"Pontianak post"
Selasa, 10 Maret 2009 , 08:00:00
Siswa Mulai Tidak Peduli Sejarah Bangsa

MUNGKIN sejarah dianggap suatu hal yang sangat membosankan. Bahkan tidak menarik bagi sebagian siswa. Sehingga meraka tidak terlalu peduli dengan hal-hal yang berbau sejarah. Ketidakpedulian ini jika kita amati merupakan salah satu penyebab hancurnya moral generasi muda bangsa kita yang tercinta ini. Dan ini akan menimbulkan efek yang sangat berbahaya yakni “Indonesia akan kehilangan jati diri bangsanya” karena generasi mudanya tidak peduli akan masa lalu bangsanya sendiri. Sudah dapat kita bayangkan bagaimana keadaan Indonesia kedepannya jika fenomena ini masih dianggap sepele dan diremehkan.

Pada dasarnya, sejarah bukan hanya berbicara tentang masa lalu. Tapi sejarah memiliki peranan penting yang dapat membentuk kepribadian siswa yang biasa menjadi luar biasa. Selain itu, Haris Zaky Mubarak dalam artikelnya yang berjudul “Pengembangan Muatan Lokal dalam Pembelajaran Sejarah” menyatakan “pentingnya pemahaman pengertian sejarah untuk kehidupan sehari-hari menjadikan siswa mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dimasyarakat. Sejarah dapat diibaratkan pendidik, karena dapat mendidik jiwa manusia lewat hasil yang dicapainya (Trevelyan, 1957:228). Pembelajaran sejarah bukan hanya untuk menanamkan pemahaman masa lampau hingga masa kini, tapi juga untuk menumbuh kembangkan rasa kebanggaan dan citra tanah air. Bangga sebagai bangsa Indonesia merupakan pengalaman berarti untuk menumbuh kembangkan rasa kebanggaan dan kecintaan pada manusia secara universal”.

Sejarah juga dapat dijadikan pondasi untuk berpikir bijak. Sehingga siswa sebagai generasi penerus bangsa dimana ditangannyalah kelak akan berada kelangsungan hidup bangsa tercinta ini, dapat dan bisa berpikir bijaksana dan menjadikan sejarah sebagai cerminan masa lalu untuk membawa kehidupan bangsa Indonesia dimasa depan, baik dari aspek sosial, budaya, politik, agama maupun ekonomi kearah yang jauh lebih baik lagi. Sekarang bukan saatnya untuk menimbulkan pertanyaan “siapa yang salah?” karena ini merupakan kebiasaan yang jelek dari bangsa tercinta ini yang mengaku dirinya bangsa yang bemartaban tinggi. Tapi, mari kita mencari solusi bersama dalam mengatasi fenomena ini. Yang pastinya ini merupakan tantangan kita bersama untuk memajukan Indonesia dan agar Indonesia tidak kehilangan jati diri bangsanya. Apalagi guru dan calon pendidik akan jauh lebih mendapatan tantangan yang besar untuk mengkemas pembelajaran sejarah agar menarik dan tidak membosankan agar nilai-nilai bangsa dapat tertanam dalam diri setiap individu siswa.
“JAS MERAH ; Jangan sekali-kali melupakan sejarah”. (tajuk pidato Ir. Soekarno)


* Penulis Haris Firmansyah
Mahasiswa Prodi Sejarah STKIP-PGRI