skip to main |
skip to sidebar
RSS Feeds
coretan kata-kata terjelek dari penulis terbodoh
coretan kata-kata terjelek dari penulis terbodoh
20.39
Diposting oleh Haris Firmansyah
KEMAJUAN suatu negara terletak pada kualitas manusia didalamnya, apabila SDMnya jelek? Maka negara tersebut akan sulit berkembang bahkan akan selalu ditindas oleh negara asing. Dari dulu dan sampai sekarang selalu timbul suatu pertanyaan sederhana yang mungkin menarik untuk dibahas, yakni “ Mengapa Indonesia tidak maju-maju?”. Sekarang sudah jelas jawabannya “SDM Indonesia amatlah jelek”. Sudah berbagai cara dilalui pemerintah untuk memperbaikai SDM dari kesehatan, ekonomi, budaya, sampai hal yang sangat vital yang dapat membentuk pola dasar karakter dan pemikiran masyarakat yakni Pendidikan. Anehnya usaha pemerintah itu menimbulkan tanggapan yang jelek di mata masyarakat karena terkesan hanya menghambur-hamburkan kas negara dan bukti nyata dari usaha pemerintah tersebut masih sangat kusam dan tidak jelas, semua itu dikarenakan ketidakseriusan pemerintah dalam menenganinya. Pemerintah sangat hebat dalam menyusun suatu program untuk memperbaiki SDM tapi dibalik itu semua sebagian dari mereka hanya mencari keuntungan pribadi dalam menjalankan programnya.
Tapi kita tidak bisa terus-terusan menyalahkan pemerintah, suatu program untuk memperbaiki SDM walaupun sudah dirancang sedemikian bagusnya dan bahkan dijamin akan bisa sukses besar, jika kita sebagai masyarakat yang menjadi objek dari program itu tidak memberikan respon yang baik maka semuanya akan sia-sia. Kinilah saatnya pemerintah dan masyrakat bekerjasama dalam membentuk SDM Indonesia yang bagus untuk mencapai Indonesia suskses dan maju !. Sudah berabad-abad Negara ini terjajah oleh bangsa asing, apakah sekarang kita masih mau dijajah lagi dengan kebodohan?.
Alangkah bodohnya kita jika tidak belajar dari sejarah, karena bangsa ini terbentuk melalui sejarah. Presiden pertama kita Bung Karno pernah berpidato dengan judul “Jasmerah” (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah). Sekarang saatnya kita harus melihat dan mempelajarinya demi kemajuan bersama, tidak dapat dipungkiri lagi Indonesia bisa memperoleh kemerdekaan karena pendidikan. Misalnya terbentuknya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang menandai pergeseran pola gerakan anti klonialisme dari gerakan bersenjata menuju perjuangan melalui organisasi, Soempah Pemoeda tanggal 28 Oktober 1928, itu merupakan tonggak sejarah yang menandai kesadaran untuk bersatu dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Di dalam buku 100 tokoh yang mengubah Indonesia diabad 20, disusun oleh Floriberta Aning S memuat tokoh-tokoh yang semasa hidupnya tidak terlepas dari pendidikan. Misalnya Soekarno (mantan Presiden pertama RI), KI Hadjar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional), H.O.S Tjokroaminoto (tokoh Pergerakan Nasional) dan masih banyak lagi yang lainnya.
Bahkan sejarah pernah menggambarkan bahwa betapa pentingnya pendidikan. Lihat saja Jepang yang pada perang dunia kedua tahun 1945 adalah negara yang paling hancur akibat bom atom di Hirosima (6/8/1945) dan Nagasaki (9/8/1945). Semuanya hancur tiada bersisa. Tapi pada saat itu begitu bijaksananya Kaisar Jepang, pertanyaan pertama yang muncul dari pimpinan tertinggi tersebut “masih berapa jumlah guru yang tersisa di negeri ini?”. Kemudian beliau menerangkan alasannya mengapa bertanya seperti itu “jika negeri ini masih ada guru, kita akan segera bangkit dari kekalahan. Dari gurulah akan lahir seorang Insiyur, dokter dan tenaga terampil lainnya guna membangun negeri ini” . betapa berharganya nilai guru dan pendidikan di mata Kaisar Jepang. Ternyata ucapan Kaisar Jepang memang sungguh luar biasa, Jepang yang dulu menangis sekarang tersenyum lebar menjadi negara terkuat dalam teknologi dan merupakan negara raksasa yang menguasai perdagangan dunia, bagaimana dengan negara kita? rasanya terbalik 360 derajat, kita belum mampu tersenyum lebar melihat nasib pendidikan dan perkembangan bangsa saat ini.
Ini adalah merupakan pelajaran berharga sekaligus cambuk bagi kita untuk tidak terlalu pulas tertidur dan bermalas-malasan kita tertinggal karena bangsa kita adalah pemalas dan tidak disiplin. Kini saatnya bangkit menyongsong kemajuan bangsa lewat pendidikan, karena sesungguhnya pendidikan merupakan pondasi awal dalam membangun SDM demi menciptakan bangsa yang kuat.
*Haris firmansyah, Kabid Infokom Primakapon & Mahasiswa prodi sejarah STKIP-PGRI PTK