diri bangsanya. Apalagi guru dan calon pendidik akan jauh lebih mendapatan tantangan yang besar untuk mengkemas pembelajaran sejarah agar menarik dan tidak membosankan agar nilai-nilai bangsa dapat tertanam dalam diri setiap individu siswa.
“JAS MERAH ; Jangan sekali-kali melupakan sejarah”. (tajuk pidato Ir. Soekarno)


* Penulis Haris Firmansyah
Mahasiswa Prodi Sejarah STKIP-PGRI

Melalui Pendidikan, Kita Bangun SDM Indonesia

KEMAJUAN suatu negara terletak pada kualitas manusia didalamnya, apabila SDMnya jelek? Maka negara tersebut akan sulit berkembang bahkan akan selalu ditindas oleh negara asing. Dari dulu dan sampai sekarang selalu timbul suatu pertanyaan sederhana yang mungkin menarik untuk dibahas, yakni “ Mengapa Indonesia tidak maju-maju?”. Sekarang sudah jelas jawabannya “SDM Indonesia amatlah jelek”. Sudah berbagai cara dilalui pemerintah untuk memperbaikai SDM dari kesehatan, ekonomi, budaya, sampai hal yang sangat vital yang dapat membentuk pola dasar karakter dan pemikiran masyarakat yakni Pendidikan. Anehnya usaha pemerintah itu menimbulkan tanggapan yang jelek di mata masyarakat karena terkesan hanya menghambur-hamburkan kas negara dan bukti nyata dari usaha pemerintah tersebut masih sangat kusam dan tidak jelas, semua itu dikarenakan ketidakseriusan pemerintah dalam menenganinya. Pemerintah sangat hebat dalam menyusun suatu program untuk memperbaiki SDM tapi dibalik itu semua sebagian dari mereka hanya mencari keuntungan pribadi dalam menjalankan programnya.

Tapi kita tidak bisa terus-terusan menyalahkan pemerintah, suatu program untuk memperbaiki SDM walaupun sudah dirancang sedemikian bagusnya dan bahkan dijamin akan bisa sukses besar, jika kita sebagai masyarakat yang menjadi objek dari program itu tidak memberikan respon yang baik maka semuanya akan sia-sia. Kinilah saatnya pemerintah dan masyrakat bekerjasama dalam membentuk SDM Indonesia yang bagus untuk mencapai Indonesia suskses dan maju !. Sudah berabad-abad Negara ini terjajah oleh bangsa asing, apakah sekarang kita masih mau dijajah lagi dengan kebodohan?.

Alangkah bodohnya kita jika tidak belajar dari sejarah, karena bangsa ini terbentuk melalui sejarah. Presiden pertama kita Bung Karno pernah berpidato dengan judul “Jasmerah” (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah). Sekarang saatnya kita harus melihat dan mempelajarinya demi kemajuan bersama, tidak dapat dipungkiri lagi Indonesia bisa memperoleh kemerdekaan karena pendidikan. Misalnya terbentuknya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang menandai pergeseran pola gerakan anti klonialisme dari gerakan bersenjata menuju perjuangan melalui organisasi, Soempah Pemoeda tanggal 28 Oktober 1928, itu merupakan tonggak sejarah yang menandai kesadaran untuk bersatu dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Di dalam buku 100 tokoh yang mengubah Indonesia diabad 20, disusun oleh Floriberta Aning S memuat tokoh-tokoh yang semasa hidupnya tidak terlepas dari pendidikan. Misalnya Soekarno (mantan Presiden pertama RI), KI Hadjar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional), H.O.S Tjokroaminoto (tokoh Pergerakan Nasional) dan masih banyak lagi yang lainnya.

Bahkan sejarah pernah menggambarkan bahwa betapa pentingnya pendidikan. Lihat saja Jepang yang pada perang dunia kedua tahun 1945 adalah negara yang paling hancur akibat bom atom di Hirosima (6/8/1945) dan Nagasaki (9/8/1945). Semuanya hancur tiada bersisa. Tapi pada saat itu begitu bijaksananya Kaisar Jepang, pertanyaan pertama yang muncul dari pimpinan tertinggi tersebut “masih berapa jumlah guru yang tersisa di negeri ini?”. Kemudian beliau menerangkan alasannya mengapa bertanya seperti itu “jika negeri ini masih ada guru, kita akan segera bangkit dari kekalahan. Dari gurulah akan lahir seorang Insiyur, dokter dan tenaga terampil lainnya guna membangun negeri ini” . betapa berharganya nilai guru dan pendidikan di mata Kaisar Jepang. Ternyata ucapan Kaisar Jepang memang sungguh luar biasa, Jepang yang dulu menangis sekarang tersenyum lebar menjadi negara terkuat dalam teknologi dan merupakan negara raksasa yang menguasai perdagangan dunia, bagaimana dengan negara kita? rasanya terbalik 360 derajat, kita belum mampu tersenyum lebar melihat nasib pendidikan dan perkembangan bangsa saat ini.

Ini adalah merupakan pelajaran berharga sekaligus cambuk bagi kita untuk tidak terlalu pulas tertidur dan bermalas-malasan kita tertinggal karena bangsa kita adalah pemalas dan tidak disiplin. Kini saatnya bangkit menyongsong kemajuan bangsa lewat pendidikan, karena sesungguhnya pendidikan merupakan pondasi awal dalam membangun SDM demi menciptakan bangsa yang kuat.



*Haris firmansyah, Kabid Infokom Primakapon & Mahasiswa prodi sejarah STKIP-PGRI PTK

BIOGRAFI MOHAMMAD HATTA “Proklamator dan Wapres RI Pertama”

1.Pendahuluan
Sejarah merupakan cerminan masa kini dan masa yang akan datang, ia mengajarkan pada kita untuk selalu berpikir bijak dalam menghadapi kehidupan ini. Jadi, apa pun yang terjadi pada masa lalu di bangsa kita ia adalah serpihan dari puing-puing sejarah, yang memiliki pangaruh besar terhadap masa kini dan masa yang akan dating pada negri Indonesia yang tercinta ini.
Dan serpihan sejarah tersebut merupakan ukiran-ukiran tangan dari pemimpin-pemimpin negri ini dan para pejuang masa lalu. Dan dalam pengantar di buku “100 Tokoh yang Mengubah Indonesia” yang disusun oleh Floribeta Aning S.mengatakan :
“ada yang mengatakan bahwa sejarah merupakan riwayat hidup orang-orang besar. Tidak selalu demikian, memang, akan tetapi sulit diingkari bahwa riwayat orang-orang besar itu sendiri merupakan sebagian (mungkin terbesar) dari gran narrative sejarah”.
Maka dari pada itu seharusnyalah kita tetap mengenang dan mempelajari tentang kehidupan pribadi para pengukir sejarah Indonesia. Salah satu dari sekian banyak tokoh adalah “Mohammad Hatta”, beliau adalah sosok proklamator dan wakil presiden pertama RI yang bertolak belakang dengan Soekarnoyang lebih ekspresif dan meledak-ledak. Mohammad Hatta berpenampilan kalem, tenang dan bijak. menurut Deliar Noer : “Hatta adalah seorang pemimpin yang langka, yang senantiasa memperlihatkan moral tinggi dalam bergerak. Ia dikenal sebagai pemimpin yang bersih dan tak pernah berupaya memperkaya diri dan keluarga. Ia juga bersih dalam menilai kekuasaan yang sebenarnya dapat ia permainkan. Daslam hubungannya dengan perumpuan ia selalu menghargai mereka sembari tetap menjaga jarak berdasarkan akhlak yang dituntut dari seorang muslim yang saleh. Akibatnya ia kerap dianggap kaku dalam berhubungan. Duli dan kini, ia adalah suri teladan”.
Beliau memiliki segudang prestasi yang patut kita banggakan. Di RI beliau memiliki peranan penting, prestasi dan jabatan beliau di negeri ini, antara lain:
a. Wakil Presiden Indonesia ke-1, Masa jabatan 1945 – 1956
b. Perdana Menteri Indonesia ke-3, Masa jabatan 29 Januari 1948 – 16 Januari 1950
c. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Masa jabatan 1949 – 1950

2.Biografi singkat Mohammad Hatta
Lahir :12 Agustus 1902, Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia
Meninggal :14 Maret 1980 (umur 77), Jakarta, Indonesia
Partai politik : Non Partai
Istri : Rahmi Rachim
Anak : Meutia Hatta, Gemala Hatta, Halida Hatta
Agama : Islam
Dr.(H.C.) Drs. H. Mohammad Hatta (populer sebagai Bung Hatta, lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 12 Agustus 1902 – wafat di Jakarta, 14 Maret 1980 pada umur 77 tahun) adalah pejuang, negarawan, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, karena berselisih dengan Presiden Soekarno. Hatta dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Bandar udara internasional Jakarta menggunakan namanya sebagai penghormatan terhadap jasanya sebagai salah seorang proklamator kemerdekaan Indonesia.
Nama yang diberikan oleh orang tuanya ketika dilahirkan adalah Muhammad Athar. Anak perempuannya bernama Meutia Hatta menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dalam Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta.
a.Latar belakang dan pendidikan
Hatta lahir dari keluarga ulama Minangkabau, Sumatera Barat. Ia menempuh pendidikan dasar di Sekolah Melayu, Bukit tinggi, dan pada tahun 1913-1916 melanjutkan studinya ke Europeesche Lagere School (ELS) di Padang. Saat usia 13 tahun, sebenarnya ia telah lulus ujian masuk ke HBS (setingkat SMA) di Batavia (kini Jakarta), namun ibunya menginginkan Hatta agar tetap di Padang dahulu, mengingat usianya yang masih muda. Akhirnya Bung Hatta melanjutkan studi ke MULO di Padang. Baru pada tahun 1919 ia pergi ke Batavia untuk studi di Sekolah Tinggi Dagang "Prins Hendrik School". Ia menyelesaikan studinya dengan hasil sangat baik, dan pada tahun 1921, Bung Hatta pergi ke Rotterdam, Belanda untuk belajar ilmu perdagangan/bisnis di Nederland Handelshogeschool (bahasa inggris: Rotterdam School of Commerce, kini menjadi Universitas Erasmus). Di Belanda, ia kemudian tinggal selama 11 tahun.
Pada tangal 27 November 1956, Bung Hatta memperoleh gelar kehormatan akademis yaitu Doctor Honoris Causa dalam Ilmu Hukum dari Universitas Gadjah Mada di Yoyakarta. Pidato pengukuhannya berjudul "Lampau dan Datang".
Di Batavia, ia juga aktif di Jong Sumatranen Bond Pusat sebagai Bendahara. Ketika di Belanda ia bergabung dalam Perhimpunan Hindia (Indische Vereeniging). Saat itu, telah berkembang iklim pergerakan di Indische Vereeniging. Sebelumnya, Indische Vereeniging yang berdiri pada 1908 tak lebih dari ajang pertemuan pelajar asal tanah air. Atmosfer pergerakan mulai mewarnai Indische Vereeniging semenjak tibanya tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Ernest Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumo) di Belanda pada 1913 sebagai orang buangan akibat tulisan-tulisan tajam anti-pemerintah mereka di media massa.
b.Perjuangan
Saat berusia 15 tahun, Hatta merintis karir sebagai aktivis organisasi, sebagai bendahara Jong Sumatranen Bond (JSB) Cabang Padang. Di kota ini Hatta mulai menimbun pengetahuan perihal perkembangan masyarakat dan politik, salah satunya lewat membaca berbagai koran, bukan saja koran terbitan Padang tetapi juga Batavia. Lewat itulah Hatta mengenal pemikiran Tjokroaminoto dalam surat kabar Utusan Hindia, dan Agus Salim dalam Neratja.
Kesadaran politik Hatta makin berkembang karena kebiasaannya menghadiri ceramah-ceramah atau pertemuan-pertemuan politik. Salah seorang tokoh politik yang menjadi idola Hatta ketika itu ialah Abdul Moeis. “Aku kagum melihat cara Abdul Moeis berpidato, aku asyik mendengarkan suaranya yang merdu setengah parau, terpesona oleh ayun katanya. Sampai saat itu aku belum pernah mendengarkan pidato yang begitu hebat menarik perhatian dan membakar semangat,” aku Hatta dalam Memoir-nya. Itulah Abdul Moeis: pengarang roman Salah Asuhan; aktivis partai Sarekat Islam; anggota Volksraad; dan pegiat dalam majalah Hindia Sarekat, koran Kaoem Moeda, Neratja, Hindia Baroe, serta Utusan Melayu dan Peroebahan.
Pada usia 17 tahun, Hatta lulus dari sekolah tingkat menengah (MULO). Lantas ia bertolak ke Batavia untuk melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School. Di sini, Hatta mulai aktif menulis. Karangannya dimuat dalam majalah Jong Sumatera, “Namaku Hindania!” begitulah judulnya. Berkisah perihal janda cantik dan kaya yang terbujuk kawin lagi. Setelah ditinggal mati suaminya, Brahmana dari Hindustan, datanglah musafir dari Barat bernama Wolandia, yang kemudian meminangnya. “Tapi Wolandia terlalu miskin sehingga lebih mencintai hartaku daripada diriku dan menyia-nyiakan anak-anakku,” rutuk Hatta lewat Hindania.
Pemuda Hatta makin tajam pemikirannya karena diasah dengan beragam bacaan, pengalaman sebagai Bendahara JSB Pusat, perbincangan dengan tokoh-tokoh pergerakan asal Minangkabau yang mukim di Batavia, serta diskusi dengan temannya sesama anggota JSB: Bahder Djohan. Saban Sabtu, ia dan Bahder Djohan punya kebiasaan keliling kota. Selama berkeliling kota, mereka bertukar pikiran tentang berbagai hal mengenai tanah air. Pokok soal yang kerap pula mereka perbincangkan ialah perihal memajukan bahasa Melayu. Untuk itu, menurut Bahder Djohan perlu diadakan suatu majalah. Majalah dalam rencana Bahder Djohan itupun sudah ia beri nama Malaya. Antara mereka berdua sempat ada pembagian pekerjaan. Bahder Djohan akan mengutamakan perhatiannya pada persiapan redaksi majalah, sedangkan Hatta pada soal organisasi dan pembiayaan penerbitan. Namun, “Karena berbagai hal cita-cita kami itu tak dapat diteruskan,” kenang Hatta lagi dalam Memoir-nya.
Selama menjabat Bendahara JSB Pusat, Hatta menjalin kerjasama dengan percetakan surat kabar Neratja. Hubungan itu terus berlanjut meski Hatta berada di Rotterdam, ia dipercaya sebagai koresponden. Suatu ketika pada medio tahun 1922, terjadi peristiwa yang mengemparkan Eropa, Turki yang dipandang sebagai kerajaan yang sedang runtuh (the sick man of Europe) memukul mundur tentara Yunani yang dijagokan oleh Inggris. Rentetan peristiwa itu Hatta pantau lalu ia tulis menjadi serial tulisan untuk Neratja di Batavia. Serial tulisan Hatta itu menyedot perhatian khalayak pembaca, bahkan banyak surat kabar di tanah air yang mengutip tulisan-tulisan Hatta.
Perangko Satu Abad Bung Hatta diterbitkan oleh PT Pos Indonesia tahun 2002Hatta mulai menetap di Belanda semenjak September 1921. Ia segera bergabung dalam Perhimpunan Hindia (Indische Vereeniging). Saat itu, telah tersedia iklim pergerakan di Indische Vereeniging. Sebelumnya, Indische Vereeniging yang berdiri pada 1908 tak lebih dari ajang pertemuan pelajar asal tanah air. Atmosfer pergerakan mulai mewarnai Indische Vereeniging semenjak tibanya tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumo) di Belanda pada 1913 sebagai eksterniran akibat kritik mereka lewat tulisan di koran De Expres. Kondisi itu tercipta, tak lepas karena Suwardi Suryaningrat (Ki Hadjar Dewantara) menginisiasi penerbitan majalah Hindia Poetra oleh Indische Vereeniging mulai 1916. Hindia Poetra bersemboyan “Ma’moerlah Tanah Hindia! Kekallah Anak-Rakjatnya!” berisi informasi bagi para pelajar asal tanah air perihal kondisi di Nusantara, tak ketinggalan pula tersisip kritik terhadap sikap kolonial Belanda.
Di Indische Vereeniging, pergerakan putra Minangkabau ini tak lagi tersekat oleh ikatan kedaerahan. Sebab Indische Vereeniging berisi aktivis dari beragam latar belakang asal daerah. Lagipula, nama Indische –meski masih bermasalah– sudah mencerminkan kesatuan wilayah, yakni gugusan kepulauan di Nusantara yang secara politis diikat oleh sistem kolonialisme belanda. Dari sanalah mereka semua berasal.
Hatta mengawali karir pergerakannya di Indische Vereeniging pada 1922, lagi-lagi, sebagai Bendahara. Penunjukkan itu berlangsung pada 19 Februari 1922, ketika terjadi pergantian pengurus Indische Vereeniging. Ketua lama dr. Soetomo diganti oleh Hermen Kartawisastra. Momentum suksesi kala itu punya arti penting bagi mereka di masa mendatang, sebab ketika itulah mereka memutuskan untuk mengganti nama Indische Vereeniging menjadi Indonesische Vereeniging dan kelanjutannya mengganti nama Nederland Indie menjadi Indonesia. Sebuah pilihan nama bangsa yang sarat bermuatan politik. Dalam forum itu pula, salah seorang anggota Indonesische Vereeniging mengatakan bahwa dari sekarang kita mulai membangun Indonesia dan meniadakan Hindia atau Nederland Indie.
Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda, dan di sinilah ia bersahabat dengan nasionalis India, Jawaharlal Nehru. Aktivitasnya dalam organisasi ini menyebabkan Hatta ditangkap pemerintah Belanda. Hatta akhirnya dibebaskan, setelah melakukan pidato pembelaannya yang terkenal: Indonesia Free.
Pada tahun 1932 Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia melalui proses pelatihan-pelatihan. Belanda kembali menangkap Hatta, bersama Soetan Sjahrir, ketua Club Pendidikan Nasional Indonesia pada bulan Februari 1934. Hatta diasingkan ke Digul dan kemudian ke Banda selama 6 tahun.
Pada tahun 1945, Hatta secara aklamasi diangkat sebagai wakil presiden pertama RI, bersama Bung Karno yang menjadi presiden RI sehari setelah ia dan bung karno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Oleh karena peran tersebut maka keduanya disebut Bapak Proklamator Indonesia.
c.Kehidupan pribadi
Hatta menikah dengan Rahmi Rachim pada tanggal 18 Nopember 1945 di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Mereka mempunyai tiga orang putri, yaitu Meutia Farida, Gemala Rabi'ah, dan Halida Nuriah. Dua orang putrinya yang tertua telah menikah. Yang pertama dengan Dr. Sri-Edi Swasono dan yang kedua dengan Drs. Mohammad Chalil Baridjambek. Hatta sempat menyaksikan kelahiran dua cucunya, yaitu Sri Juwita Hanum Swasono dan Mohamad Athar Baridjambek.
d.Perpustakaan
Perpustakaan Bung Hatta memiliki lebih dari 8.000 buku, terdiri dari Sejarah, Budaya, Politik, Bahasa dan lain-lain. Hal inilah yang turut menyumbang kemampuan Beliau dalam berdiplomasi utnuk memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Cinta…Pergilah

Kau katakan cinta padaku
Saat aku tak mengetahuinya
Kau ajari aku bercinta
Saat aku amat bodoh
Kau bikin aku jatuh cinta
Saat aku tidak menginginkannya
***
Saat aku mengerti semuanya
Saat aku tahu bercinta
Saat aku mencintaimu
Kau khianati cintaku
Kau tinggalkan aku
Kau tak perdulikan aku lagi
***
Cinta…sekarang
Mendengar suaramu pun aku tak sanggup
Apa lagi melihatmu
Hati ini terasa tersayat habis
Oleh pisau yang paling tajam
Yang kau lakukan kepadaku
Anehnya hati ini tetap mencintaimu
Makinku coba melupakan dan membencimu
Makin sebesar itu pula cinta ini bersemayam dalam hatiku
***
Cinta…. pergilah dari hatiku
Jangan kau bikin
Aku seperti burung yang mencoba terbang
Dengan satu sayap
Yang tidak akan pernah bisa dia lakukan
Yang hanya bikin dia merasa sedih
Karena tidak akan merasakan indahnya angkasa
***
Cinta….pergilah dan pergilah
Kau dariku sejuah mungkin
yang dapat kau lakukan

Tentang Sebuah Rasa



Malam telah larut dalam kesunyian dan kegelapan, tapi rasa yang kurasakan tetap berada jauh didalam lubuk hatiku, ia telah tertanam dan tumbuh subur dalam jiwaku. Andaikan rasa ini tidak pernah datang, mungkin aku…… mungkin aku akan tetap berada dalam sebuah penantian yang indah, karena menanti rasa yang mengukir tentang cinta untuk menghiasi hatiku, cinta yang bak sinar senja yang memancarkan cahaya keindahan dalam fatamorgana keagungan Tuhan.

Namun, Rasa yang telah lama kurindukan akhirnya telah datang, rasa itu membawa kabar tentang cinta. Tapi, kawan! Entahlah, aku bingung memikirkan tentang rasa ini, rasa ini telah mendatangkan dua rasa yang berbeda tapi satu.

Bukannya aku tak bahagia ketika rasa ini datang, tapi rasa ini mengharuskanku untuk memilih, Aku tak mau melanggar prinsipku dalam memaknai cinta, bagiku cinta adalah SATU, satu tentang rasa kesetiaan, satu tentang rasa kepercayaan dan satu bukanlah dua, dua yang bisa menghancurkan satu.

THE POWER OF cinta



FARID pemuda yang cerdas, baik dan tampan. Ia merupakan sesosok pria yang mungkin dambaan para wanita, yang membuat setiap gadis yang melihat dan mengenalnya akan jatuh cinta padanya. Begitu jugalah yang terjadi terhadap seorang gadis yang tergolong sederhana di tempat Farid tinggal, seorang gadis yang memiliki aura yang berbeda dari setiap gadis yang ada ditempatnya itu, bahkan dapat dikatakan gadis ini merupakan bidadari yang tersembunyi dalam kesederhanaan yang indah, ia tidak begitu cantik tapi wajahnya manis dan tidak membuat seorangpun bosan memandangnya, di balik jilbab yang dipakainya menunjukan kecantikan yang dimilikinya tidak cuma berasal dari paras dan bentuk tubuhnya tapi hatinya jauh lebih cantik.
Ia adalah Astrid, nama lengkapnya Astrid Kumala Sari. Astrid inilah yang yang telah mencuri hati Farid.
Mereka berdua saling mencintai tapi tidak seorang pun yang tahu termasuk diri mereka sendiri. Kenapa bisa begitu? Karena antara mereka berdua tidak ada yang berani untuk mengungkapkan perasaannya hinggga membuat cinta yang suci tersembunyi dibalik tirai kemaluan dan ketakutan dihati mereka.
***
Angin malam ini meniupkan ketenangan dalam perputaran waktu, yang tidak akan pernah lelah untuk berputar yang dapat masuk kerelung kalbu, mendamaikan suasana hati setiap insan yang merasakan hembusannya. Membuat Farid dan Harfi rela mengahabiskan waktunya duduk di teras rumah Farid yang berhadapan dengan rumah Astrid sambil saling bercengakrama. Saat asik ngobrol tiba-tiba dari kejahuan tampak seorang gadis menggunakan jilbab biru yang membuatnya tampak anggun berjalan menuju arah mereka, ternyata itu Astrid yang baru pulang dari kuliah karena ada jam kuliah malam hari kamis ini. Suasana menjadi lebih sunyi, kedua mata pria ini terpana melihat kecantikan Astrid yang membungkam mulut mereka, hingga canda dan tawa yang ada menjadi seperti hamparan padang pasir yang ada hanya hembusan angin, yang membuat mereka terbius dengan keindahan ciptaan Tuhan paling sempurna dalam fatamorgana cinta yang tinggi.
“Assalamualaikum...........!!.” sapa astrid yang membelah kesunyian.
Tidak ada yang menjawab salamnya, mungkin Farid dan Harfi telah terbang jauh dalam khyalan tingkat tinggi menyaksikan keindahan cinta.
“Assalamulaikum............!!”Astrid meningkatkan volume suaranya, Farid kaget tapi Harfi masih berada dalam khyalanya itu.
Sambil tebata-bata Farid menjawab salam Astrid ”wa..wa..alaikum sa...salam.” mungkin Farid malu dengan apa yang terjadi.
“baru pulang kuliah AS??.” tanya Farid menghilangkan malu, sedangkan Harfi masih tetap seperti itu.
“iya ni Farid, soalnya tiap hari kamis ada jam kuliah malam.” Jawab Astrid sambil memegang tas kuliahnya.
“Udah dulu ya...Far, aku capek mau istirahat dan besok mesti kuliah lagi.” Sambung Astrid yang menunjukkan wajah yang lelah seperti habis berjalan melintasi samudra.
“assalamuilaikum...!!.”
“waalaikumsalam...!!.”
Astrid pulang menuju rumahnya tapi Harfi belum juga sadar dari khyalannya, Harfi memiliki cinta yang besar yang kadang tidak dapat dikontrolnya itulah yang membuatnya seperti ini dan itu juga yang membuat Farid tetap menjaga perasaannya karena Farid tahu benar sifat temannya itu. Dan Harfi banyak menujukan perubahan yang baik semenjak kenal sama Astrid dua tahun yang lalu, cinta Harfi pada Astrid telah menunjukan bahwa The Power Of Love itu benar-benar ada dan kekuatan yang dimilikinya jauh melebihi apapun kecuali Allah, karena Dialah yang menciptakan dan memberikan kekuatan cinta itu kepada setiap hambanya, yang mampu merubah setipa insan yang merasakan kekuatannya. Dulunya Harfi merupakan sesosok manusia yang tidak mempunyai tujuan hidup seolah semuanya menjadi gelap dalam pandangan batinnya, yang membuatnya menjadi manusia yang paling pesimis, bahkan dulu ia pernah mencoba bunuh diri syukurnya Farid dapat menyelamatkannya. Kepesimisannya dalam kehidupan itu berawal dari kematian seluruh anggota keluarganya dalam kecelakaan pesawat terbang. Pristiwa itu terjadi pada saat seluruh anggota keluarganya. bapak, ibu dan adik-adiknya mau pergi berlibuaran ke jakarta, saat itu Harfi tidak bisa ikut karena harus mengurus pendaftaran kuliahnya bersama Farid. Pesawat yang terbang dari bandara Supadio Pontianak itu mengalami kenaasanya pada saat lepas landas yang tiba-tiba meledak tidak diketahui penyebabnya apa, sampai saat ini masih dalam penyelidikan polisi. Oleh karena itu jugalah Farid tidak mau membuat temannya kembali dalam lingkaran kepesimisan, dia akan mencoba merelakan cintanya demi kebahagiaan sahabatnya, baginya sahabat itu jauh lebih berharga dari pada wanita manapun kecuali ibunya biarpun wanita itu yang ia cintai dan yang di harapkannya menjadi kekasih hati untuk mendampingi dirinya dalam mengarung kehidupan ini.
Farid tersenyum melihat sikap Harfi yang berlebihan seperti itu.
“kamu kenapa Har?.”tanya Farid
“woy.........Har kamu kenapa sih?.” Tanya farid sekali lagi dengan kesal, harfi kaget lalu sadar.
“i..i..iya Far ada apa?.”kata Harfi sambil terbata-bata
“ni orang ditanya eh malah balik tanya, kamu tu kayak orang bodoh tadi”
“ga’ ada apa-apa kok.”
“yang bener....?jangan bohong!.”
“aku cinta sama Astrid.”kata Harfi pelan
Farid tediam mendengar kata-kata yang keluar dari mulut temannya itu, nafasnya sesak, hatinya pilu dan perih. Tapi dia harus tetap tegar demi seorang sahabat yang amat ia sayangi.
“Sabar Farid, menyemprunakan cinta itu harus butuh pegorbanan biarpun orang yang kita cintai tidak dapat kita miliki dan kebahagian akan lebih terasa jika melihat orang yang dekat kita bahagia dengan cintanya, walaupun kebahagiaan itu amat sangat sulit untuk didapatkan.” Gumam Farid dalam hatinya.
“Far kok kamu yang malah bengong?aku mau pulang dulu ni, udah malam.” Kata Harfi sambil melihat jam tangannya yang baru dibelinya tadi siang. Keduanya pun berdiri dari tempat duduknya.
“iya Har, hati-hati pulang jalan kerumah kamu tu sepi banget.”
“ah...kamu Far nakut-nakutkan aku aja,Assalamualaikum...Far!!.”
“Waalaikumsalam...........!!.”
Setelah Harfi jauh meninggalkan rumahnya Farid kembali duduk dikursi rotan buatan ayahnya, Farid masih kepikiran dengan kata-kata yang dikeluarkan Harfi. Tiba-tiba hpnya yang ada di atas meja berbunyi, ada sms yang masuk ternyata dari Astrid. Kesedihannya seketika sirna ditelan kebahagiaan karena menerima sms dari pujaan hati.
“Ass Farid!!ko’ bengong?mikrn apaan?dah mlm tu...,tidur sana.kan besok u ad kuliahkan??.”
Awalnya ia tidak percaya dengan hal itu, bahkan sampai tiga kali membaca sms itu pun Farid masih belum percaya jika yang mengirim sms itu adalah Astird. Tapi ketika ia melihat jendela kamar Astrid, sepintas seperti ada seorang gadis yang mengintip malu dibalik tirai jendela biru itu, Farid tidak sadar ternyata dari tadi Astrid memperhatikannya dari balik jendela kamar Astrid yang berada tepat didepan kamarnya dan dibalik jendela yang tertutupi tirai biru yang indah itu Astrid dapat melihat dengan leluasa rumahnya termasuk juga teras tempat Farid duduk bersama Harfi tadi. Walaupun Astrid dari tadi memperhatikannya tapi dia tidak dapat mendengar apa yang Farid dan Harfi bicarakan karena jendela kamarnya tertutup rapat oleh kaca yang meredam suara luar yang membuat pembicaraan mereka tidak dapat didengar oleh Astrid. Sekarang ia yakin jika sms itu dari Astrid. Farid senang bukan main seolah bunga bertumbuhan dihatinya yang menciptakan taman bunga yang indah hingga siapa pun yang berada disitu, dijamin tidak akan pernah mau meninggalkannya karena dia merasa mendapatkan perhatian dari pujaan hati yang membangun singgasana cinta yang megah di dalam taman bunga yang indah itu. Kebahagiaan Farid itu bercampur dengan kebingungan yang mendalam, bagaimana caranya membalas sms itu?. Beberapa menit kemudian ia memutuskan untuk tidak membalas sms Astrid bukan sengaja tidak mau membalas tapi pulsa yang ada dia kartu hpnya itu hanya ada Rp.1 maklum bulan tua.. Bagaimana mau ngisi pulsa?, kemaren aja mau ngisi bensin motor, Farid tidak ada uang terpaksa ia pergi kekampus jalan kaki mungkin besok juga seperti itu, jarak antara kampus dari rumahnya itu lumayan jauh kira-kira 2 km.
***
Keesokan harinya, sepulang Farid dari kuliah tiba-tiba ia dikejutkan dengan keramaian yang ada dirumahnya. Saat Farid masuk ke rumahnya, semuanya sepontan tiba-tiba diam sambil menundukan kepala. Farid bingung dengan apa yang terjadi.
“kok semuanya diam?ada apa Yah?.” tanya farid yang kebingungan dan khawatir mungkin keluarganya terkena musibah, tapi ayahnya tidak menjawab pertanyaanya itu, Farid makin khawatir.
Lalu ia mendekati Harfi yang duduk di samping ayahnya dan bertanya.
“ada apa sebenarnya Har?jawab aku, jika kamu masih menganggap aku sebagai sahabat dan saudaramu?.”
“A...a..aku mau melamar Astrid menjadi istriku.”jawab Harfi pelan dan sambil tersenyum.
Kemudian seisi rumah tertawa melihat sikap Farid tadi. Di dalam rumah itu ada Ayah, ibu, kakak dan adiknya ,disitu juga ada paman dan bibinya Harfi. Ternyata mereka semua diam karena permintaan Harfi yang ingin membuat kujutan untuk Farid, Harfi meminta tolong sama Ayah Farid untuk melamar Astrid, karena Harfi sudah menganggap keluarga Farid juga merupakan kelurganya sendiri begitu juga sebaliknya.
Seketika seluruh tubuh Farid gemetar, jantungnya berhenti berdetak sesaat. Seolah singgasana cinta yang diberikan oleh pujaan hatinya tadi malam, diterjang derasnya gelombang yang menghancurkan singgasana cintanya itu dan seluruh taman bunga yang indah hancur dalam hitungan detik. Mimik mukanya menggambarkan seseorang yang kehilangan benda yang paling berharga dalam hidupnya. Semuanya terdiam melihat Farid seperti itu, tidak ada yang berani bicara semua mulut terkunci rapat dan semua mata tertuju kepada Farid. Sesaat suasana yang tadinya penuh dengan tawa melihat sikap Farid yang kebingungan tiba-tiba sunyi dan sepi. Akhirnya ayah Farid memberanikan diri angkat bicara.
“kamu kenapa nak?kok kayaknya ga’ senang melihat Harfi ingin melamar Astrid?.”tanya ayahnya.
Farid diam tidak menjawab, entah apa yang ada dalam pikirannya tidak seorang pun yang tahu.
“kamu tidak setuju Far jika aku melamarAstrid? atau kamu juga cinta ma Astrid?.”tanya Harfi bingung.
“ngapain aku ga’ setuju?tapi apa nggak terlalu cepat?.” Jawab Farid dengan memaksakan wajahnya untuk tersenyum.
“ya nggaklah Far, tadi ayah sudah bicara sama orangtuanya Astrid dan mereka setuju malam ini kita pergi melamar anaknya.” Jawab ayahnya.
“lagi pula Harfi sudah memiliki pekerjaan yang bagus toh...?, sebagai salah satu karyawan Bank Kal-Bar.” Sambung paman Harfi.
“bagus deh kalo’ gitu, jadi sahabatku ini ada yang ngurusnya, tapi apa Astrid sudah tahu tentang hal ini?.” Farid mencoba menipu dirinya sendiri dan semua keluarganya dengan mengaku bahwa iya setuju dengan rencana lamaran itu.
“belum, ayahnya yang melarang untuk tidak memberi tahu Astrid katanya biar menjadi kejutan buat Astrid.” Jawab ayahnya, karena ayahnyalah yang berbicara tadi siang dengan orangtua Astrid.
Suasana rumah kembali penuh dengan kebahagiaan tetapi tidak dengan suasana hati Farid yang terluka. Farid harus tetap tegar demi kebahagian Harfi dan keluarganya.
Semua sibuk mempersiapkan untuk acara nanti malam termasuk juga Farid, ayah Farid ditunjuk untuk menjadi juru bicara. Dan Farid sendiri diminta oleh Harfi untuk membuka acara tersebut.
***
Waktu terus berputar, detik berganti menjadi menit yang berkumpul menjadi putaran jam. Setiap perputaran waktu itu mengandung kebahagian yang tampak dari wajah Harfi yang tidak sabar mananti agar jam menunjukan pada pukul 8 malam, tapi lain halnya bagi Farid putaran waktu itu merupakan malaikat pencabut nyawa yang siap menghentikan hembusan nafas cintanya perlahan tapi pasti.
Pukul 19.30 wib
Semuanya sudah siap mau berangkat ke rumah Astrid apa lagi Harfi yang malam ini tampak tampan sekali dengan pakaian yang digunakannya. Sebenarnya Farid tidak mau ikut dalam acara ini karena kepalanya sakit sekali memikirkan perasaannya, tapi mau tidak mau dia harus pergi dan harus siap membuka acara tersebut sebagaimana yang dipinta oleh Harfi dari pada ia dicurigai tidak setuju dengan lamaran ini.
Pukul 20.00 wib
Acara sudah mau dimulai tapi Astrid tidak tampak diantara keluarganya yang hadir.
“ma’af pak Yusuf kok Astrid nggak kelihatan ya..?.” tanya pak Burhan, ayahnya Farid.
“tadi saya sengaja menyuruh dia membeli makanan, agar nanti waktu ia masuk ia kaget disini sudah ramai.” jawab Pak yusuf.
Pak Yusuf sengaja memberikan kejuatan kepada anaknya, dia mengira anaknya setuju dengan lamaran ini karena selama ini beliau melihat kedekatan antara Astrid dan Harfi itu adalah karena saling suka.
Acara pun dimulai sambil menunggu kedatangan Astrid. Farid berdiri membuka acara ini.
“Assalamualaikum wr.wb................ !!!!!!.”
“waalaikum..........”
Belum selesai seluruh yang hadir disitu menjawab salam Farid tiba-tiba Astrid masuk dan Astrid kaget, dalam hatinya bertanya-tanya “kok di rumah ramai orang?trus ngapain Farid dan keluarganya ada disini?.”
“waalaikumsalam wr.wb.......!!!!.”semuanya meneruskan.
Astrid masih berdiri didepan pintu rumahnya, dia bingung.
“ayo Astrid masuk sini!!.” suruh Pak Yusuf, ayahnya.
Astrid pun masuk, kemudian duduk di tengah antara ayah dan ibunya. Farid pun melanjutkan acara.
“untuk acara pertama, saya persilahkan pihak pria untuk mngutarakan kedatangannya kemari, yakni kepada Pak Burhan saya persilahkan.”
“baiklah saya tidak akan berpanjang lebar lagi karena semuanya sudah mengetahui jika kedatangan kami kesini bermaksud meminang anak Bapak untuk menjadi menantu kami dan menjadi istri anak kami yakni yang bernama Harfi bin Syarif, kami berharap pinangan kami ini di terima dengan senang oleh bapak dan keluarga.”
Astrid tersentak kaget tapi dia mencoba diam karena dia tidak mau memalukan keluarganya, mata Astrid memandang wajah Farid yang duduk di depannya begitu juga dengan Farid. Mereka saling memandang, kemudian gelombang getaran cinta masuk dari mata kerelung hati kedua insan yang terluka ini dan saling berbicara, seketika keduanya meneteskan air mata. Akhirnya mereka berdua mengetahui bahwa diantara mereka sebenarnya tersembunyi cinta yang suci. Tapi kejadian ini berlangsung cepat hingga tidak ada yang mengetahuinya kecuali mereka berdua. Begitulah cinta, kekuatannya besar hingga yang dapat meresakannya hanya kedua insan yang saling mencintai itu.
“sebelumnya saya mau mengucapkan terimakaish atas kehadiran Bapak berserta keluarga, baiklah masalah diterima tidaknya saya serahkan kepada anak saya karena dia yang menjalakan pernikahan nanti. Bagaimana anakku?.”
Astrid terdiam, kemudian ayahnya bertanya lagi “bagaimana anakku, engkau menerima atau tidak?.”
“saya minta waktu sampai besok untuk saya berfikir karena saya tida boleh salah dalam mengambil keputusan.” Astrid menundukan kepalanya karena matanya merah menahan tangisan hatinya.
“baiklah besok kami sekeluarga akan datang lagi kerumah bapak, mungkin sudah malam jadi kami permisi dulu ya pak Yusuf.” Kata ayah Farid.
Akhirnya Farid dan sekeluarga termasuk juga Harfi pulang. Harfi kecewa dengan keputusan Astrid untuk menjawab lamarannya besok malam, tetapi ia akan sabar menunggu hari esok. Sedangkan Farid tidak peduli dengan semuanya itu yang ia pikirkan adalah Astrid.
“aku yakin sekarang jika Astrid juga mencintai aku, tetesan air mata dan gerakan mulutnya itulah yang membuat aku yakin. Tapi apa yang harus aku lakukan?.” Katanya dalam hati.
***
Sesampainya dirumah, Farid langsung meminjam hp adiknya karena hpnya belum ia isi pulsanya. Sambil mengenggam hp adiknya itu ia memandang kamar Astrid dari kamarnya, ia juga melihat Astrid yang sedang mengarahkan pandangannya kearah kamarnya. Akhirnya ia memutuskan untuk mengirim sms.
“ass. Astrid aq ykin skrng ap yg kt rskan sama.aq mncntaimu dn sbliknya tp cnt shbtku sngt pentng bgku aq tdk mau mlhtnya sdih.aq mohn jk km bnr-bnr mncntaiku trmlah Harfi sbgi suamimu dn cblh trima dia stulus cntmu pdku dn lpknlh aq.”
Beberapa menit kemudian setelah sms terkirim, hp Farid berbunyi.
“baiklah jk itu yg km mau, kelak jng prnh mnyalhkan drmu, diriku dn cnt kita.”
***
Seperti hari sebelumnya, pukul 19.30 wib semuanya sudah siap berangkat. Pukul 20.00 wib semuanya sudah berkumpul diruang tamu rumah Pak Yusuf. Acara tidak lagi seperti kemaren ada yang membuka acara tapi kali ini semuanya langsung menunggu jawaban Astrid.
“Baiklah, saya akan menerima Harfi menjadi suami saya, tapi dengan satu syarat.” kata Astrid dengan tegas tanpa keraguan walaupun itu bertentangan hati dan cintanya.
“apa itu As, saya siap memenuhi semua yang kamu pinta.” Harfi menjawab lantang dan bahagia.
“akad nikah harus malam ini juga.”
Suasana menjadi riuh, semua terkejut dengan syarat yang diberikan oleh Astrid.
“malam ini nak, apa ga’terlalu mendadak?.”ayah Astrid bertanya kepadanya.
“malam ini atau tidak sama sekali.” Astrid sambil memandang Farid dan menetesakan air mata.
“baiklah, saya akan cari penghulunya malam ini juga. Saya minta disini semuanya siapkan tempat akad nikahnya.” kata Farid.
Akhirnya dengan hati yang ikhlas ia mencarikan penghulu untuk pernikahan wanita yang ia cintai, tapi pernikahan itu bukan untuknya melainkan pernikahan wanita yang ia cintai dengan orang lain yakni sahabatnya sendiri.
Setelah kira-kira setangah jam ia kembali dengan seseorang yang menggunakan peci mungkin yang dibawanya itu adalah penghulu yang dicarikannya. Kemudian akad nikah pun berlangsung dengan lancar, matanya tidak berhenti meneteskan air mata, tetapi kekuatan cinta membuatnya tegar karena ia tahu kalau Astrid melakukan ini semua karena Astrid ingin membuktikan besar cintanya kepada dirinya.


cinta kekuatan terbesar yang ada disetiap makhluk ciptaan Allah

selesai

MANA KUNCINYA?

Oleh : a’is


“Hai Dan...!!kau ikut seminar juga ya...??”. tanya Harfi
“iya Har, kau ikut juga kan”. Jawab Hamdan sambil memegang tasnya yang penuh dengan buku.
“katanya seminar dicencel jam 8 malam nanti diPCC”.
“yang benar Har?waduh gimana ni?mana rumahku jauh lagi di kakap”.kata Hamdan menunjukan wajah kecewa karena seminar ditunda sampai jam 8 malam.
“iya, temanku ada yang jadi panitia tadi memberi tahuku. Tunggu aja sebentar lagi pasti ada pengumuman dari panitia”. Jawab Harfi tenang padahal ia kecewa sekali dengan kinerja panitia yang tidak konsisten dengan waktu.
Pagi itu seharusnya seminar sudah dimulai sejak jam 8 pagi dikampus, tapi kerena panitia mendapatkan informasi dari pemateri yang akan menyampaikan materinya diseminar itu juga ada undangan memberikan seminar yang temanya sama yakni “membangun jiwa muslim sejati di era globalisasi” di PCC jam 8 malam, agar panitia tidak repot mengurus seminar itu di kampus akhirnya panitia menyamakan jadwal di PCC.
Ketika seluruh peserta bingung, kenapa seminar belum juga dimulai? sedangkan sudah satu jam mereka menuggu. Tiba-tiba ada suara yang keluar dari sound sistem yang membuat para peserta diam mendengarkan.
“Perhatian kepada seluruh peserta seminar, kami atas nama panitia meminta maáf karena seminar yang seharusnya sudah dimulai dari tadi akan di pindahkan di PCC jam 8 malam, bagi peserta yang ingin mendaftar untuk seminar di PCC harap menghubungi panitia, pendaftaran terbatas”.
Suasana menjadi gaduh, peserta banyak yang kecewa. Seminar “membangun jiwa musilm sejati di era globalisasi” sudah ditunggu banyak mahasisiwa sejak pengumuman akan diadakannya seminar itu , sebulan yang lalu. Karena pemateri didatangkan dari Jakarta dan merupakan salah satu guru besar dari Universitas ternama di jakarta.
“yok Dan daftar!!peserta dibatas oleh panitia hanya 10 mahasisiwa”. Harfi mengajak Hamdan yang dari tadi masih menunjukan wajah kesalnya.
“aku jadi malas mau ikut, rumahku jauh, mana malam lagi acaranya”.
“ah...kau Dan baru gini aja, kalo mau nuntut ilmu jangan pernah nyerah Dan”. Harfi coba membujuk Hamdan.
“iya deh, yok kita daftar”.
Akhirnya mereka berdua pergi mendatangi panitia untuk mendaftarkan diri dengan segera, tapi sayang pendaftaran sudah ditutup karena sudah 10 mahasisiwa yang mendaftar.
“gimana ni Har??”. tanya Hamdan
“tenang aja kau, aku coba minta tolong dengan temanku yang menjadi panitia”.
Harfi mendatangi temanya itu, Alhamdulillah temannya bisa membantu mereka. Peserta ditambah 2 mahasiswa lagi. Semuanya diwajibkan datang dan harus menggunakan almamater kampus.
“Dan ntar malam kau jemput aku ya...!!, motorku lagi dibengkel”. Seru Harfi
“Ökey bos, aku jemput jam 7.30”
“kalo’gitu aku pulang dulu, Dan”.
“aku juga mau pulang nih, mau istirahat dulu”.
***
Malam ini tidak begitu bersahabat dengan mereka, langit yang biasanya indah dengan taburan tarian bintang, dihiasi cahaya rembulan yang membuat bumi tersenyum gembira, yang seolah-olah bintang, bulan dan bumi bersenda gurau dalam pangkuan langit sambil bertasbih memuji keindahan Ilahi tidak tampak malam ini.Langit meneteskan air mata. Tidak tahu kenapa?.
Bumi basah tersiram hujan walaupun hanya gerimis tapi membuat hati kedua insan yang haus dengan ilmu itu menjadi gelisah, bertanya-tanya dalam hati apakah hujan akan reda? Jam sudah menunjukan pukul 7.30 malam tapi Hamdan tidak tampak batang hidungnya. Harfi yang dari tadi sudah siap, duduk di teras rumahnya dengan menggunakan almamater tampak begitu cemas kalau ia tidak pergi maka ia akan merasa rugi sekali karena seminar ini begitu banyak ilmu yang akan dapat diambil di dalamnya.
Ia coba menghubungi Hamdan tapi hpnya tidak aktif. Hatinya semakin gelisah. 30 menit berlalu tapi Hamdan belum juga kelihatan. Ia lihat ujung gang rumahnya tiba-tiba dari kejauhan tampak lampu motor yang menuju kearahnya.
”alhamdulillah, akhirnya datang juga”.bisiknya dalam hati ternyata memang benar itu Hamdan.
“lama kali kau Dan??”.tanya Harfi
“sory, tadi motorku di pakai ayah”. Jawab Hamdan tenang.
“hp kau napa tidak aktif??”.Harfi masih penasaran
“ooo..hpku batrainya habis lupa dicas”.
“ya udahlah, yok berangkat dah telat ni!!”.
“aku numpang buang air kecil and besar dululah, udah kebelet ni”.kata Hamdan melihatkan wajah yang memang munujukan sudah tidak tahan lagi sambil mengambil kunci mtornya dan terus menggulung celana jeansnya sampai kelutut.
Mereaka lalu masuk kerumah, Harfi duduk dikursi teras menuggu Hamdan. Hamdan masuk kerumah dan melepaskan jaketnya lalu menuju WC. Beberapa menit kemudian Hamdan sudah selesai dari menabung emas-emasnya di bank yang tidak mungkin dirampok.
“udah Dan??,yok berangkat. Dah jam 8.20 ni”. Seru Harfi yang sudah tidak sabar mau pergi.
“yap...sekarang kita bisa berangkat dengan tenang, tapi kunci motorku mana ya..???”. tanya Hamdan yang sambil meraba-raba pakaian yang dipakainya.
“tadi kau letakan dimana??ada-ada aja kau ni”.tanya Harfi kesal
“kalo’ aku tahu, aku ngga’ tanya lagi, udah kita cari dulu”. Jawab Hamdan
Di bawah hujan gerimis itu. Harfi sibuk memeriksa jaket Hamdan mungkin kunci ada disitu tapi ia tidak menemukannya, sedangkan Hamdan mencari di halaman rumah tapi tidak juga ditemukan kuncinya. Orang-orang yang ada dirumah heran melihat mereka kemudian bertanya ada apa, Harfi menjelaskan semuanya. Semua yang ada dirumah kasihan melihat mereka dan membantu mencari kunci motor Hamdan. Jumlah yang mencari sekarang menjadi tujuh orang karena yang ada dirumah cuma lima orang.
Semua sibuk mencari tapi tidak juga dapat. Satu jam berlalu, akhirnya mereka semua menyerah dan naik keteras rumah.
“coba kau periksa lagi, pakaianmu itu Dan mungkin ada”.kata harfi
“udah dari tadi aku periksa, tinggal bugil aja belom”.jawab hamdan yang kesal , semuanya tertawa mendengar kata-kata hamdan.
“pasti letak kuncinya, tempatnya bagus banget ni Dan”.timpal Harfi yang juga kesal.
“itu pasti”.
“ya udah, coba buka kepala motornya hidupakan pake ’kabel dalamnya aja”. Suruh kakek Harfi.
Harfi masuk kerumah mengambil perlatan motor. Tidak lama kemudian Hamdan mencoba melaksanakan nasehat kakek dan hasilnya motor bisa dihidupkan tanpa kunci.
Mereka pun masih nekat pergi ke seminar itu walaupun dalam keadaan basah dan terlambat, menerjang angin dan hujan demi sebuah ilmu yang begitu mahal dan berharga.
***
Tidak jauh keluar dari gang, Hamdan merasa kedingiginan.
“kok dingin ya.. Har???”. Tanya Hamdan.
“nggak juga tu..., tu celanamu belum diturunkan kali”.
“oya...., pantasan aja dingin”.
Hamdan yang membawa motor sambil menundukan kepalanya dan menurunkan celananya, tiba-tiba ada yang jatuh.
“Apa tu Dan ??”.
Hamdan berhenti, melihat apa yang jatuh.
“ya..Allah, ni kunci motornya Har”. kata Hamdan yang kaget ternyata kunci motornya ada digulungan celananya.
“ha...ha...,bodoh kali kita Dan”. Harfi tertawa
“ya...udahlah, takdir. Yok naik motor ntar acarnya keburu selesai”.

Mereka pun terus menuju PCC, dalam perjalanan tidak henti-hentinya mereka tertawa memikirkan kebodohan mereka sendiri mencari kunci motor yang ternyata ada dalam gulungan celana jensnya Hamdan.
***
Sesampainya di PCC mereka heran melihat motor banyak yang keluar dari gedung yang megah nan indah itu.
“kok pada keluar dari PCC ya.. Dan???”. tanya Harfi yang penasaran.
“manaku tahu”.
“coba kau lihat jam, jam berapa sekarang??”. Perintah Harfi
“jam 10.15, ya...ampun Har acaranya sudah selesai”
“HA....ha....ha....”. Harfi tertawa lagi, Hamdan juga ikut tertawa.
Untuk kedua kalinya mereka menertawai kebodohan yang mereka lakukan.



selesai

MIMPI YANG HEBAT


Tahukah kau, kawan?.
Bahwa aku laki-laki tanpa mimpi, aku selalu tak menyadari bahwa aku hidup dalam tiga dimensi. Aku meremehkan mimpi, mimpi masa lalu, mimpi hari ini, dan mimpi masa depan nanti. Saat aku menyadari sangat berharganya mimpi, betapa aku ingin bermimpi setinggi langit. Tapi ku tak berani, kawan. Aku tak siap terhempas dari ketinggian itu. Betapa sakitnya kubayangkan!!!. Hancur berkeping-keping. Tulangku akan remuk bahkan mungkin aku tak akan menemukan bagian-bagian tubuhku yang berpatahan dan kemudian hilang entah kemana.
Saat ini hanya harapan yang membesarkan hatiku untuk memiliki mimpi. Sungguh sangat aneh kawan!, aku tak berani bermimpi, tapi aku berharap aku memiliki mimpi. Mimpi yang membuatku untuk berani bermimpi.
Dulu bagiku mimpi hanyalah angan-angan tanpa harapan. Hingga suatu saat, ada yang melihatkan padaku bahwa betapa pentingnya bermimpi dalam hidup ini karena mimpi itulah yang akan menarik kita dalam kehidupan riil, sehingga kita dapat merasakan buah dari mimpi itu, buah yang sangat lezat dari pohan mimpi yang indah bak sinar senja yang memancarkan pesona keindahan tersendiri dalam keagungan Tuhan.
Aku punya teman, kawan!
Temanku inilah, kawan. yang telah menyadarkanku. aku lihat ia memiliki mimpi. Mimpinya itu tak alang kepalang, sungguh sangat hebat. Tak seorang pun yang bisa menghentikannya untuk bermimpi. Baginya mimpi itu tak sekedar duduk, terus berkhayal dari pagi sampai malam, terus pagi lagi, malam lagi dan seterusnya setiap hari seperti itu.
Apa mimpinya, kawan?. Kalau kawan tahu, mimpinya itu, beeeh....!!, pasti kawan akan terkagum-kagum melihat temanku ini, dan mungkin pasti timbul dalam benak kawan “kok beraninya bermimpi seperti itu?”. Itulah temanku, kawan!! Sungguh manusia yang aneh dengan mimpi yang aneh pula. Mimpinya ini sudah lama ia miliki, ya..kira-kira dari kami masih duduk kelas 5 SD kalo’ tidak salah sih....!! Itu artinya benar kawan “dari kelas lima SD”. Mimpinya itu sudah ada dari kelas lima SD dan sekarang kami sudah sampai di bangku kuliah. Mimpinya itu tak sekali pudar. Sungguh orang yang hebat dengan mimpi yang hebat pula. Saat kelas lima sd itulah ia menceritakan mimpinya padaku. Ia menceritakan mimpinya dengan penuh keyakinan. Aku tatap matanya. Sungguh!! Ada bara semangat yang besar. Ada keyakinan yang berkobar dan berkata “mimpiku ini lah sobat, yang akan membawaku dalam kesuksesan sejati”. Semangatnya itu tertular padaku, aku semakin semangat mendengar cerita tentang mimipinya itu. Aku semakin serius mendengarkannya. Dalam hatiku, aku berteriak bangga pada temanku ini “MIMPI YANG HEBAT TEMAN!!!”.
Ingin rasanya menceritakan pada dunia tentang mimpinya yang hebat itu. Aku yakin dengan kau, kawan. kau juga pasti ingin tahukan tentang mimpinya itu?!. Sungguh aku sangat ingin menceritakannya. Tapi akhir dari ceritanya itu, kawan. ia bekata “sobat tolong kau jangan ceritakan ini pada siapa pun!!. Jadi Ma’afkan, aku kawan!! aku tak ingin menghianati temanku ini.

BERMIMPILAH, KAWAN!!
KARENA TUHAN AKAN MEMELUK MIMPI-MIMPI KITA
DAN MENGABULKANYA

sebuah mimpi akan mengantarkan kita pada kesuksesan sejati

sungai kapus

aku bangga jadi guru

KEPALAKU pusing, entah apa yang kupikiran?, tapi yangku tahu aku bingung dengan hidup ini, aku bingung dengan negeri ini. Tiba-tiba bayangan wajah anakku muncul, wajahnya yang mirip sekali dengan ibunya yang sudah lama pergi dan tak akan pernah kembali membuat rinduku membuncah didalam sanubariku yang paling dalam.“Oh anakku kapan kau pulang? ayah rindu padamu”.

Waktu terus berputar, tetap saja mataku tidak mau tertutup, aku sangat lelah hari ini. Umurku yang telah berkepala 5 membuat tulang-tulangku sudah tidak sanggup lagi untuk kerja keras, entah bagaimana aku membiayai anakku lagi untuk kuliah, semua harta bendaku sudah habisku jual dan gajiku sebagai guru tidak akan cukup.

Sudah jam 4 subuh rupanya, perlahan kepalaku mulai baikkan tapi rasa ngantuk tetap higgap di mataku mungkin karena semalaman penuh aku tidak dapat tidur, ingin rasanya 5 menit saja untuk memejamkan mata ini tapi tetap saja tidak bisa. Dari gubuk sederhana yang dulu penuh cinta dan kebahagian, tapi sayang sekali semua itu sekarang sudah jadi kenangan belaka, istriku sudah meninggal dan anakku pergi menuntut ilmu yang kelak dialah menggantikanku mengajar disini karena itulah cita-citanya, dia ingin menjadi Omar Bakri sejati katanya. Dari gubuk itu aku mendengar Asma Allah menggema di subuh hari, sahut menyahut dari satu masjid ke masjid yang lain.Membangunkan setiap insan yang beriman dari kenikmatan tidur yang malam ini tidak aku dapatkan. Kulaksanakan panggilannya. Kusujud dengan penuh kekhusyukan. Setelah sholat subuh, aku lihat sang surya mengintip malu dari ufuk timur yang mulai menampakkan dirinya yang kemudian menghiasi warna langit, membuat hati setiap insan yang beriman tiada berhenti bertasbih memuji Rabb semesta alam yang telah menciptakan moment yang terindah di subuh hari. Embun pagi juga ikut menghiasi bumi tercinta, menyejukan qolbu insan-insan yang bertasbih memuji Allah yang menambah keimanan mereka.

Sekarang kepalaku sudah sembuh, lelahku, ngantukku, juga tidak ada lagi. Sekarang yang ada hanya rasa bahagia, entah kenapa? Sejak 30 tahun yang lalu, sejak aku mulai menjadi guru. Setiap mau pergi mengajar pasti yangku rasakan hanya kebahagian dan penuh semangat mungkin itu yang membuat sakit kepalaku, lelahku dan ngantuku seketika hilang. Setelah siap untuk pergi mengajar aku ambil sepeda butut kesayanganku yang selama ini telah setia menemaniku dan merelakankan punggungnya untukku naiki. Aku kayuh sepedaku dengan kaki rentaku ini, kulihat semua masyarakat disini juga mulai sibuk dengan kerjaan mereka. Setiapku berpapasan dengan masyarakat aku selalu menerima senyuman yang tulus dari hati mereka, inilah salah satu alasanku tetap bertahan didaerah pedalaman ini. Aku cinta dengan desa ini, aku cinta dengan keramahan masyarakat disini yang mungkin tidak akan kudapatkan dikota.

***

Saat aku sampai di pintu gerbang sekolah, aku juga disambut dengan senyuman oleh calon-calon penerus bangsa yang lagi asik bermain. Aku parkirkan sepedaku diparkiran, tak lama setelah aku masuk ke ruangan kantor yang ada hanya Pak Sulaiman dan Ibu Nurain, memang hanya mereka yang ada dikantor sekolah reot ini karena guru yang ada hanya kami bertiga, mereka berdua tersenyum melihatku, tiba-tiba lonceng berbunyi yang bertanda jam pelajaran sudah mulai. Dengan rasa bahagia dan ikhlas kulangkahkan kakiku menuju kelas yang penuh anak-anak yang haus dengan ilmu.

“Assalamualaikum...........!!”.

“waalaikumsalam...Pak!!.”jawab anak-anak muridku dengan suara yang nyaring

selamat pagi anak-anak!!!”.

“pagi pak”.anak-anak itu menjawab kempok dengan suara yang lebih nyaring lagi

Melihat antusias anak-anak itu semangatku terus bertambah untuk mengajar. Hari ini jadwal aku mengajar pelajaran agama Islam. Dan hari ini aku menyampaikan tentang Nabi Muhammad Saw dan yang inginku sampaikan tentang kepemimpinan Beliau karena aku ingin kelak anak-anak calon penerus bangsa yang ada didepanku ini dapan menjadikan Nabi Muhammad sebagai suritauladan mereka dalam memimpin baik memimpin diri sendiri maupun memimpin negeri tercinta ini. Karena setiap manusia adalah pemimpin dan pemimpin harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukannya.

Saat aku menjelaskan tentang kepemimpinan Rasulullah, tiba-tiba ada anak yang berteriak mengangkat tangannya. Anak ini bernama Harfi, ia memang juara umum disekolahan ini dan aku kagum kekritisannya dalam berfikir dibandingkan teman-temannya yang lain.

“ma’af Pak, boleh saya bertanya?”.kata Harfi

“iya Harfi”.jawabku

“begini Pak, kalau Nabi Muhammad bener pemimpin yang baik dan beliau adalah Nabi kita sebagai umat muslim, sebagai contah kita dalam bertindak, mengapa banyak orang-orang pintar yang beragama islam yang menjadi pemimpin kita banyak yang korupsi dan menipu rakyat Pak????”. Tanyanya dengan muka yang serius

Aku tersentak kaget mendengar pertannyaan anak kecil ini, diam-diam bibirku mengucapakan kalimat “Subhanallah” aku benar-benar kagum dengan anak yang berkulit hitam ini, mungkin anak sekecil dia juga sudah mulai bosan dengan tingkah laku pemimpin zaman sekarang yang notabennya islam tapi sering menipu rakyat. Mungkin inilah juga yang membuatku tadi malam bingung tentang negeri ini.

“Nabi Muhammad adalah sesok pemimpin yang sempurna, kita harus menjadikannya panutan kita dalam bertindak, pemimpin kita bukannya tidak tahu tentang hal ini tapi mereka tidak mau tahu karena mereka lebih mementingkan kehidupan dunia sehingga rela melakukan apa aja demi kekayaan padahal harta tidak dibawa mati”.jawabku

Aku berharap mereka belum puas dengan jawabanku agar mereka belajar untuk berfikir tentang kepemimpinan karena mereka-mereka inilah yang kelak akan menjadi calon pemimpin di negeri tercinta ini. Dan ternyata mereka benar-benar belum puas dengan jawabanku, Harfi menanya kembali dan anak-anak yang lain juga terus mengajukan pertanyaan. Aku bersyukur bisa menjadi guru, karena kelak calon-calon insyur, ilmuan, bahkan Presiden akan mencul dari tanganku dan dari tangan berjuta guru di Indonesia yang nasibnya tidak terlalu dipedulikan oleh pemerintah.

Tidak terasa sudah dua jam berlalu, jam mengajar sudah selesai kemudian aku pamitan kepada anak-anak. Aku harus pulang cepat hari ini untuk mengambil gajiku di kota karena kalau kesiangan aku tidak bisa pergi ke kota hari ini. Dari kelas aku langsung menuju ke kantor untuk mengambil tasku, di kantor hanya ada Pak Sulaiman.

“Pak Sulaiman, saya pulang dulu ya, harus mengambil gaji hari ini. Bapak kapan ngambil gajinya?”.

“iya Pak Zai, mungkin besok”.jawabnya,

Pak Sulaiman memanggilku Zai karena namaku Zaidadi. Dari sekolahan aku langsung pulang kerumah kemudian langsung pergi ke kota, karena jarak dari desa ke kota terlalu jauh aku tidak naik sepeda aku harus naik ojek.

****

Warna langit mulai memerah, sang surya berada diujung barat bumi. Aku baru sampai dari kota, lelah mulai menguasai tubuh tuaku ini. Aku istirahatkan tubuhku di kursi yang ada di teras rumahku. Aku letakan gajiku di meja, yang kulihat hanya ada uang sebesar Rp.500.000, hanya tinggal segitulah gajiku sekarang. Aku pun teringat dengan surat Risa anakku yang minta dikirimkan uang RP.1.000.000 untuk daftar ulang kuliahnya.

Tidak ada yang dapat dijual lagi, dengan tubuh tuaku aku harus benar-benar banting tulang lagi untuk membiayai kuliah Risa dan hidupku sehari-hari. Kerja apapun akan aku lakukan yang penting halal karena bagiku lebih baik mati kelaparan dari pada makan uang haram itulah perinsipku dan aku harus mencontohkan kepada murid-muridku bahwa hidup itu harus berusaha dan berusahanya tidak boleh melanggar ajaran-ajaran sang Ilahi.

Tiba-tiba terbisit dalam hatiku “mengapa gaji guru kecil??padahal insyur, anggota-anggota dewan bahkan presiden sekalian bisa baca tulis dan menjadi pintar itu karena guru”. Aku langsung istirgfar, entah kenapa pikiran itu muncul dalam benakku. Aku langsung membuang pikiran itu jauh-jauh karena aku takut keikhlasanku selama ini mendidik,mengajar dan sebagai guru hilang sia-sia. Walaupun begitu aku tetap bangga jadi guru.

selesai

mari berbagi!!

mari!
berbagi sejarah
berbagi cerita
berbagi pengalaman

untuk kemajuan bersama